• Isu terorisme telah merusak ajaran Islam. Orang mau silaturahim dituduh teroris. Mau menginap dituduh teroris.  Sebenarnya, siapa di belakang ini semua, jangan-jangan ini bentuk balas dendam kelompok tertentu terhadap umat Islam atas peristiwa berdarah yang pernah terjadi sebelumnya. Suatu saat pasti akan terbongkar
  • Tokoh Islam Jangan Kelu. Sangat disesalkan jika banyak tokoh Islam yang diam seribu bahasa untuk membela saudaranya yang terzalimi karena salah tangkap. Seakan lidah mereka kelu. Bisa jadi mereka takut bicara. Kita bukan mendukung teroris, tapi kalau ada kejanggalan, kenapa tidak ngomong. Bagaimana nanti kalau anak dan keluarga kita yang terkena fitnah?

Jakarta (VoA-Islam) – Pengamat teroris Mustofa B Nahrawardaya menilai kerja Densus 88 yang menangkap Davit Ashary, Herman Setyono dan Sunarto Sofyan (Nanto) sebagai kerja yang “jorok” dari Densus 88. Harus diakui, tidak semua kerja Densus 88 dan intelijen itu sempurna. Banyak ditemui kejanggalan-kejanggalannya.

Kabar terakhir datang dari Tim Pengacara Musli Achmad Michdan: Davit Ashary, Herman Setyono dan Sunarto Sofyan (Nanto) kini telah dibebaskan dari Mako Brimob, kemarin, Jumat (2/11).

Menurut Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), diduga belakangan ini ada pertarungan batin dan persoalan internal di tubuh Densus 88 dan BNPT itu sendiri. Konflik internal ini bisa berefek pada personal-personal mereka. “Coba cermati personil polisi yang tewas di Solo, agamanya apa? Boleh jadi mereka dibunuh oleh sesama Densus 88 itu sendiri. Itu yang saya dengar dan laporan yang saya terima,” ujar Mustofa kritis.

Hal senada juga dikatakan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH. Muhammad Al Khaththath di kantor MUI belum lama ini. Suatu ketika, ada seseorang yang salah tangkap lalu digebuki polisi saat diinterogasi. Dengan kata-kata kasar, polisi itu mendesak agar orang yang diinterogasi itu mengaku sebagai pelaku teroris.  Dengan kata kasar tidak mempan untuk mengaku, polisi itu memancing emosi dengan menghina Nabi Muhammad Saw. Ketika Nabi Muhammad saw dihina, yang marah justru anggota Densus 88 yang muslim, tidak terima sesama rekannya menghina nabi Muhammad Saw.

Munarman melalui BB yang diterima Voa-Islam, membenarkan jika di tubuh Densus 88 ada grup polisi kafir (kristen, katolik, hindu) yang langsung dibawah Gorries Merre, dan difasilitasi oleh Tommy Winata. Mereka menggunakan institusi Densus untuk menjalankan agenda George W Bush. Makanya simbol freemason Inggris (Keturunan Richard — musuh Shalahuddin Al Ayyubi) memberi gelar kepada SBY sebagai Knight Grand Cross (Ksatria Salib Agung) karena sudah merestui dan memberi jalan yang leluasa, bahkan mengarahkan “batalyon salib” berkedok Densus 99 dalam melancarkannya.

Modus Baru Densus 88

Mustofa Nahrawardaya menilai, sekarang ini mulai berubah teknik Densus 88 dan BNPT untuk menyudutkan agama tertentu, dengan menyebut adanya kelompok-kelompok baru yang namanya dimirip-miripkan dengan ormas Islam tertentu. Sebagai contoh, nama HASMI.

“Penyebutan itu memang sengaja dimirip-dimiripkan. Suatu ketika bukan tidak mungkin, akan muncul nama  NU dengan akronim berbeda. Saya sudah bertemu dengan HASMI (Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami). Ormas Islam ini memiliki potensi besar untuk maju, punya banyak asset seperti radio, dan memiliki banyak kader berusia muda. Ormas Islam ini punya visi dan misi ke depan.”

Penyebutan nama HASMI oleh Polri, meski memiliki akronim yang berbeda, adalah cara-cara yang paling murah, mudah dan praktis untuk menyudutkan kelompok Islam tertentu. “Dengan men-searching di internet, kira-kira mana lembaga yang memiliki potensi besar untuk kemudian dibusukkan. Meski secara akronim berbeda, HASMI original tentu saja merasa dirugikan.”

Kalau cara ini dipraktekkan terus menerus, kata Mustofa, maka akan terbaca juga, sehingga menjadi pola dan sistem yang dibuat khusus untuk melibas dan membasmi ormas-ormas Islam yang punya potensi besar.

Tak dipungkini, beberapa ormas Islam dipaksa untuk melakukan MoU dengan BNPT untuk memerangi terorisme ala Densus 88. “Ormas Islam akhirnya tidak memiliki kekuatan, sehingga lidah mereka kelu. Itu akibat MoU yang sudah mereka teken, termasuk ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Tapi tidak seluruh aktivis NU dan Muhammadiyah menandatangani MoU tersebut. Namun ada majelis-majelis tertentu yang menandatangani MoU dengan BNPT.”

Mustofa memprediksi, fitnah yang digulirkan oleh BNPT ini akan terus terjadi. Bukan tidak mungkin ormas besar Islam seperti NU dan Muhammadiyah akan difitnah. Tinggal waktu saja.

Tokoh Islam Jangan Kelu

Mustofa sangat menyesalkan jika banyak tokoh Islam yang diam seribu bahasa untuk membela saudaranya yang terzalimi karena salah tangkap. Seakan lidah mereka kelu. Bisa jadi mereka takut bicara. “Kita bukan mendukung teroris, kalau ada kejanggalan kenapa tidak ngomong, bagaimana nanti kalau anak dan keluarga kita yang terkena fitnah.”

Isu terorisme, lanjut Mustofa, telah merusak ajaran Islam. Orang mau silaturahim dituduh teroris. Mau menginap dituduh teroris.  Sebenarnya, siapa di belakang ini semua, jangan-jangan ini bentuk balas dendam kelompok tertentu terhadap umat Islam atas peristiwa berdarah yang pernah terjadi sebelumnya. Suatu saat pasti akan terbongkar.Desastian Sabtu, 03 Nov 2012/  Sstttt…Sesama Densus 88 Dikabarkan Terjadi Konflik Internal

***

Membela Islam dalam bentuk apapun berpahala, dan Allah akan balikkan tipu daya musuh Islam

Apapun yang dilakukan muslimin dalam rangka membela Islam dan menghadapi musuh yang membenci Islam, maka akan berpahala. Bahkan membikin mangkelnya musuh Islam pun berpahala. Karena Allah telah berjanji:

مَا كَانَ لأهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِنَ الأعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ وَلا يَرْغَبُوا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلا نَصَبٌ وَلا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلا إِلا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (١٢٠)

120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.  (QS At-Taubah: 120).

Tipu daya mereka yang memusuhi Islam pun akan dibalikkan oleh Allah Ta’ala.

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٥٠)

50. Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. (QS An-Naml/ 27: 50).

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

… rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. (Fathir/ 35: 43).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.214 kali, 1 untuk hari ini)