Aksi demo sopir taksi


Jakarta, HanTer– Sopir angkutan umum kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak juga menghentikan operasi transportasi berbasis online.

“Kami kecewa dengan Presiden yang katanya merakyat ternyata tidak membela rakyatnya yang mematuhi undang-undang,” kata Humas Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) Daelani kepada pers, Selasa pagi (22/3/2016).

Menurut Daelani, sikap Jokowi itu dinilai tidak membela rakyat  kecil terutama sopir angkutan umum.

“Kami kan bayar pajak, urus izin usaha, dan lainnya. Sementara taksi online tidak membayar pajak, tidak mengikuti aturan, kok  masih dibolehkan?” ujar Daelani.*/(Akbar)/nasional.harianterbit.com

***

Jokowi Disindir Sopir Bajaj, ‘Dulu ke KPU Kami Antar, Sekarang…’

demo supir bajai

“Pak Presiden, waktu Bapak ke KPU, Bapak saya antar naik Bajaj. Sekarang kami mau mati di diemin aja! Piye to… Pak…???’

Seperti yang diketahui jika massa berdemonstrasi janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal menyejahterakan sopir bajaj. Ratusan massa menuding Jokowi mengkhianati para sopir bajaj. Mereka bahkan membawa poster berisi pesan sindiran bertuliskan:

“Pak Presiden, waktu Bapak ke KPU, Bapak saya antar naik Bajaj. Sekarang kami mau mati di diemin aja! Piye to… Pak…???’

Salah seorang peserta aksi menilai jika Jokowi hanya menjadikan sopir bajaj sebagai ajang pencitraan. Ketika itu Jokowi bersama Jusuf Kalla mendatangi kantor KPU untuk mendaftar dengan naik bajaj agar dikesankan merakyat.

“Jokowi sewaktu kampanye naik bajaj, setahun jadi presiden lupa dia dengan kami” ungkap Supri salah satu sopir bajaj yang ikut demonstrasi, seperti yang dilansir Republika (Selasa, 22/3).

Sopir bajaj menilai Presiden ingkar dengan janji kampanyenya. Mereka mengatakan, keberadaan angkutan berbasis aplikasi daring merugikan sopir bajaj juga sopir taksi lainnya. Mereka menuding keberadaan transportasi daring telah mencuri hak sopir kendaraan konvensional./ .iberita.review

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.006 kali, 1 untuk hari ini)