Soeharto Tidak Ingin Dianggap Dekat dengan Negara Komunis, Kini Jokowi Ucapkan Selamat HUT Korut (Negara Komunis) ke Kim Jong-un

  • … hubungan Indonesia-Korut surut di masa Orde Baru. Saat itu Soeharto sebagai presiden melakukan hal tersebut sebab tidak ingin dianggap dekat dengan negara-negara sosialis.
  • Soeharto juga seorang yang alergi terhadap komunisme.
  • Kini Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un, terkait ulang tahun berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea yang ke-72.

(Perlu diketahui: Propaganda adalah hal yang wajib ada pada sebuah negara komunis. Kita ambil contoh saja Korea Utara yang saat ini dipimpin oleh Kim Jong-un. Negeri ini dipenuhi dengan poster dan baliho yang isinya propaganda kebencian kepada negara lain seperti Amerika dan Korea Selatan. Kim Jong-un selalu memupuk kebencian kepada para warganya agar ia [Kim Jong-un] jadi satu-satunya orang yang hebat dan patut dihormati, bahkan disembah./ Lihat: 5 Fakta Mengerikan ini Terjadi Pada Negara Komunis yang Masih Bertahan Sampai Sekarang https://www.boombastis.com/negara-komunis/57811 )

Inilah berita mengenai ucapan selamat HUT Korut ke Kim Jong-un pemimpin negeri komunis yang propagandanya sebegitunya, agar ia dianggap satu2nya orang yang hebat bahkan disembah (ibarat Fir’aun?).

.

***

Jokowi Ucapkan Selamat HUT Korut ke Kim Jong-un


Presiden RI, Joko Widodo. Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korut, Kim Jong-un, terkait ulang tahun Republik Demokratik Rakyat Korea. (Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNN Indonesia — 

Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un, terkait ulang tahun berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea yang ke-72.

Melansir kantor berita Korea Utara, KCNA, Rabu (23/9), pesan Jokowi diterima langsung oleh Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un.

“Izinkan saya untuk menyampaikan kepada Yang Mulia dan rakyat Republik Demokratik Rakyat Korea, ucapan selamat yang tulus atas kesempatan peringatan ke-72 hari berdirinya DPRK pada 9 September 2020,” demikian tulis Jokowi.

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan bahwa semangat peringatan hari kemerdekaan bakal jadi momentum bagi Korut mengatasi tantangan yang ditimbulkan karena pandemi virus corona (Covid-19).

Lebih lanjut Jokowi menyatakan ingin melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin antara Indonesia dan Korut.

“Saya juga ingin menegaskan kembali komitmen saya dalam memperkuat kerja sama antara Indonesia dan DPR Korea untuk kepentingan bersama kedua negara, serta untuk perdamaian dan kemajuan di kawasan dan sekitarnya,” lanjut Jokowi.

Setiap 9 September, warga Korea Utara memperingati hari kemerdekaan.

Korut-Indonesia diketahui telah merajut hubungan diplomatik sejak era Presiden Ir. Soekarno. Saat itu, Soekarno dan pendiri sekaligus pemimpin pertama Korea Utara, Kim Il-sung (kakek Kim Jong-un), bersahabat sangat erat.

 

Soekarno adalah presiden Indonesia yang pertama kali berkunjung ke Korut. Dia berkunjung ke ibu kota Pyongyang pada 1964.

Satu tahun kemudian demi menjaga hubungan baik, Kim Il-sung melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada 1965.

Pada 1961, Indonesia juga sudah membuka membuka kantor urusan kekonsuleran di Korut. Kurang dari tiga tahun, kantor itu naik tingkat menjadi Konsulat Jenderal, dipimpin oleh Sufri Yusuf, dan kini menjadi Kedutaan Besar RI di Pyongyang.

Akan tetapi hubungan Indonesia-Korut surut di masa Orde Baru. Saat itu Soeharto sebagai presiden melakukan hal tersebut sebab tidak ingin dianggap dekat dengan negara-negara sosialis.

Soeharto juga seorang yang alergi terhadap komunisme. Kendati begitu, Korut tetap mempunyai kantor kedutaan besar di Jakarta selama Orde Baru dan sampai saat ini.

(ndn/ayp)

KCNA, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 15:10 WIB

***

Cegah Corona, Kim Jong-un Terapkan Tembak di Tempat Pendatang China


Posted on 11 Maret 2020

by Nahimunkar.org



Korea Utara mungkin satu-satunya negara yang menggunakan cara militer mencegah penyebaran virus corona.

 
 

Terbaru diketahui, bahwa otoritas Korut menerapkan tembak di tempat bagi pendatang dari China yang mencoba masuk ke negara Kim Jong-un itu.

 
 

Melansir Reuters, di mana otoritas China memerintahkan warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korut demi mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut, demikian keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.

 
 

Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.

 
 

China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.

 
 

Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk setempat.

 
 

“Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat di wilayah perbatasan,” kata seorang pemilik restoran di Jian yang menolak menyebut identitasnya.

 
 

Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara itu.

 
 

Menurut peringatan tersebut warga dua kota di Tiongkok itu dilarang memancing, menggembalakan ternak, atau membuang sampah dekat sungai.

 
 

Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan demi mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah meningkatkan status waspada terhadap virus corona jenis baru pada level tertinggi.

 
 

“Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan oleh kepolisian China,” kata otoritas setempat dalam surat peringatan itu.

 
 

“Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara Korut)”.

 
 

Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya, mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan singkat.

 
 

Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa dimintai tanggapan.

 
 

Sebelumnya, tentara Korut telah menembak mati warganya yang diduga terinfeksi, namun melarikan diri (menolak) dikarantina, lansir TheSun.co.uk, mengutip surat kabar Korea Selatan Dong-a Ilbo, beberapa waktu lalu. (ln)

Gelora News 
5 Maret 2020
***

188 Ribu WNA China Masuk Indonesia Januari 2020 Saat Wabah Corona Asal China Sudah Menjangkit Sejak Desember 2019

Posted on 3 April 2020

by Nahimunkar.org


188 Ribu WNA China Masuk Indonesia Januari 2020 Saat Wabah Corona Asal China Sudah Menjangkit Sejak Desember 2019/ Ilustrasi foto prtlislam

Inilah beritanya.

***
 

Yasonna: 188 Ribu WNA China Masuk Indonesia pada Januari 2020


Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly mengungkapkan ada 188 ribu warga negara asing (WNA) asal China memasuki Indonesia pada Januari 2020 atau setelah merebaknya virus corona.

Hal itu dibeberkan Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, ketika menyampaikan data perlintasan WNA yang keluar dan masuk Indonesia setelah merebaknya wabah virus corona.

Dengan jumlah tersebut, WNA asal China paling banyak masuk ke Indonesia pada Januari 2020, disusul WNA dari Singapura, Australia, dan negara lain.


“Dari 10 negara yang warganya masuk ke Indonesia, pertama adalah China yaitu 188.000 orang, Singapura 130.000, Australia 120.000. Lalu Malaysia, India, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia sebanyak 722.000 orang,” kata dia dalam Rapat Kerja Komisi III yang berlangsung melalui teleconference, Rabu (1/4).

Meski demikian, Yasonna menyatakan jumlah WNA yang meninggalkan Indonesia lebih banyak ketimbang yang masuk pada Januari 2020. Ia merinci sebanyak 788.775 WNA keluar dari Indonesia pada Januari 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 195.889 merupakan WNA dari China.

Data itu berubah pada Februari 2020. Kata Yasonna, jumlah WNA asal China yang masuk Indonesia pada bulan tersebut menurun drastis atau tidak masuk 10 besar. 


Ia menyebut penurunan terjadi karena keputusannya mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 3 Tahun 2020 terkait pembatasan masuknya WNA ke Indonesia

“Yang 10 besar [di bulan Februari] itu Malaysia 91 ribu, Australia, Singapura, Jepang, India, Korea Selatan dan lain-lain,” kata dia.

Tren data yang sama terjadi pada Maret 2020. Ia mengatakan kedatangan WNA asal China sudah merosot sangat tajam.

Kebanyakan WNA yang datang ke Indonesia pada Maret berasal dari Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

“Tetapi jumlahnya dalam angka yang lebih kecil,” kata dia.

Yasonna menambahkan setelah keluar kebijakan pembatasan keluar masuk WNA, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi WNA yang sudah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

“Bisa juga bagi orang asing yang memegang visa diplomatik dan visa dinas, orang pemegang izin tinggal diplomatik, tenaga bantuan medis, pangan dan kemanusiaan. Nanti kita buka itu dimungkinkan tentu dengan protokol kesehatan seperti yang berlaku,” kata Yasonna. (rzr/wis)

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 15:44 WIB

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 341 kali, 1 untuk hari ini)