Status Hadits Tentang Nur Muhammad


Tanya:

Ust, tanya kesahihan hadis berikut?

(لو لاك ما خلقت الأفلاك)

Jawab:

(لو لاك ما خلقت الأفلاك)

Jika bukan karenamu (Muhammad), Aku tidak akan menciptakan alam raya.

Pernyataan di atas sering dinukil oleh sebagian kalangan sebagai hujjah untuk mengagungkan nabi Muhammad saw. Hanya saja, ia bukan hadis.

Menurut Imam Syaukani bahwa ia adalah hadis palsu (Al fawaid al Majmuah fi al Ahadis al-Maudhuah)

Imam Adzahabi dan juga al Albani dalam Sisilah adh Dhaifah mengatakan ia hadis palsu.

Ringkasnya ia bukan hadis dan tidak dapat dijadikan sebagai hujjah.

Wallahu a’lam.

 7 Agustus 2019

https://tanyajawabagama.com/status-hadits-tentang-nur-muhammad/

***

HADITS PALSU POPULER: 002 “NUR MUHAMMAD”

 

 

أَوَّلُ ما خَلَقَ اللهُ نُور نبيِّكَ يا جابِرُ!

 

“Makhluk yang pertama kali diciptakan adalah cahaya Nabi-mu, wahai Jabir!”

 

Hadits ini juga sangat populer, terutama di kalangan ahli khurafat dan ahli tashawwuf, yang seringkali mengucapkan sanjungan-sanjungan berlebihan kepada Nabi yang kita yakini seyakin-yakinnya bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam tidak ridha dengannya.

 

 

Perhatikanlah bersamaku ucapan dari penulis Dalaa’il Al-Khairaat[1]:

 

 

اللهم زده نورا على نوره الذي خلقته منه

 

“Ya Allah, tambahkanlah dia cahaya di atas cahaya yang telah Engkau cipatakan darinya.”

 

TIDAK ADA ASALNYA. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa hadits ini adalah dusta berdasarkan kesepakatan Ahli Hadits.[2] Demikian juga ditegaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Sahman.[3] As-Suyuthy juga menegaskan bahwa hadits ini tidak ada sanadnya.[4] Demikian juga Jamaluddin Al-Qasimy[5] dan Muhammad Rasyid Ridha[6], keduanya menegaskan bahwa hadits ini tidak ada asalnya.

 


 

Anehnya, sebagian orang yang mempromosikan hadits ini menisbatkan hadits ini pada Mushannaf Abdurrazzaaq[7], padahal ini hanyalah sekadar omong kosong belaka yang tidak ada kenyataannya. Karena ternyata yang benar ini hanyalah dibuat-buat oleh tokoh-tokoh tashawwuf seperti Ibnu Araby, Ibnu Hawaih dan Al-Bakry.[8] Maka janganlah Anda tertipu!

 

Abdullah Al-Ghumairy[9] berkata dalam risalahnya Mursyid Al-Haair li Bayaan Wadh’ Hadiits Jaabir, “Menyandarkan hadits ini kepada Abdurrazzaq merupakan suatu kesalahan, karena tidak ada dalam Mushannaf-nya, Jami’nya, maupun Tafsir-nya! Hadits ini jelas maudhu’ (palsu) dan di dalamnya terdapat istilah-istilah tashawwuf. Sebagian orang sekarang membuat sanad hadits ini dan menyebutkan bahwa Abdurrazzaq meriwayatkannya dari jalur Ibnu Munkadir, dari Jabir. Semua ini adalah dusta dan dosa. Kesimpulannya, hadits ini munkar, palsu, dan tidak ada asalnya dalam kitab-kitab hadits.”[10]

 

Dari segi matan, hadits yang sangat populer ini adalah bathil. Demikian juga semua hadits yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya adalah bathil, ditinjau dari beberapa hal:

 

Pertama: Hal itu bertentangan dengan ketegasan Allah dan Rasul-Nya, yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia biasa.

 

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ

 

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”.” (Q.S. Al-Kahfi: 110)

 

Kedua: Bertentangan juga dengan hadits:

 

خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

 

“Malaikat diciptakan dari cahaya, Iblis diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan pada kalian.”[11]

 

Hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa hanya Malaikat yang diciptakan dari cahaya, bukan Adam dan anak keturunannya.[12]

 

Ketiga: Keyakinan ini hanyalah ucapan sebagian ahli khurafat dan orang-orang sufi yang tidak ada asalnya. Ucapan yang bathil dan kedustaan belaka.[13]

 

Bahkan, kalau kita telusuri ternyata keyakinan ini adalah hasil pemikiran filsafat Plato yang pada dasarnya menjurus kepada keyakinan wihdatul wujuud (bersatunya hamba dengan Allah). Karena menurut mereka: manusia tercipta dari cahaya Muhammad. Dan Muhammad tercipta dari cahaya Allah. Dengan demikian, maka mereka adalah suatu bagian dari Allah.[14]

 


 

[1] Lihat kembali tulisan Ust.Abu Ubaidah As-Sidawy tentang kitab ini, “Menyorot Kitab Dalaail Khairaat”, dalam Majalah Al-Fur’an, edisi 11, tahun V/1427 H.

[2] Majmuu’ Al-Fataawaa, Ibnu Taimiyyah, II/43

[3] Ash-Shawaa’q Al-Mursalah Asy-Syihaabiyyah, Sulaiman  bin Sahman, hal. 15

[4] Al-Haawy li Al-Fataawy, Jalaluddin As-Suyuthy, II/43

[5] Syarh Al-Arba’iin Al-Ajluniyyah, Jamaluddin Al-Qasimy, no. 343

[6] Fataawa Rasyid Ridha, II/447

[7] Seperti yang dilakukan oleh Dr. Isa bin Abdullah Al-Himyary dalam kitabnya Juz Al-Mafquud min Al-Juz Al-Awwal min Mushannaf Abdirrazzaaqtaqdimi Dr. Muhammad Sa’id Mamduh Al-Mishry. Kitab ini telah dibongkar kedustaannya secara ramai oleh para ulama masa kini. Lihat penjelasannya dalam Difaa’ an An-Nabiy wa Sunnatihi Muthahharah, oleh Muhammad Ziyad bin Umar At-Tuklah, cet. Daarul Muhaddits.

[8] Lihat An-Nuur Al-Muhammady baina Hadyi Kitaab al-Mubiin wa Ghuluww Al-Ghaalliin oleh Addaab Mamduh Al-Himsy.

[9] Kami kutip ucapan beliau karena ada sesuatu yang unik. Ia adalah seorang yang menggeluti ilmu hadits sekaligus pengagum Tashawwuf. Syaikh Muhammad Alwi Al-Maliky memujinya, “Al-Allaamah, Al-Fqih, Ahli Hadits Maghrib, bahkan Ahli Hadits dunia.” (Mafaahim Yajibu an Tushahhah, hal. 19). Jadi, yang mendustakan hadits palsu ini bukan saja para ulama Ahlus Sunnah, tetapi tokoh-tokoh Tasawwuf sendiri mengakuinya, seperti Abdullah Al-Ghumairy, Ahmad Al-Ghumairy, Abdullah Al-Habsyy, Hasan As-Saqqaf, Abdul Fattah Ghuddah dan lain-lain. (Lihat Difaa’ an As-Sunnah, Muhammad At-Tuklah, hal 105-107)

[10] Lihat secara lebih luas tentang hadits ini dalam risalah Tanbiih Al-Hudzdzaq ala Buthlaani Maa Syaa’a Baina Al-Anaam min Hadiits Nuur Al-Manshuub li Mushannaf Abdirrazzaaq, oleh Ahmad Abdul Qadir Asy-Syinqithy, taqdim Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, An-Nuur Al-Muhammady oleh Addab Mahmud Al-Himsy, Difaa’ An An-Nabiy oleh Syaikh Ziyad At-Tuklah, Khashaaish Mushthafaa baina Al-Ghuluww wa Al-Jafaa’, Dr. Shadiq Muhammad, hal. 77-104, Al-Qaul Al-Fashl fi Hukm Al-Ihtifaal bi Maulid Khair Ar-Rasuul, Syaikh Ismail Al-Anshary, II/703-714, Majalah Al-Furqan, edisi 8/tahun 7/1429 H.

[11] Shahiih Muslim, VIII/226

[12] Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah, Muhammad Nashiruddin Al-Albany, no.458

[13] Fataawa Nuur ala Darb, Syaikh Abdul Aziz bin BaazI/112-113

[14] Lihat: Khashaa’ish Mushthafa, Dr. Shadiq bin Muhammad, hal 89-92, dan Al-Haqiiqah Al-Muhammadiyyah Am Al-Falsafah Afluthiyyah, oleh Ayidh bin Sa’ad Ad-Dusary.

 

 ——————————————–

 

Dari kitab Koreksi Hadits-hadits Dha’if Populer, karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi, Media Tarbiyah, cet. ke-3, Desember 2011

 

Ditulis ulang dengan sedikit perubahan oleh Hasan Al-Jaizy

Saturday, February 2, 2013

 

http://dirasat-hadits-dan-tarikh.blogspot.com/2013/02/hadits-palsu-populer-002-nur-muhammad.html

***

 

Tiada Hadis Shahih Tentang Nur Muhammad

 

20FEB 2018


Aqidah Nur Muhammad adalah antara keyakinan keliru yang digagas oleh aqthâb (tokoh) Sufi, disebarkan dan dibela oleh mereka. Mereka mengatakan, “Yang pertama kali diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla adalah Nur Muhammad. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya dan kalaulah tidak ada beliau, maka alam ini tidak akan pernah diciptakan.”

Yusuf Ismail an-Nabhani berkata, “Ketahuilah, bahwasannya tatkala Allah berkehendak untuk menciptakan para makhluk-Nya, Dia menampakkan haqiqat Muhammad dari cahaya-cahaya-Nya, kemudian dengan sebabnya tersingkaplah seluruh alam dari atas hingga bawahnya …….kemudian terpancarlah darinya sumber ruh-ruh, sedangkan dia (Muhammad) merupakan jenis (ruh) yang paling tinggi di atas segala jenis dan sebagai induk terbesar bagi seluruh makhluk yang ada.” (Yusuf Ismail an-Nabhani, Al-Anwar al-Muhammadiyyah hlm. 9)

Ini mengandung pengertian bahawa Allah Azza wa Jalla menciptakan Muhammad dari cahaya-Nya sebelum penciptaan Adam, bahkan sebelum menciptakan seluruh alam. Dan bahwa segala sesuatu diciptakan dari Nur Muhammad.

Apa yang mereka sampaikan di atas, adalah anggapan yang batil dan pernyataan yang tidak memiliki dasar dari al-Qur`an maupun Hadits Nabi yang shahih. Di antara hujah-hujah pembelaan mereka terhadap Nur Muhammad adalah:

Hadis Pertama

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Tujuan Penciptaan Makhluk

“Seandainya bukan karenamu (Nabi Muhammad), Aku (Allah) tidak akan menciptakan makhluk.”

Hadis di atas sangat popular di kalangan masyarakat umum, sampai-sampai dianggap oleh sebagian mereka sebagai ayat al-Qur’an. Syaikh Abdurrohman Abdul Kholiq bercerita: “Suatu saat, sekitar tahun 1381 H bertepatan dengan 1960 M, saya pernah menyampaikan ceramah di Masjid Nabawi tentang aqidah yang benar mengenai Rasul, lalu ada seorang jama’ah haji yang sudah tua berdiri menghadapku seraya mengatakan: ‘Bukankah Allah berfirman:

“Seandainya bukan karenamu (Nabi Muhammad), Aku (Allah) tidak akan menciptakan makhluk.” 

Aku pun menjawab: ‘lni bukan ayat al-Qur’an, juga bukan hadis, dan kandungannya juga tidak benar.’ Lihatlah wahai saudaraku, bagaimana hadis ini begitu populer di masyarakat sampai-sampai dianggap sebagai ayat al-Qur’an, padahal bukan.” (Syaikh Abdurrahman Abdul Kholiq, Al-Fikru Shufi hlm, 194)

Takhrij Hadis

Diriwayatkan ad-Dailami dalam Musnad-nya: 2/41 dari jalur Ubaidulloh bin Musa al-Qurosyi: “Menceritakan kepada kami Fudhoil bin Ja’far bin Sulaiman dari Abdush Shomad bin Ali bin Abdulloh bin Abbas dari ayahnya, Ibnu Abbas secara marfu’.”

Derajat Hadits

MAUDHU‘.

Sebagaimana dikatakan ash-Shoghoni. Kecacatan hadis di atas terletak pada Abdush Shomad. Al-Uqoili berkata tentangnya: “Hadisnya tidak terjamin dan orang-orang sebelum Abdush Shomad tidak saya kenal.” (Al-Ahadits al-Maudhu’ah hlm. 7)

Ibnul Jauzi juga meriwayatkan dalam al-Maudhu’at: 1/288-289 dari Sahabat Salman radhiyallahu ‘anhu, lalu berkomentar: “Hadisnya maudhu’.” Komentar beliau tersebut disetujui as-Suyuthi dalam al-Ala’i: 1/282. (Silsilah Ahadits adh-Dho’ifah: 282)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Ucapan ini bukanlah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik dari jalur yang shahih maupun lemah, tidak dinukil oleh seorang pun ahli hadis, baik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau dari sahabat. Bahkan ucapan ini tidak diketahui siapa yang mengucapkannya.” (Majmu’ Fatawa: 11/96)

Kritik Atas Matan Hadits

Makna hadits ini pun tidak benar kerana bertentangan dengan firman Alloh:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah, bukan kerana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan setelah kita meneliti kitab-kitab tafsir ulama tentang ayat ini, ternyata tidak satu pun di antara mereka yang menafsirkan ayat di atas dengan hadis ini sekalipun untuk membawakan pendapat yang lemah. Seandainya saja hadis ini menjadi pegangan ulama, niscaya akan mereka tampilkan dalam menafsirkan ayat di atas.  (Khosho’ish al-Mushthofa Bainal Ghuluw wal Jafa’ kar. Dr. Shodiq bin Muhammad hlm. 112-113.)

Hadits Kedua

Aqidah Nur Muhammad

“Makhluk yang pertama kali diciptakan adalah cahaya Nabimu wahai Jabir!”

Hadits ini sangat populer di kalangan ahli khurafat dan ahli tasawuf yang selalu berlebihan menyanjung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita yakin bahawa beliau tidak redha disanjung sampai melampaui batas. Marilah kita perhatikan ucapan penulis Dala’il Khoirot:

“Ya Alloh, tambahkanlah dia cahaya di atas cahaya yang telah Engkau ciptakan darinya. “

Derajat Hadis

TIDAK ADA ASALNYA.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa hadis ini adalah dusta menurut kesepakatan ahli hadits. (Majmu’ Fatawa: 18/367)

As-Suyuthi juga menegaskan bahwa hadis ini tidak ada sanadnya. (Al-Hawi lil Fatawi: 2/43)

Muhammad Rasyid Ridho di dalam fatwanya juga mengatakan hadis ini tidak ada asalnya. (Fatawa Rosyid Ridho: 2/447)

Anehnya, sebagian orang yang mempromosikan hadits ini menisbatkannya pada Mushonnaf Abdur Rozzaq padahal ini hanyalah omong-kosong belaka yang tidak ada kenyataannya, karena yang benar hadits ini hanyalah dibuat-buat oleh tokoh-tokoh tasawuf seperti Ibnu Arobi, Ibnu Hamawaih, dan al-Bakri. (Lihat an-Nur al-Muhammadi Baina Hadyi Kitab Mubin wa Ghuluwi Gholin kar. Addab al-Himsy hlm. 46.)

Kritik Atas Matan Hadits

Hadis yang popular ini adalah batil. Begitu pula semua hadis yang menegaskan bahawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya batil ditinjau dari beberapa hal:

1. Hal itu bertentangan dengan ketegasan Allah dan Rasul-Nya yang menegaskan bahawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia biasa:

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا } [الكهف: 110]

Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Ilah (sembahan) kamu itu adalah Ilah Yang Esa.'” (QS. al-Kahfi [18]: 110)

Selain itu, bertentangan juga dengan hadis:

“Malaikat diciptakan dari cahaya, iblis diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan pada kalian. ” (HR. Muslim)

Hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa hanya malaikatlah yang diciptakan dari cahaya, Adam dan anak keturunannya tidak. (Silsilah Ahadits ash-Shohihah: 458)

2. Keyakinan ini hanyalah ucapan sebagian ahli khurofat dan orang-orang Sufi yang tidak ada asalnya, ucapan yang batil dan kedustaan belaka. (Fataiua Nur ‘Ala Darb kar. Syaikh Abdul Aziz bin Baz: 1/112-113)

kalau kita telusuri ternyata keyakinan ini adalah hasil pemikiran filsafat Plato yang pada dasarnya menjurus kepada keyakinan wihdatul wujud (bersatunya hamba dengan Allah) karena menurut mereka, manusia tercipta dari cahaya Muhammad dan Muhammad tercipta dari cahaya Allah. Sebab itu, mereka adalah suatu bagian dari Allah. (Lihat Khosho’ish al-Mushthofa kar. Dr. Shodiq bin Muhammad hlm. 89-92, al-Haqiqoh al-Muhammadiyyah ‘Am al-Falsafat Afluthiyyah kar. ‘Ayidh bin Sa’ad ad-Dusari.)

Dengan demikian, sudah jelas, penyimpangan aqidah Nur Muhammad yang diyakini oleh sebagian orang (kaum Sufi dan Ahli Khurafat). Sebuah keyakinan yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada umat Islam. Maka, harus disingkirkan jauh-jauh dari umat Islam.

Wallahu a’lam.

https://kajianintelektualislam.wordpress.com/2018/02/20/tiada-hadis-shahih-tentang-nur-muhammad/

 

***

 

Nur Muhammad, Makhluk Pertama?

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Rabiul Awwal tampak ramai dengan geliat peringatan Maulud Nabi. Tapi bukan masalah Maulud Nabi pembahasan kita kali ini. Melainkan konten yang sering disampaikan oleh penceramah, khathib maupun yang menulis tentang kelahiran Nabi shallallahu alaihi wasallam. Salah satu konten yang berseliweran di mata dan telinga adalah tema Nur Muhammad. Segolongan kaum muslimin ada yang meyakini bahwa pertama yang dicipatakan Allah sebelum segala sesuatu ada adalah Nur Muhammad. Selanjutnya, penafsiran tentang Nur Muhammad berikut cerita tentangnya sangat banyak versi disebutkan oleh orang-orang yang meyakininya.

Ada yang menyebutkan bahwa segala sesuatu diciptakan dari nur (cahaya) Muhammad. Ada lagi yang mengatakan bahwa Muhammad diciptakan dari nur Allah. Sebagian lagi mengatakan, “Kalaulah tidak ada dia (Muhammad), matahari, bulan, bintang, lauh, dan Qolam tidak akan pernah diciptakan.”Bahkan ada lagi yang berkata bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah nyawa suci yang merupakan penampakan dzat Tuhan. Serta pendapat-pendapat lain yang sebagiannya kelewat batas dalam mengagungkan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Asal Penciptaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Riwayat paling pokok yang dijadikan alasan meyakini nur Muhammad adalah,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قاَلَ، قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ، بأبى أنت وأمى! أَخْبِرْنِى عَنْ أَوَّلِ شيْئٍ خَلَقَهُ الله ُقَبْلَ ْالاَشْيَاءِ؟ قَالَ يَا جَابِرُ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى خَلَقَ قَبْلَ ْالاَشْيَاءَ نُوْرَ نَبِيِّكَ مِنْ نُوْرِهِ  (رواه عبد الرزاق بسنده.)

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata, Aku berkata, wahai Rasulullah, Ceritakanlah tentang awal perkara yang Allah ciptakan sebelum segala sesuatu ! Maka Rasul berkata, “Wahai Jabir, Sesungguhnya Allah Taala sebelum segala sesuatu, Ia menciptakan Nur Nabimu, yang berasal dari Nur-Nya.

Riwayatkan ini disandarkan pada Abdur Rozzaq, hanya saja banyak peneliti yang mengatakan tidak menemukan riwayat tersebut dalam mushannafnya, sehingga sulit untuk dilacak jalur sanadnya hingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Padahal ini menyangkut keyakinan yang sangat krusial. Dan konsekuensi dari keyakinan yang dilandasi riwayat tersebut bertentangan dengan banyak ayat dan hadits, baik yang tersirat maupun tersurat.

Paham yang meyeakini bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diciptakan dari cahaya, bertentangan dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam yang shahih,

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam tercipta dari apa yang disifatkan untuk kalian.” (HR. Muslim: 2996)

Syaikh al-Albani dalam Ash Shahihah setelah menyebutkan keshahihan hadits tersebut berkata, “Dalam hadits ini terdapat isyarat atas kebatilan sebuah riwayat yang populer di kalangan orang-orang yaitu, “Yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah nur Nabimu wahai Jabir.” Dan riwayat-riwayat semisalnya yang menyatakan bahwa Rasulullah tercipta dari cahaya. Sementara, hadits yang shahih ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa hanya para malaikat saja yang tercipta dari cahaya, bukan Adam dan bukan pula anak keturunannya.”

Al-Qur’an juga dengan jelas menyebutkan bahwa secara penciptaan, Nabi Muhammad adalah manusia sebagaimana rasul-rasul sebelumnya dan juga manusia pada umumnya. Allah berfirman,

{قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا} [الإسراء: 93]

“Katakanlah, “Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul” (QS al-Isra’ 93)

Makhluk yang Pertama Diciptakan
Adapun tentang awal penciptaan, riwayat tentang nur Muhammad tersebut juga bertentangan dengan hadits yang jelas shahih secara sanad dan lebih sharih secara makna,

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ، فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ قَالَ: رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah qalam (pena), lalu Allah berfirman, “Tulislah!” Pena berkata, “Wahai Rabbi, apa yang harus aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah ketetapan segala sesuatu hingga tegaknya hari Kiamat.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi)

Keyakinan bahwa semua yang di alam ini diciptakana karena Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, juga berlebihan. Tak ada dalil shahih yang menunjukkan hal ini. Yang pasti, diciptakannya jin dan manusia adalah agar mereka beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات: 56]

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
(QS. ad-Dzariyat/51:56)

Dan Allah menciptakan langit, bumi dan yang lain agar manusia menyadari dan mengakui kekuasaan Allah. Allah Ta’ala berfirman,

{ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا} [الطلاق: 12]

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu- Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. ath-Thalâq/65:12)

Kecintaan yang tulus kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak membutuhkan tambahan-tambahan kedustaan, atau sikap pengagungan yang melewati batas. Kemuliaan Nabi shallallahu alaihi wasallam tetaplah tinggi dan agung sebagaimana yang telah disebutkan dalam ayat-ayat al-Qur’an maupun hadits-hadits yang shahih, dan tidak berkurang sedikitpun penghormatan kita dengan menampik riwayat-riwayat yang tidak jelas keshahihannya. Wallahu a’lam bishawab.

  
 

  
 

Oleh: Abu Umar Abdillah

https://www.arrisalah.net/nur-muhammad-makhluk-pertama/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.544 kali, 2 untuk hari ini)