Sudah dua kali soal ujian menyebut Gus Dur lengser dari kursi presiden  karena kasus Brunei Gate dan Bulog Gate.

Pertama, soal ujian semester SMP yang mengungkit-ungkit kasus Bruneigate dan Buloggate yang mengakibatkan kejatuhan Presiden Gus Dur, beredar di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, Maret 2011.

Kedua, di Jawa Barat baru-baru ini, soal ujian untuk Madrasah Aliyah.

Dari dua kasus soal yang mengungkit skandal Gus Dur itu tampaknya ada reaksi marah-marah dari para pendukung Gus Dur.

Tingkah marah-marah semacam itu bila dilihat dengan merujuk pada pepatah lama maka boleh jadi seperti ungkapan “buruk muka cermin dibelah”.

***

Bentuk soal yang untuk SMP di Pemalang sebagai berikut:

“Presiden Indonesia yang diturunkan karena tersandung kasus Bruneigate dan Buloggate adalah presiden….” Jawabnya: “A. Soekarno, B. Abdurrahman Wahid. C. Megawati Soekarno D Soeharto”.

Demikianlah bunyi soal model pilihan ganda, nomor 43 mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam ujian akhir semester yang diikuti seluruh murid kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2011), pukul 07.30-09.00.

Voaislam, Selasa, 05 Apr 2011

Adapun bentuk soal ujian untuk aliyah, berita singkatnya sebagai berikut.

Soal UAS tuding Gus Dur Korupsi

Marieska Harya Virdhani – Okezone

Sabtu,  8 Desember 2012  −  07:21 WIB

soal Ujian UAS. (Foto Marieska /Okezone ).

Soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat Madrasah Aliyah se-Jawa Barat mata pelajaran sejarah yang melecehkan Presiden kelima RI Abdurrahaman Wahid (Gusdur). Dalam soal ujian dalam bentuk pilihan ganda tersebut dipertanyakan apa penyebab jatuhnya pemerintahan Gusdur?

Ada beberapa pilihan jawaban di sana, namun di kunci jawaban mengatakan jika Gus Dur lengser karena kasus Brunei Gate dan Bulog Gate. Soal UAS tersebut dibuat oleh Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Propinsi Jawa Barat.

Soal tersebut telah diujikan kepada ratusan siswa pada Rabu lalu. Di dalam soal pilihan ganda sebanyak 40 soal itu, di soal nomor 33 dipertanyakan apa penyebab lengsernya Gus Dur.

Sabtu, 8 Desember 2012 06:57 wib wib/ okezone

***

Bagaimana perjalanan Gus Dur terutama yang menyebabkan terjungkalnya dari kursi kepresidenan, dapat dibaca berikut ini.

***

Pengabdian Sebagai Presiden RI ke-4

Selama menjadi Presiden RI itu, Gus Dur mendapat kritik karena seringnya melakukan kunjungan ke luar negeri sehingga dijuliki “Presiden Pewisata“.

Pada tahun 2000, muncul dua skandal yang menimpa Presiden Gus Dur yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate. Pada bulan Mei 2000, BULOG melaporkan bahwa $4 juta menghilang dari persediaan kas Bulog. Tukang pijit pribadi Gus Dur mengklaim bahwa ia dikirim oleh Gus Dur ke Bulog untuk mengambil uang. Meskipun uang berhasil dikembalikan, musuh Gus Dur menuduhnya terlibat dalam skandal ini. Pada waktu yang sama, Gus Dur juga dituduh menyimpan uang $2 juta untuk dirinya sendiri. Uang itu merupakan sumbangan dari Sultan Brunei untuk membantu di Aceh. Namun, Gus Dur gagal mempertanggungjawabkan dana tersebut. Skandal ini disebut skandal Bruneigate.

***

Situs DPW PKB jatim dalam judul KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Menyebut juga skandal Buloggate dan Bruneigate. Di antaranya sebagai berikut:

Muncul pula dua skandal pada tahun 2000, yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate. Pada bulan Mei, Badan Urusan Logistik (BULOG) melaporkan bahwa $4 juta menghilang dari persediaan kas Bulog. Tukang pijit pribadi Gus Dur mengklaim bahwa ia dikirim oleh Gus Dur ke Bulog untuk mengambil uang.[48] Meskipun uang berhasil dikembalikan, musuh Gus Dur menuduhnya terlibat dalam skandal ini. Skandal ini disebut skandal Buloggate. Pada waktu yang sama, Gus Dur juga dituduh menyimpan uang $2 juta untuk dirinya sendiri. Uang itu merupakan sumbangan dari Sultan Brunei untuk membantu di Aceh. Namun, Gus Dur gagal mempertanggungjawabkan dana tersebut. Skandal ini disebut skandal Bruneigate. http://www.pkb-jatim.com/index.php?page=profile_detail&id_profile=42&kategori=10

Dua skandal “Buloggate” dan “Brunaigate” menjadi senjata bagi para musuh politik Gus Dur untuk menjatuhkan jabatan kepresidenannya. Pada 20 Juli, Amien Rais menyatakan bahwa Sidang Istimewa MPR akan dimajukan pada 23 Juli. TNI menurunkan 40.000 tentara di Jakarta dan juga menurunkan tank yang menunjuk ke arah Istana Negara sebagai bentuk penunjukan kekuatan. Gus Dur kemudian mengumumkan pemberlakuan dekrit yang berisi (1) pembubaran MPR/DPR, (2) mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun, dan (3) membekukan Partai Golkar sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR. Namun dekrit tersebut tidak memperoleh dukungan dan pada 23 Juli, MPR secara resmi memberhentikan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Sukarnoputri.

Itulah akhir perjalanan Gus Dur menjadi Presiden selama 20 bulan.

http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/30/gus-dur-selamat-jalan-pahlawan-demokrasi-dan-pluralisme/

Masyarakat sudah memaklumi, di antara akibat kepopuleran seseorang, apalagi pemimpin formal bahkan presiden, maka lakonnya tercatat bahkan dianggap jadi sejarah. Ketika dalam sejarahnya telah tercatat bahwa Gus Dur itu dalam hidupnya mengalami apa yang disebut skandal Buloggate dan Bruneigate dan tidak dapat dia pertanggung jawabkan, maka orang pun mengenal catatannya seperti itu.

Kalau toh soal ujian telah dua kali menyebut kasus itu, kemungkinan kali-kali yang lain dan di tempat lain bisa terjadi pula. Dan bila pendukungnya semakin marah seperti biasanya, misalnya, maka pepatah lama pun sudah menjawabnya dengan ungkapan: “Buruk muka cermin dibelah”.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.931 kali, 1 untuk hari ini)