Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat di atas pesawat kepresidenan RI. (ilustrasi)


“Kita berharap presiden masih bisa mendengar keinginan ulama kemarin itu ingin ketemu dan diterima langsung presiden. Jadi presiden jangan kabur. Harus ada di istana kemudian menerima mereka, saya kira itu bagus,”

Gerhana85 – Jakarta – Himbauan sejumlah anggota DPR RI agar Presiden Joko Widodo untuk menemui para ulama yang menjadi perwakilan umat Islam dalam aksi demo ‘Bela Islam II’ 4 November 2016, sepertinya tidak digubris oleh pemerintah.

Presiden Jokowi dipastikan tidak akan menerima perwakilan demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta, termasuk di luar halaman Istana Merdeka, Jumat (4/11). Staf Khusus Presiden Johan Budi di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (11/4), memastikan Presiden tidak akan menerima perwakilan demonstran.

Menurutnya, Presiden telah menugaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Koordinator Politik Bidang Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Wiranto untuk menerima perwakilan demonstran.

“Saya konfirmasi pada Presiden bahwa yang nanti menerima perwakilan pengunjuk rasa adalah Mensesneg dan Menkopolhukam,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Johan menegaskan sikap Presiden Jokowi terhadap unjuk rasa yang digelar tersebut tetaplah sama. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya sudah memberikan jaminan kepada masyarakat DKI Jakarta untuk dapat beraktivitas seperti biasanya.

Alasan Jokowi untuk tidak menemui para demonstran adalah meninjau proyek kereta di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Peninjauan tersebut dilakukan jelang demo akbar yang akan diikuti oleh ribuan massa dari berbagai ormas. Johan menyatakan, Jokowi ingin melihat perkembangan proyek kereta yang telah dimulai sejak November 2014 tersebut.

“Presiden melakukan kunjungan ke Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, terutama progress pembangunan kereta bandara,” kata Johan pada wartawan, Jumat (4/11).

aksi-bela-islam-ii_02

Lautan manusia membuat kota Jakarta hampir lumpun total. Hingga saat ini, diperkirakan hampir satu juta demonstran telah memasuki ibu kota Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam II.

Menurut dia, sebelum keluar Istana untuk blusukan, Jokowi tetap menjalani tugasnya seperti biasa. Ia menerima sejumlah menteri, antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, untuk menerima laporan berkaitan dengan tugas mereka.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, meminta Presiden Jokowi tidak beralasan kunjungan keluar kota saat demonstrasi 4 November 2016. Namun, harus menemui para ulama yang mengikuti demonstrasi ‘Aksi Bela Islam II’ untuk mendengarkan aspirasi para demonstran. Sebab, Ulama-ulama tersebut, kata Fadli Zon, menduga Presiden Joko Widodo seolah-olah melindungi Ahok. Hal itulah yang harus diklarifikasi oleh Presiden Jokowi.

“Kita berharap presiden masih bisa mendengar keinginan ulama kemarin itu ingin ketemu dan diterima langsung presiden. Jadi presiden jangan kabur. Harus ada di istana kemudian menerima mereka, saya kira itu bagus,” kata Fadli Zon, seperti dilansir dari Tribunnews.com, Senin (31/10/2016).

Hingga saat ini, para demonstran yang memasuki ibu kota Jakarta diperkirakan akan mencapai lebih dari satu juta demonstran. Pasalnya, arus para pengunjuk rasa dari berbagai daerah masih berdatangan menuju Istana Negara untuk menuntut pemerintah melakukan tindakan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta yang diduga telah melakukan penistaan agama Islam.*/ gerhana85.com

(nahikmunkar.com)

(Dibaca 1.665 kali, 1 untuk hari ini)