Sorotan Tajam Adanya Fenomena Manusia Bangga terhadap Kekufuran Pihak Lain

Silakan simak ini.

***

VIRAL… Tanggapan Keras KH. Muhammad Najih Maimoen Terkait Puisi Gus Miftah di Gereja

KH. Muhammad Najih Maimoen atau Gus Najih menanggapi kontroversi puisi dan pernyataan yang disampaikan Gus Miftah saat peresmian Gereja Bethel Indonesia atau GBI di Jakarta beberapa waktu lalu.

 
 

Gus Miftah dalam sambutan/pidato di Gereja Bethel Indonesia menyampaikan hakikatnya kita (umat Islam dan Kristen) adalah satu, yang memiliki Tuhan sama (Dia), cuma beda sebutannya saja.

 
 

“Membenarkan kekufuran kesyirikan. Katanya Miftah ‘kami memanggil Allah, mereka memanggil Yesus Kristus, hanya masalah nama’. Tuhannya berarti sama maksudnya kan? Na’udzubillah min dzalik. Jelas tidak bisa. Tidak bisa sama,” kata putra kedua (alm) KH. Mamoen Zubair itu dalam video yang diunggah chanel Youtube Ribath Darusshohihainpada Senin (3 Mei 2021).

 
 

Selengkapanya video:

 
 

[cuplikan]

Tanggapan KH.Muhammad Najih Maimoen Terkait Puisi Gus Miftah di Gereja

Full : https://t.co/QZTzbzEprO pic.twitter.com/cEPLfybhKK

— ᵗʷⁱᵗ 𝑎𝑘𝑜𝑒 (@Xp0se_) May 2, 2021

[full]

 
 

https://youtu.be/GI_U4d4DJkY

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 03 Mei 2021 KABAR UMAT

***

{لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (72) لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ } [المائدة: 72، 73]

72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih

[Al Ma”idah,72-73]

Fenomena pejabat-pejabat sekarang uluk salam Assalamu’alaikum lalu mengucapkan salam-salam agama2 lain, itu tidak boleh. Itu tasyabbuh dengan orang kafir, tidak boleh. Kalau bangga dengan itu, maka kufur, kata Kyai Najih dalam video itu.

***


Instagram @aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan renovasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, di Jalan Bandengan Utara No. 40, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2021) kemarin. / WartaKotalive.com (Paling kiri Gus Miftah -yang puisinya di Gereja ini disoroti tajam Kyai Najih tersebut di atas. Ketiga dari kiri: Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, red NM).

Orang yang dijagokan oleh banyak Umat Islam pun tampaknya tidak jelas wala’ (loyalitasnya terhadap Islam) dan Baro’ (lepas dirinya dari kekufuran) pada dirinya, bahkan menyatakan bangga terhadap kekufuran.

Dalam Al-Qur’an telah ada kecaman model manusia macam itu.

{ تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ} [المائدة: 80، 81]

80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan

81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik

[Al Ma”idah,80-81]

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 338 kali, 1 untuk hari ini)