Pabrik mebel milik Presiden Jokowi di Kalijambe jalan raya Solo-Purwodadi KM 14, lor Solo, JawaTengah, ludes dilalap api, Selasa (19/4 2016) petang /foto Aktualpost.com


Inilah beritanya.

***

Pabrik Mebel Milik Jokowi Ludes Diamuk Api

Beritahati.com, Sragen – Pabrik mebel milik keluarga Presiden Jokowi, berbendera PT Rakabu Sejahtera (RS) yang berlokasi di kawasan industri permebelan di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jateng, ludes dilalap si jago merah, Selasa (19/4) petang.

Musibah kebakaran pabrik mebel kelas atas yang berada di jalan raya Solo-Purwodadi KM 14 terjadi pukul 16.30 WIB. Hingga kini, belum diketahui persis penyebab kebakaran yang melanda usaha milik orang nomor satu di negara ini.

Bencana serupa juga pernah terjadi saat Jokowi hendak mencalonkan diri sebagai gubernur DKI. Kebakaran kala itu melanda pabrik mebel di LIK (Lingkungan Industri Kecil) Pabelan, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Camat Kalijambe, Kabupaten Sragen, Thoyib, dugaan penyebab kebakaran adalah oven pengering kayu. Api pertama kali menjalar dari mesin pengering kayu, lalu kobaran menjalar ke area tumpukan bahan material kayu dengan cepat.

“Kobaran api terus membesar,” katanya.

Kobaran api terus membesar karena seluruh isi gedung pabrik berisi bahan material kayu kering, sebagian kayu olahan basah yang mudah terbakar. Bahkan, kobaran api sudah menjalar ke seluruh area gedung yang berisi bahan kayu jadi dan setengah jadi.

Tujuh mobil pemadam kebakaran yang tiba sekira pukul 17.00 WIB serta satu unit kendaraan meriam air milik Polresta Solo yang dikerahkan ke lokasi bencana untuk membantu memadamkan kobaran api itu baru tiba di lokasi seluas satu hektare tersebut pada pukul 18.30 WIB, tak padamkan kobaran api yang makin membesar.

Alhasil, amukan si jago merah itu melahap lima unit gedung pengolahan kayu. Kobaran api berhasil dipadamkan hingga 19.30 WIB. Namun, di beberapa sudut lokasi api masih membara.

Saat kebakaran terjadi, sebagian karyawan masih bekerja. Beberapa di antara mereka ada yang berusaha memadamkan api dan menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Belum ada pihak perusahaan yang dapat dimintai keterangan sehubungan bencana ini. Kerugian akibat kebakaran ini juga belum diketahui.

Sumber: beritahati.com/Reporter : Tri Sapto Cahyo/19 April 2016

***

Pabrik Rintisan Jokowi Nyaris Roboh

CEK LOKASI: Anggota Polres Sragen dan tim labfor Polda Jateng olah tempat kejadian kebakaran PT Rakabu Sejahtera kemarin. AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN

SRAGEN –  Tim identifikasi Polres Sragen dibantu Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng menyelidiki penyebab kebakaran di PT Rakabu Sejahtera, Rabu (20/4). Tapi mereka belum berani mengambil barang bukti karena sejumlah bangunan nyaris roboh.Sedangkan untuk kerugian materi diperkirakan Rp 15 miliar.

Api yang melalap pabrik pengolahan kayu di Dusun Wonosari, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe itu bisa dipadamkan Rabu (20/4) sekitar pukul 02.00.

Siang kemarin, anggota TNI dan Polri tampak bersiaga di sekitar pabrik. Garis polisi terpasang di gudang F1 dan F2 kawasan sentra industri mebel dan kerajinan Asmindo.

Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo memperkirakan kerugian materi mencapai Rp 15 miliar. ”Kalau nilai pastinya saya belum tahu. Tapi estimasi saya (kerugian, Red) Rp 15 miliar. Saksi sudah dimintai keterangan, tinggal menunggu hasil dari labfor,” ungkapnya kemarin.

Direktur operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulistyo tidak sepakat jika nilai kerugian hanya Rp 15 miliar. Sebab terdapat 800-1.000 kubik kayu ikut terbakar. Tetapi pihaknya tetap berpegang sesuai prosedur untuk mengetahui kerugian materi.

”Saya rasa (kerugian, Red) lebih besar dari Rp 15 miliar. Kita tunggu saja penilaian dari kepolisian dan asuransi,” tutur adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pantauan Jawa Pos Radar Solo tim labfor Polda Jateng yang dipimpin AKBP Rini Pujiastuti melakukan pemeriksaan dan melihat tingkat kerusakan akibat kebakaran Selasa sore (19/4).

”Barang bukti belum bisa kami ambil karena bangunannya hampir roboh,” ujarnya. Bangunan tersebut adalah gudang F1 pabrik setempat.

Ditambahkan Rini, untuk pengambilan barang bukti tergantung pemilik pabrik. Kemungkinan akan dirobohkan terlebih dahulu.

Sementara itu, kebakaran pabrik pengolahan kayu yang dirintis Jokowi sebelum menjadi presiden tersebut terjadi lebih dari empat kali. Diantaranya di bagian pengolahan limbah kayu, dan belakang pabrik pada Oktober 2015.

”Saya kira lebih dari empat kali ini. Kebanyakan di bagian blower, yang oven justru baru kali ini,” ujar salah seorang karyawan Dibyo.

Menurut dia, sebagian kebakaran bisa diatasi oleh pihak pabrik. Tapi ada juga yang harus memanggil unit pemadam kebakaran (damkar) karena api cukup besar.

Itu dibenarkan Komisaris PT Rakabu Sejahtera Bambang Supriyambodo. ”Dulu pernah dari blower. Ada percikan api,” ungkapnya.

Bambang menyatakan manajemen pabrik sudah menyiapkan alat untuk antisipasi kebakaran di bagian lower. Namun ternyata bagian yang terbakar justru di Kiln Drya (KD).

Lebih lanjut diterangkan dia, perusahan segera mengambil langkah yaitu membuat bangunan baru dan merobohkan bangunan terbakar. Terkait nasib 500 karyawan, mereka tetap dipekerjakan. ”Lihat sendiri, mereka juga menangis. Mereka memiliki rasa memiliki pabrik ini,” ungkapnya.

Soal produk kayu pesanan pelanggan, Bambang menuturkan tidak ada masalah. Sudah ada persediaan diantaranya untuk dikirim ke Tiongkok. ”Kalau barang tersedia kita kirim. Konsumen mengikuti kondisi kita. Kalau tidak terbakar pun, jika tidak ada barang, ya tidak mengirim,” papar dia. (din/wa)

 Sumber: radarsolo.co.id/ahmad khairudin /21 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.620 kali, 1 untuk hari ini)