.

MENINGKATNYA wisatawan dan investor Muslim telah membuat pemerintah Jepang berencana membuat fasilitas yang memudahkan umat Islam, dengan melakukan upaya menyediakan ruang shalat di bandara serta menyediakan makanan halal.

“Kami akan berusaha untuk membuat bandara user-friendly bagi umat Islam dan warga lainnya yang akan mengunjungi Jepang untuk mengikuti Olimpiade,” kata seorang pejabat humas di Bandara Narita mengatakan kepada Nikkei Asian Review.

Dengan momen Olimpiade di Tokyo tahun 2020, akan ada jutaan pengunjung dari seluruh dunia, terutama dari negara-negara Muslim seperti Malaysia, Indonesia dan Asia Tenggara ke Jepang. Oleh karena itu, Jepang berusaha mempersiapkan diri dengan menjalankan program pelatihan untuk menginformasikan bisnis dan bandara tentang Islam dengan membuat layanan bandara cocok untuk para pelanggan Muslim.

Langkah-langkah itu termasuk membuat ruang shalat bersama dengan fasilitas wudhu di bandara, yang harus selesai pada Januari tahun depan.

Islam pada awalnya diperkenalkan ke Jepang pada tahun 1920 ketika umat Islam Turki melarikan diri dari penumpasan brutal Uni Soviet terhadap agama dengan berlindung di negara ini. Pada tahun 1930, ada 1.000 Muslim tinggal di Jepang. Hari ini, sudah sekitar 120.000 umat Islam berada di negara tersebut. [fq/islampos/worldbulletin]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.075 kali, 1 untuk hari ini)