• Pengkhianat Malah Dipercaya
  • Pakai Nama Ulama tapi Bela Kesesatan

Untuk membedakan NU sekarang dan NU kemarin dapat dilihat dari beberapa bukti. NU yang sekarang ada pentolan-pentolannya yang “menjilat” Syiah. Sedangkan NU yang kemarin justru secara resmi PBNU membuat kata sambutan untuk membukukan hasil seminar nasional tentang (sesatnya) Syiah di Masjid Istiqlal 1997.

Bahkan NU pada awalnya, pendiri NUKH Hasyim Asy’ari “Rois (kepala) Akbar PBNU” berfatwa mengenai kebid’ahan yang harus diberantas dan menyuruh masyarakat memberantas ahlul bid’ah dan memerangi para pencaci maki sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Umat Islam pun tahu, para pencaci maki sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus diperangi itu adalah orang-orang Syiah.

Anehnya, kini justru seorang Rais Syuriyah PBNU, Saifuddin Amtsir berpidato di acara sesat syiah yang acara itu dalam rangka mencaci sahabat Nabi yang disebut Idul Ghadir di Jakarta, Sabu 26/10 2013. Lebih anehnya lagi, pentolan PBNU itu menyanyikan lagu PKI sambil “menjilat” Syi’ah. Astaghfirullahal ‘adhiem… mengikuti sunnah siapa dia? Lihat beberapa artikel mengenai soal itu: Seorang Pengurus NU Menyanyikan Lagu PKI Sambil “Menjilat” Syiah? https://www.nahimunkar.org/seorang-pengurus-nu-menyanyikan-lagu-pki-sambil-menjilat-syiah/

NU Dulu Penggembos, Kini Sedang Digembosi Para Antek Syiah? https://www.nahimunkar.org/nu-dulu-penggembos-kini-sedang-digembosi-para-antek-syiah/

Cara Syaifuddin Amsir Tokoh NU Berdusta dan « Menjilat » Syiah https://www.nahimunkar.org/cara-syaifuddin-amsir-tokoh-nu-berdusta-dan-menjilat-syiah/

Lebih dari itu, ketua umum PBNU Said Aqil Siradj justru tertangkap basah kerjasama dengan syiah.

Nah, Said Aqil Siradj tertangkap basah kerjasama dengan Syiah

Maunya mengelak, namun karena tertangkap basah kerjasama dengan syiah, ya sudah.

Inilah berita tentang ketidak jujuran Said Aqil Siradj yang ke sekian kalinya.

***

.

Dewan Syariah PBNU Batalkan Kerjasama dengan Iran

Sabtu, 11 Februari 2012

Said

Hidayatullah.com–Dewan Syuriah PBNU dikabarkan telah membatalkan kerjasama dengan Iran. Kabar ini disampaikan HM. Cholil Nafis, Wakil Ketua Bahtsul Masail PBNU kepadawww.hidayatullah.com, (11/02/2012), Sabtu pagi.

Menurut Cholil Nafis, diam-diam, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas al-Mustafa al-’Alamiyah, Qom, Iran.  Dokumen kerjasama di bidang pendidikan, riset dan kebudayaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Dewan Syuriah PBNU. Dokumen tertanggal 27 Oktober 2011 itu dibuat dalam dua bahasa, Persia dan Indonesia.

“Said Aqil menandatangani MoU itu bersama Muhammad Zain (Ketua Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffaz PBNU) dan Ahmad Mubarok dari Partai Demokrat,” kata Cholil.

Kata Cholil, sebelumnya Said Aqil selalu menyangkal adanya MoU tersebut. Namun, ketika ditunjukkan dokumen itu, Said Aqil tidak bisa mengelak lagi. Pada Desember 2011 lalu, MoU itu pun dibatalkan oleh Dewan Syuriah PBNU.

Cholil mengatakan, MoU itu dibatalkan karena diputuskan secara sepihak tanpa musyawarah. Lagi pula, katanya, PBNU menilai Iran bukanlah pihak yang tepat untuk diajak kerjasama, khususnya dengan NU.*

Foto: diambil dari masdurohman.blogspot.com

Rep: Surya Fachrizal Ginting

Red: Cholis Akbar/ Hidayatullah.com

Ilustrasi oleh jpnn.com

Mengkhianati

Dilihat dari perjalanan NU itu sendiri tampak jelas bahwa sekarang sebagian orang PBNU bahkan pentolan-pentolannya itu telah mengkhianati para pendahulunya. Inilah bukti bahwa pendahulu yang dikhianati itu justru melawan syiah, pakai surat resmi PBNU. Sehingga beredar di Facebook scan dari surat resmi PBNU dan komentarnya berupa betapa bedanya antara NU kemarin dengan NU sekarang yang dipimpin Said Aqil Siradj penerus Gus Dur. Kutipannya sebagai berikut.

 Pengurus Besar NU


Membedah Syi’ah

Lihat fatwa PBNU tahun 1997 akan perbedaan syi’ah dengan ahlussunnah wal jama’ah

dan lihat pula fatwa pendiri PBNU KH Hasyim Asy’ari “Rois (kepala) Akbar PBNU” mengenai kebid’ahan yang harus diberantas dan menyuruh masyarakat memberantas ahlul bid’ah dan memerangi para pencaci maki sahabat berikut, beliau rohimahullah berkata :

Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah terberantas dari semua orang.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاصْدَعْ بِمَاتُؤْمَرُ لِتَنْقَمِعَ الْبِدَعُ عَنْ اَهْلِ اْلمَدَرِوَالْحَجَرِ. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “اِذَاظَهَرَتِ الْفِتَنُ اَوِالْبِدَعُ وسُبَّ اَصْحَابِيْ فَلْيُظْهِرِالْعَالِمُ عِلْمَهُ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ

“Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.” (Muqadimah Qanun Asasi Nahdlatul ulama).

Dan lihatlah apa yang terjadi dengan NU hari ini…? sa’id Aqil Siraj sebagai ketua PBNU malah terjerat sebagai pelaku bid’ah pelindung syi’ah… https://mbasic.facebook.com/photo.php?fbid=3014183154673&id=1265376420&set

***

Pakai nama Ulama tapi bela kesesatan

Para pentolan NU yang “menjilat” Syiah itu menduduki Ormas terbesar di Indonesia, bahkan pakai nama Ulama. Namun perlu diingat, bagaimanapun kalau yang dibela adalah kesesatan, bahkan kesesatan tingkat tinggi seperti syiah yang jelas-jelas pencaci sahabat Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam bahkan isteri-isteri beliau serta kenyataannya sangat memusuhi Islam dan Ummat Islam, maka selayaknya mereka itu diwaspadai. Paling kurang, Umat Islam perlu merujuk ayat-ayat suci Al-Qur’an di antaranya:

{وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (175) وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ } [الأعراف: 175، 176]

175. dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

176. dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS Al-A’raf: 175-176).

Pengkhianat malah dipercaya

Peringatan dalam hadits pun penting untuk diperhatikan benar-benar, di antaranya ini:

Ada peringatan yang perlu diperhatikan pula, yaitu keadaan lebih buruk lagi di mana pendusta justru dipercaya sedang yang jujur justru didustakan, lalu pengkhianat malah dipercaya. Dan di sana berbicaralah ruwaibidhah, yaitu Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. Itulah yang diperingatkan dalam Hadits:

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84  ).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.542 kali, 1 untuk hari ini)