Ilustrasi
.
Meskipun secara pribadi saya tidak terlalu menyukai acara Khazanah Ensiklopedi Islam Dunia Trans 7, namun pagi tadi saya melihat dalam acara tersebut terdapat kebenaran ketika mengupas penyimpangan Tasawuf dan kaum Sufi di dalam Islam di mana mereka begitu ghuluw kepada thariqat dan syaikhnya hingga setiap dzikir dan lafazh shalawat yang diajarkan oleh gurunya lebih tinggi dan mulia dari apa-apa yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Allaah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ

“Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.”
(QS. An-Nisaa’ [4] : 171)

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ta’ala ‘anhuma, ia berkata,
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

“Jauhkanlah diri kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya sikap ghuluw dalam agama ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
(Shahiih, HR. Ahmad, I/215, 347, Ibnu Majah, no. 3029, Ibnu Khuzaimah, no. 2867, al-Hakim, I/466, an-Nasaa-i, V/2867, Ibnu Hibbaan, no. 1011, 3860, dan Ibnul Jaaruud, no. 473, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 1283)

Demi Allaah, saya bersumpah atas Nama-Nya yang mulia bahwa saya mempunyai teman dimana ia adalah mantan seorang Sufi (baca : orang yang mempelajari Tasawuf) selama kurang lebih 7 tahun. Dan alhamdulillaah beliau hafizhahullaahu ta’ala kini telah bertaubat dari kesesatannya setelah mengenal manhaj Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang mulia ini.

Beliau hafizhahullaahu ta’ala bercerita kepada saya :
“Dahulu ana begitu kental dengan kesyirikan dan kebodohan, hingga apa-apa yang dikatakan dan diajarkan guru ana ikuti meskipun tanpa ‘ilmu dan dalil, salah satunya ketika beliau (guru spiritualnya) mengatakan shalat Jum’at di Masjidil Haram Makkah al-Mukarramah sementara jasadnya di Indonesia, saya percaya saja dengan ucapan beliau hingga akal saya rusak yang dicekoki virus syirik, bid’ah dan cerita khurafat kemudian beliau memberikan sejumlah amalan untuk membaca shalawat ini dan itu, berikut dzikir-dzikirnya hingga ribuan kali…”

Demi Dzat yang jiwa saya berada di tangan Allaah ‘Azza wa Jalla, ini adalah cerita nyata yang dikisahkan kepada saya belum lama ini.

Dalam hati saya berkata,
“Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Makkah al-Mukarramah, Saudi Arabia adalah 4 jam. Maka apabila ia (sosok guru spiritualnya) mengaku shalat Jum’at di Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah maka mungkinkah itu terjadi sementara ia berada di Indonesia?

Waktu di Indonesia pukul 12.00 maka di Makkah al-Mukarramah pukul 08.00 lalu kemana ia mengaku shalat?”

Subhanallaah, benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’iy rahimahullaahu ta’ala yang berkata,
“Jika seandainya seseorang belajar tasawuf di pagi hari, maka di sore hari ia akan menjadi orang yang dungu (bodoh).”

Ditempat lainnya beliau rahimahullaahu ta’ala berkata,
“Asas dari tasawuf adalah kemalasan dan kebodohan.”

Masyaa’ Allaah, beruntunglah kalian yang telah mendapati Islam yang hakiki, yaitu Islam yang diajarkan dan dibawa oleh Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat ridwaanullahi ‘alaihim ajma’iin.

.

https://www.facebook.com/pentingnya.syari/posts/596470190396105

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.285 kali, 1 untuk hari ini)