Demo tangkap Ahok di KPK (IST)


Staf Khusus era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief membongkar adanya upaya menyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

“Siapa yang mencoba menyuap Efdinal auditor BPK? Tugas KPK menemukannya. Tidak susah menangkap koruptor kasus sumber waras,” kata Andi Arief @AndiArief_AA.

Andi mengatakan, ada upaya menyuap audit BPK dalam kasus RS Sumber Waras tetapi gagal. “Kalau dugaan saya, ada upaya “nyumpel BPK” tapi gagal. Korupsi kampungan ini hanya berhasil kalau BPK disumpel,” ungkap Andi.

Andi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima penetapan tersangka kasus RS Sumber Waras hanya menunggu hari. “KPK menurut informasi masih waras. Tinggal menghitung hari. Mudahan TSK nya sehat dan tidak pura-pura gila,” ungkap Andi.

Kata Andi, dalam kasus RS Sumber Waras Ahok merasa tidak bersalah padahal data audit BPK menunjukkan ada kerugian negara. “Ahok terlihat tidak merasa bersalah. Silahkan anda berkunjung ke Sukamiskin, semua yang terpidana tak ada yang merasa bersalah,” ungkapnya.

Andi mengatakan, pekerjaan paling mudah seorang auditor melihat transaksi tidak lazim, melihat harga NJOP. “Itu paling mudah, karena belum masuk pokok audit,” jelas Andi.

Sumber: suaranasional.com/18/04/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.283 kali, 1 untuk hari ini)