Spesialnya Wapres China dan Hinanya Rakyat Indonesia Jelang Pelantikan Jokowi

 


 

Oleh : Nasrudin Joha

 

Wakil Ketua MPR Arsul Sani menyebut, pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019) mendatang akan dihadiri oleh para tamu lebih dari 20 negara.

 

Thailand mengutus deputinya untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Sementara Amerika Serikat dan Laos mengirim utusan khusus.

 

Adapun China nampaknya memberi perhatian spesial kepada Jokowi. Wakil Presiden China, Wang Qishan, secara khusus diutus China untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Bahkan, Sebelum ke Jakarta, Wang Qishan terlebih dahulu berkunjung ke kampung halaman Jokowi di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.

 

Pada Jumat (18/10/2019), Wang Qishan mendapat jamuan spesial dari Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di rumah dinasnya, Loji Gandrung. Berbagai tarian tradisional dan makanan tradisional disuguhkan kepada rombongan Wapres China ini. Wang dikabarkan pernah berada di Solo pada sekitar tahun 1960. Kedatangan ke Solo juga untuk bernostalgia masa kecilnya.

 

Untuk menjamu dan melayani tamu-tamu dari luar negeri termasuk tamu spesial dari China, Istana telah menyiapkan 18 mobil Mercedes Benz. Mercedes Benz S 450 L untuk tamu kepala negara atau perdana menteri. Mercedes Benz E 300 untuk utusan kepala negara.

 

Total anggaran yang dikeluarkan untuk menyewa 18 mobil Mercedes Benz tersebut mencapai Rp 1 miliar. Sementara untuk tempat penginapan, Istana merekomendasikan Hotel Fairmont, Mulia, Sultan, Four Season. Alasannya, agar tamu negara tidak memakan banyak waktu saat menempuh perjalanan menuju gedung DPR/MPR pada tanggal 20 Oktober.

 

Lantas apa yang telah dipersiapkan istana untuk menyambut rakyat dalam pelantikan ? Suguhan apa yang akan dipersembahkan istana untuk rakyat ?

 

Nampaknya rakyat nasibnya tak seindah tamu negara, apalagi tamu dari China. Rakyat tidak akan mendapatkan layanan mobil mewah, penginapan megah, apalagi sempat mendapat jamuan spesial dan tari-tarian hangat dari penguasa.

 

Rakyat, telah disuguhi kawat berduri, larangan menyampaikan pendapat padahal itu satu-satunya yang dimiliki rakyat, bahkan sudah disiapkan 31.000 pasukan untuk ‘menyambut’ (baca: menghadang) rakyat. Wajar saja tak ada kebahagiaan yamg dirasakan rakyat dalam pesta ini. Hina sekali perlakuan rezim ini pada rakyatnya ?

 

Sementara Wapres China seperti mengunjungi salah satu provinsinya saja. Mendapat penyambutan dan pelayanan serba wah, bahkan bisa bernostalgia hingga ke solo, mendapat hidangan lezat diiringi tarian hangat.

 

China juga tak mencukupkan staf atase atau kedubes yang menghadiri pelantikan. Mungkin karena China menganggap Indonesia salah satu provinsinya, maka yang diutus langsung Wapres China. Bahkan, layaknya mengunjungi provinsi bawahan, Wapres China juga nyambi plesir ke Solo, tidak hanya menghadiri pelantikan.

 

Itulah perlakuan berbeda yang disuguhkan penguasa pada rakyat di negeri ini. Meskipun kekuasan ditopang oleh pajak rakyat, tapi mereka tidak bekerja melayani rakyat sebagaimana mestinya. Justru, kepada China yang tidak pernah membayar pajak pelayanannya begitu terlihat istimewa. [].

Gelora News
19 Oktober 2019

***

Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

Posted on 3 April 2019by Nahimunkar.com

 

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

 

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan pic.twitter.com/5baUWkiiB1

 

— DEWO.PB (@putrabanten80) April 2, 2019

 

Inilah beritanya.

 

***

 

Ungkap Delegasi Uighur Ditolak Jokowi, Salim Said: Indonesia Merdeka Apa Dijajah China?

Eramuslim.com – Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib muslim Uighur di Xinjiang China, diragukan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said.

 

Dalam sebuah video wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Salim mengungkap fakta bahwa Presiden Joko Widodo pernah menolak kedatangan delegasi Uighur di Istana Kepresidenan.

 

 

“Delegasi muslim Uighur datang diantar oleh Din Syamsudin, sudah datang di depan Istana mau ketemu presiden, (tapi) ditolak presiden,” kata Salim Said dalam cuplikan video yang diunggah akun twitter @putrabanten80, Selasa (2/4).

 

Padahal, kata Salim, Jokowi bisa saja mendapat citra yang positif jika sudi menerima delegasi Uighur yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan dunia, termasuk perhatian dari Indonesia.

 

Namun yang cukup mencengangkan, Presiden Jokowi justru menolak delegasi dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

 

“Orang ini (Uighur) datang bawa AlQuran tulisan tangan sebagai hadiah kepada presiden RI, presiden sebuah negara dengan penduduk Islam yang besar, itu kan bagus kalau diterima, tapi katanya ditolak,” jelasnya.

 

“Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah China,” imbuhnya.

 

Mendengar alasan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini menganggap bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

 

“Ini kan aneh. Apa kita ini bangsa merdeka apa bangsa terjajah oleh Tiongkok?” tandasnya.

 

 

DEWO.PB@putrabanten80

 

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

 

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan

 

[rm]/eramuslim.com – Redaksi – Rabu, 26 Rajab 1440 H / 3 April 2019

 

***

 

Sebaliknya, para teroris pembakar Masjid Tolikara di Papua justru dijamu Jokowi di Istana Jakarta.

 

***

 

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015 – by Nahimunkar.com

 

 

Teroris gidi pembakar mesjid dijamu jokowi di istana/ foto posmetro

 

Aceh Singkil di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

 

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

 

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua, ketika jamaahnya sedang melaksanakan solat Idul Fitri—malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

 

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

 

***

 

Ancaman Allah Ta’ala terhadap yang setia kepada orang kafir

Setiap muslim diancam oleh Allah Ta’ala, bila setia alias loyal kepada orang kafir maka dinilai sebagai bagian dari mereka. Dan itu disebut oleh Allah Ta’ala sebagai

 

tingkah yang “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka”.

 

Firman Allah Ta’ala yang menegaskan masalah itu cukup banyak. Di antaranya:

 


تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [المائدة/80، 81]

 

(80) Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (81) Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah: 80, 81)

 

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

 

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

 

{ ومن يتولهم منكم } أي أيها المؤمنين { فإنه منهم } ، لأنه بحكم موالاتهم سيكون حرباً على الله ورسوله والمؤمنين وبذلك يصبح منهم قطعاً) أيسر التفاسير للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani) itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut tafaasiir juz 1 halaman 356).

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 1.137 kali, 1 untuk hari ini)