Soal Parfum Beralkohol

  • Semua parfum semprot beralkohol

Parfum beralkohol, yang lebih tepat menurut Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily secara hukum adalah boleh digunakan untuk wewangian.

Sedikit dari kami:

Bagi yang mengikuti pendapat haramnya ia karena najis, maka silakan. Namun harus konsisten. Jangan untuk dirinya haram, tapi ia belikan parfum yang bukan murni oil (alias beralkohol) untuk bininya.

Atau tidak mau membeli parfum branded beralkohol dengan alasan najis namun beli parfum spray dari toko parfum refill. Ketahuilah, minyak wangi tidak bisa digunakan dengan semprotan kecuali harus memakai absolut dan semisalnya, which is alkohol.

Bahkan, jangan ia gunakan hand sanitizer. Beralkohol. Bukankah najis?!

Jika alasannya: hand sanitizer kan sekarang darurat di masa pandemi.

Jawab: bukan darurat, melainkan baru sampai batas hajat. Hajat tidak sama dengan darurat. Buktinya, banyak orang sekarang meninggalkan hand sanitizer dan alhamdulillah tetap kondisinya sehat baik selamat. Termasuk kami pribadi pun tidak menggunakannya.

Jika memang najis, maka jangan sediakan cairan najis itu di pintu-pintu masjid. Singkirkan najis itu sebagaimana para sahabat diperintahkan mengguyur air kencing badui di masjid. Bukan suatu hal darurat. Kenapa tidak sediakan air sabun saja?

Kemudian, yang memabukkan bukan hanya alkohol saja. Boleh jadi zat lain memabukkan. Anda meminum Sunlight bisa mabuk. Memabukkan adalah khamr. Najiskah? Jika najis, jangan pakai itu, atau sabun cuci piring lainnya. Juga sabun cair. Ini jika illatnya adalah memabukkan. Jika alasannya lagi adalah darurat, maka itu bukan darurat, melainkan hajat. Tidak sama. Hal yang najis/haram tidak serta merta menjadi rukhshah hanya dengan alasan hajat. Pun di zaman salaf mencuci tidak pakai sabun cuci dan mereka sehat.

Dan seterusnya.

Tidak memaksa, tapi sebaiknya yang mengikuti pendapat najisnya khamr atau seluruh yang memabukkan, untuk melihat ke banyak hal di sekitarnya.

Keluar dari khilaf memang baik. Karena itulah, rata-rata parfum Arab yang menggunakan alkohol, mengganti dengan alkohol denat yang konon dihalalkan karena bukan termasuk khamr.

Ini bukan sebagai pembenaran karena mentang-mentang saya jualan parfum. Tapi memang sejak dulu saya lebih condong ke pendapat yang dirajihkan oleh sang syaikh.



 


YOUTUBE.COM

Hukum Parfum Beralkohol Menurut Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily

Bagaimana hukum parfum beralkohol? Mari kita dengarkan pendapat ulama yaitu Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily.#HukumParfum #HukumAlkohol #SyaikhSulaimanArRuhaily

 

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

13 jam  · 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 209 kali, 1 untuk hari ini)