• Menteri Agama dan Bupati Bogor tidak hadir pada acara aliran sesat LDII

  ldii spandukSpanduk yang bernada ajakan untuk waspada terhadap jamaah LDII itu sengaja dipasang oleh pihak Keluarga Besar Mahasiswa UIKA (Universitas Ibnu Khaldun) Bogor Jawa Barat. Bahkan spanduk itu dipasang di dekat spanduk yang dipasang oleh aliran sesat LDII untuk menyambut Menteri Agama dan Bupati Bogor, tidak jauh dari Gerbang Kampus UIKA Bogor. Spanduk tersebut bertuliskan,  Waspadalah!! Ayo Kita Jaga Masjid Dan Kampus Kita Pasca Penyerangan 15 Juni 2013 Oleh Jamaah LDII.

Menteri Agama dan Bupati Bogor yang diundang pada acara aliran sesat LDII di Bogor Senin sore (15/7 2013)  itu ternyata tidak datang, namun ada media yang (nekat?) memberitakan bahwa Menag hadir.

Aliran sesat LDII belum lama ini mengadakan aksi yang dinilai menodai kesucian masjid di UIKA Bogor dengan memukuli beberapa orang segala, maka telah dilaporkan ke polisi. (lihat judul https://www.nahimunkar.org/aksi-aliran-sesat-ldii-yang-menodai-kesucian-masjid-kini-hadapi-dilema/ ).

Selama ini aliran sesat LDII sering membuat resah keluarga dan masyarakat, karena memang menganggap selain jamaahnya adalah kafir. (lihat judul Aliran Sesat LDII Mengkafirkan Selain Jamaahnya Pakai Hadits Mauquf Lagi Dhaif  https://www.nahimunkar.org/aliran-sesat-ldii-mengkafirkan-selain-jamaahnya-pakai-hadits-mauquf-lagi-dhaif/ ).

 Oleh karena itu MUI merekomendasikan berupa desakan kepada pemerintah untuk membubarkan aliran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam dan sangat meresahkan masyarakjat seperti LDII, Ahmadiyah dan semacamnya.

Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Tidak hadirnya Menteri Agama dan Bupati Bogor pada acara aliran sesat LDII, inilah beritanya.

***

Menteri Agama Tidak Hadir Pada Acara LDII

LEMBAGA Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar acara peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman di Budi Agung, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin sore (15/7). LDII mengundang sejumlah tokoh, diantaranya Suryadharma Ali (Menteri Agama) dan Rahmat Yasin (Bupati Bogor).

Mulai Senin pagi, umbul-umbul LDII sudah ramai sepanjang jalan masuk Komplek Perumahan Budi Agung, Bogor. Di depan Komplek juga sudah terpasang beberapa spanduk berwarna hijau dengan lambang PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Namun, Menteri Agama dan Bupati Bogor tidak datang menghadiri acara tersebut. Warga Budi Agung dan beberapa orang Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) yang memberi keterangan pun mengaku tidak melihat ada iring-iringan mobil PPP atau Menteri Agama.

“Memang ramai dan banyak mobil di depan komplek LDII”, ujar salah seorang warga Budi Agung.

Akan tetapi Menteri Agama tidak menghadiri acara LDII tersebut. Okezone dalam beritanya, salah melaporkan karena menyebut Menteri Agama hadir pada acara LDII di Bogor. Padahal Suryadharma Ali dan sejumlah menteri lain ikut mendampingi Presiden SBY untuk buka puasa di tempat ketua DPR, Marzuki Alie di Kompleks Widya Chandra III No. 10, Jakarta Selatan, Senin sore (15/7).

Situs LDII sendiri membuat liputan yang berjudul “Ponpes Nurul Iman Budi LDII Diresmikan Pemerintah”. Pada liputan tersebut dikatakan pidato Suryadharma Ali dibacakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.

Respon Civitas UIKA

Sementara itu Keluarga Besar Mahasiswa UIKA Bogor tampak memberikan respon terhadap acara LDII yang sarat nuansa politis tersebut. Sebuah spanduk putih terpasang didekat spanduk yang dipasang oleh LDII untuk menyambut Menteri Agama dan Bupati Bogor, tidak jauh dari Gerbang Kampus UIKA Bogor. Spanduk tersebut bertuliskan,  Waspadalah!! Ayo Kita Jaga Masjid Dan Kampus Kita Pasca Penyerangan 15 Juni 2013 Oleh Jamaah LDII.

Spanduk tersebut sempat hampir membuat keributan, karena massa LDII tersinggung. Akan tetapi, seorang laskar FPI berusaha mempertahankan keberadaan spanduk tersebut agar tidak dicopot oleh warga LDII. Pada malam harinya, spanduk milik Keluarga Besar Mahasiswa UIKA pun hilang entah kemana. [em/Islampos] By Pizaro on July 16, 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.569 kali, 1 untuk hari ini)