Pemkot Makassar melarang pelaksanaan kegiatan acara di tempat terbuka “Gerakan pemurtadan” berkedok Pengobatan di depan mata kita oleh Pendeta Peter Yundreng asal AS yang rencananya akan berlangsung di Lapangan Karebosi Tgl. 21-24 Agstus 2013.

Pemkot menyarankan kepada panitia untuk memindahkan acara di tempat tertutup atau di rumah ibadah.

Yang namanya pemurtadan, di tempat tertutup pun tentunya berbahaya bagi Umat Islam. Maka sejak semula, Umat Islam telah menyuarakan penolakannya secara total.

Inilah berita tentang penolakan serta berita pencabutan izin dari Pemkot Makassar.

***

Info FORUM ARIMATEA

“Gerakan pemurtadan” berkedok Pengobatan di depan mata kita oleh Pendeta Peter Yundreng asal AS akan berlangsung di Lapangan Karebosi Tgl. 21-24 Agstus 2013
.
Wahai segenap Umat dan Ormas Islam Kerahkan segenap KEKUATAN & SOLIDARITAS, untuk menyelamatkan saudara-saudaramu..Harga dirimu…ALLAHU AKBAR

Sri Sultan Hamengkubuwono dengan berani membatalkan acara mereka di Jogyakarta 2 hari sebelum acara diadakan..lalu mana kepedulian masyarakat MUSLIM makassar (serambi madinah).

Saat ini Spanduk dan Baliho-balihonya sudah tersebar di kota Makkassar, akan kah kita diam saja???

Mudah-mudahan panitia pelaksananya tidak ada kaitannya dengan calon walikota di Karebosi

***

Izin Festival Persahabatan Peter Youngren Dicabut di Makassar

Senin, 19 Agustus 2013 17:13 WITA

 emurtadandok tribun

Spanduk Festival Persahabatan Peter Youngren. Kegiatan ini rencannya akan digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, (21-24/08/2013).

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM -Pemerintah Kota Makassar mencabut izin  rencana pendeta asal Amerika Serikat Peter Youngren menggelar Festival Persahabatan berupa pengobatan gratis di Lapangan Karebosi, Makassar, yang akan digelar 21-24 Agustus mendatang.

Pencabutan izin tersebut sesuai dengan hasil rapat Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dengan para pimpinan daerah (muspida) di ruang kerja Wali Kota Makassar, Kantor Balaikota, Makassar, Senin (19/08/2013).

“Setelah mendengar masukan dari sejumlah pihak, baik itu dari instansi kepolisian, TNI, ormas, maupun Kejaksaan Negeri, maka hasil pertemuan kami memutuskan untuk mencabut izin pelaksanaan acara tersebut di Lapangan Karebosi,” kata Ilham kepada tribun-timur.com.

Beberapa muspida yang hadir pada rapat ini di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Haruna, Dandim 1408/BS, Letkol Inf Firyawan, Wakil Kapolrestabes Makassar AKBP Totok, Ketua DPRD kota Makassar, Farouk M Beta, Wakapolres Pelabuhan Kompol Dwi. Ada juga anggota satuan intelkam Polda, Sekda Kota Makassar Agar Jaya, serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup kota Makassar dan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, serta ormas lainnya.

Menurut Aco sapaan Ilham, keputusan Pemkot Makassar atas dasar kepentingan yang lebih besar, yakni menghindari terjadinya gejolak yang berpotensi mengganggu kondisi keamanan dan agar tetap kondusif.

Pemkot melarang pelaksanaan kegiatan acara di tempat terbuka dan menyarankan kepada panitia untuk memindahkan acara di tempat tertutup atau di rumah ibadah. (*)

Penulis: Ilham

Editor: Suryana Anas/ trbn

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.435 kali, 1 untuk hari ini)