TUNTAS.net – Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mencurigai rencana pemerintah untuk melakukan penyederhanaan daya listrik lantaran dampak dari proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik 35.000 mega watt.

Sehingga, kemungkinan ketika proyek itu jadi akan ada surplus cadangan listrik yang lebih besar dimiliki PLN nantinya.

“Jadi gini, kita curigakan, ada surplus di Jawa dari program 35 ribu mega watt, mungkin ini di Jawa sudah surplus, penuh, tapi jangan kemudian masyarakat jadi korban dong,” kata Eni kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/11).

“Tapi kalau memang masyarakat yang membutuhkan untuk kegiatan ekonomi atau sebagainya seperti UMKM, maka itu tidak apa-apa malah harusnya dimudahkan saja.Tetapi kalau enggak (dibutuhkan masyarakat penambahan daya), jangan kemudian dibebankan,” tambahnya.

Ia juga mengaku heran dengan sikap pemerintah, di sisi lain Presiden Jokowi mengakui akan lemahnya daya beli masyarakat, akan tetapi di sisi lainnya justru masyarakat diberikan beban tambahan dengan rencana penyederhanaan daya listrik tersebut.

“Jadikan kaya ambigu gitu ya, jadi bingungkan kitanya, itu langsung tanya pemerintahnya sebenarnya ya, justru kita juga mau tanya ada apa? emang di satu sisi kalau listrik dilebarkan gitu ya otomatis masyarakat bisa jadi konsumtif, sehingga penerimaan negara dari pajak juga akan bertambah pastinya,” sebut politikus Golkar itu.

“Sedangkan daya beli tadi ga ada, mau sih maysarakat dikasih daya hingga 4 ribu, tapi bisa ga beli,? hari ini masyarakat cuman bagaimana bisa beli? gituloh, rakyat pokoknya listrik murah,” pungkas anggota dewan Dapil Jawa Timur X itu.

Sumber: aktual/tuntas.net

(nahimunkar.org)

(Dibaca 419 kali, 1 untuk hari ini)