Statement Ugal-Ugalan Yudian Kepala BPIP/ Rektor UIN Jogja Dipertanyakan Said Didu: Mau Hancurkan Agama?



Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi (yang juga Rektor UIN Jogja yang pro disertasi penghalalan zina, red NM) tengah menjadi polemik hari ini. Pasalnya, dia menyampaikan statement ugal-ugalan terkait posisi agama yang katanya menghancurkan ideologi Pancasila.

Dalam sebuah acara yang diposting salah satu media online, Yudian Wahyudi mengatakan Pancasila dibunuh secara administratif oleh agama.

Sebagai contohnya, dia melihat asas keorganisasian ataupun asas partai politik pasca orde baru boleh memilih Islam sebagai landasan pergerakannya, dan dicantumkan di dalam AD/ART-nya masing-masing.

Hal inilah yang kemudian dipertanyakan oleh mantan Ketua Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muhammad Said Didu.

Dalam akun twitternya @msaid_didu, dia memposting sebuah berita media nasional yang memuat pernyataan Yudian Wahyudi dengan judul “Kepala BPIP Sebut Agama Sebagai Musuh Terbesar Pancasila”.

Postingan tersebut, tayang sejak pukul 10:34 WIB, Rabu 12  Februari 2020.

Tidak hanya memposting kanal berita online itu, mantan Komisaris PT Bukit Asam Tbk ini menuliskan kritik pedasnya terhadap pemerintah, terkhusus kepada Presiden Joko Widodo dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

“Apakah memang tujuan Presiden dan BPIP menghancurkan agama sehingga dianggap musuh Pancasila?” cuit Said Didu singkat. 

Apakah memang tujuan Presiden dan BPIP menghancurkan agama sehingga dianggap musuh Pancasila ?

Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila https://t.co/7SiSmta8M1

— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) February 12, 2020

[portal-islam.idRabu, 12 Februari 2020  Berita NasionalSosial Media

 

***

Astaghfirullaah! Yudian Rektor UIN Jogja yang Pro Disertasi Penghalalan Zina dan Larang Cadar, Diangkat Jadi Ketua BPIP

Posted on 7 Februari 2020

by Nahimunkar.org

Astaghfirullaah! Yudian Rektor UIN Jogja yang Pro Disertasi Penghalalan Zina dan Larang Cadar, Diangkat Jadi Ketua BPIP

  • MUI: Sikap Prof Yudian memberi ruang terhadap kajian seks di luar nikah dan pelarangan cadar adalah tindakan yang liberal dan bertentangan dengan Pancasila.

  • “Mosok orang radikal liberal jelas kontra Pancasila jadi Kepala BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) lalu bagaimana bina ideologi pancasila jika pembinanya berfaham kontra Pancasila?” tegas Anton dari MUI Pusat.

https://www.nahimunkar.org/astaghfirullaah-yudian-rektor-uin-jogja-yang-pro-disertasi-penghalalan-zina-dan-larang-cadar-diangkat-jadi-ketua-bpip/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 301 kali, 1 untuk hari ini)