[YANG BENAR, SYI’AH dan SUFI ADALAH SAUDARA. Karena kehadiran mereka mewakili kelompok sufi dan bukan kelompok suni.]

By Ahmad Abdullah ??

Sungguh kita menemukan permusuhan yang sangat sengit dari kaum syi’ah dan aswaja imitasi (baca : sufi) terhadap aswaja asli (baca : salafy atau yang dinamakan oleh kaum syi’ah dan sufi sebagai wahabi). Seakan-akan musuh mereka hanyalah kaum wahabi.

Ada apa gerangan antara Syi’ah dan Aswaja, kenapa sama-sama bersepakat memusuhi kaum wahabi….??!!

Rahasianya adalah adanya kesamaan antara dua kelompok ini, yaitu mereka orang-orang syi’ah dan sufi memiliki kepentingan yang sama untuk menghadapi dakwah tauhid dan sunah yang diemban da’i-da’i sunnah. Dengan itu akhirnya sufi melakukan pendekatan dengan syi’ah.

Sudah ada beberapa muktamar yang diselenggarakan. Pertemuan tokoh sufi dan syiah, atas nama taqrib (pendekatan) antara syiah dan suni. Padahal mereka bukan suni.

Dari pertemuan semacam inilah muncul pernyataan : Sunny dan Syiah Adalah Saudara…??

Meskipun YANG BENAR, SYI’AH dan SUFI ADALAH SAUDARA. Karena kehadiran mereka mewakili kelompok sufi dan bukan kelompok suni.

Ada satu yang lucu, di tahun 2015 diadakan muktamar taqrib (pendekatan) antara syiah dan suni (baca: sufi) di Teheran selama 3 hari, antara 15 -17 Rabiul Awal, bertepatan dengan 7 – 9 Januari.

Yang menarik, ketika melaksanakan shalat jamaah, ternyata mereka tidak satu imam, tapi 2 imam.

Kelompok syiah shalat jamaah sendiri dan kelompok sufi shalat jamaah sendiri.

via fb NHawadaa Chan AL-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat)

***

Tidak Boleh Memecah Jamaah dengan Dua Imam

أنَّ الشارعَ لم يسمحْ بتفريق الجماعةِ بإمامينِ عند الضرورةِ الشديدةِ، وهي حضورُ القتالِ مع عدوِّ الدِّينِ، بل أمَرَ بقَسمِ الجماعةِ وصلاتِهم بإمامٍ واحد  (16) ، ففي السِّلم من باب أَوْلى. https://dorar.net/feqhia/1365

Bahwa as-Syari’ (Pembua Syari’at) tidak membolehkan pemecahan jamaah dengan dua imam ketika darurat yang sangat, yaitu ketika terjadinya perang dengan musuh agama, bahkan memerintahkan dengan membagi jamaah dan shalat mereka dengan satu imam, maka apalagi dalam keadaan damai maka lebih tidak boleh lagi. (sumber: dorar.net)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 997 kali, 1 untuk hari ini)