Sumpahnya Pakai Bismillah Demi Allah, tapi…….

 


Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin mengucapkan sumpah jabatan dalam Sidang Paripurna Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019)/ foto kpscom

***

Pengucapan sumpah berlangsung saat sidang paripurna MPR RI di gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (20/10/2019). Jokowi mengucapkan sumpah terlebih dahulu, baru kemudian diikuti oleh Ma”ruf Amin.

Jokowi berdiri dari kursinya dan mengucapkan sumpah, begitu pula dengan Ma”ruf Amin. Wapres 2014-2019, Jusuf Kalla, menyaksikan prosesi pengucapan sumpah. 

Bismillahirrahmanirrahim. Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Jokowi Jokowi di bawah kitab suci Al-quran.

Setelah itu, Ma”ruf juga mengucapkan sumpah sebagai Wakil Presiden RI.

 


Foto ktdt

Bismillahirahmanirahim, demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Ma’ruf Amin.

Dengan ini, Jokowi-Ma”ruf resmi menjadi Presiden-Wapres 2019-2024. Keduanya juga menandatangani berita acara pelantikan.

Sidang paripurna pelantikan Jokowi-Ma”ruf ini dihadiri oleh 16 pejabat dari berbagai negara, mulai kepala negara hingga utusan. Pejabat dalam negeri juga hadir, termasuk Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Hadir pula rival Jokowi-Ma”ruf saat Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Alf)

(teropongsenayan) Oleh Ferdiansyah pada hari Minggu, 20 Okt 2019 – 16:30:54 WIB |

***

Berikut ini Sumpah Presiden 2014 (Arsip).

***

Inilah Isi Sumpah dan Janji Jokowi dan JK Sebagai Presiden dan Wakil

Posted on 20 Oktober 2014

by Nahimunkar.com

 

Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) membacakan sumpah jabatan sebagai presiden dan wakil presiden RI untuk periode 2014-2019 di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (20/10/2014).

“Bismillahirrahmanirohim. Demi Allah saya akan memenuhi kewajiban sebagai Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD 1945, menjalankan segala Undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada bangsa dan negara,” demikian sumpah Jokowi yang dibacakan di gedung MPR RI, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Usai Jokowi membacakan sumpah jabatan, giliran Jusuf Kalla yang kemudian membacakan sumpahnya sebagai wakil presiden 2014-2019.

“Bismillahirrahmanirohim. Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai wakil presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ujar Kalla membacakan sumpahnya.

Acara kemudian dilanjutkan penyerahan berita acara oleh pimpinan MPR kepada prsiden RI dan wakil presiden RI 2014-2019. Jokowi dan SBY kemudian saling pelukan, berciuman, dan bertukar tempat duduk. Boediono dan Jusuf Kalla juga saling bertukar tempat duduk.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mempersilakan anggota MPR RI dan segenap tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah.

Makna Sumpah Presiden Bagi Jokowi

Jokowi menganggap sumpah jabatan yang ia ucapkan tersebut mengandung makna tanggung jawab dan amanah dari rakyat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Itu sebuah beban berat yang harus kita terima dan itu merupakan tanggung jawab besar untuk selesaikan persoalan di negara kita,” ujar Jokowi di kediaman dinas Gubernur DKI, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).
Di bawah Al-Quran, secara bergiliran dan tenang kalimat-kalimat dalam sumpah tersebut diucapkan keduanya.
http://anekainfounik.net/ OKTOBER 20, 2014

Sumpah presiden ini menandai peresmian Jokowi sebagai Presiden ke-7 Indonesia setelah Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono./ http://jaringnews.com/

Doa Nabi, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

“Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya.” Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab “La’nat Allah.” (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarh hadits nomor 1401).

Amin ya Rabbal ‘alamin.

(nahimunkar.com)

***

 

Sumpahnya Pakai Bismillah Demi Allah, tapi……. yang membakar rumah Allah justru diundang ke Istana

 

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015

by Nahimunkar.com

 


Teroris GIDI pembakar mesjid dijamu jokowi di istana

Presiden Jokowi didampingi Staf Khusus Presiden Lennys Kogoya saat berdialog dengan tokoh masyarakat dan pimpinan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di Istana Merdeka, Jakarta, Juli 2015/ Foto: Antara

Aceh Singkil  di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam  rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua,— malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

 ***

Sumpahnya Pakai Bismillah Demi Allah, tapi……. Perda-Perda yang bernafaskan agama Allah Dihapus Jokowi, padahal Perda2 itu dibuat sebelum dia jadi presiden.

 

Astaghfirullah, Ini Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkar.com

 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menghapus 3143 peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan bertentangan dengan peraturan yang dibuat pemerintah pusat.

Saya sampaikan bahwa Mendagri sesuai dengan kewenangannya telah membatalkan 3.143 Perda yang bermasalah tersebut,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, seperti dilansir liputan6, Senin (13/6/2016).

Sementara koran Radar Bogor edisi selasa, 14 Juni 2016, merelease sejumlah Perda yang bernafaskan Islam termasuk yang dihapus. Perda bernafaskan Islam dinilai bersifat intoleransi.

Berikut ini beberapa perda bernafaskan Islam yang termasuk dalam daftar perda yang dihapus Jokowi.

  • Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat :Surat Imbauan Bupati Tanah Datar No.451.4/556/Kesra-2001, Perihal Himbauan berbusana Muslim/Muslimah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.
  • Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin.
  • Kabupaten Cianjur Jawa Barat: Keputusan Bupati no.451/2712/ASSDA.I/200 tentang kewajiban memakai Jilbab di Cianjur.
  • Kabupaten Pasuruan Jawa Timur: Perda No.4/2006 tentang Pengaturan membuka rumah makan, rombong dan sejenisnya pada bulan Ramadhan.
  • Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Perda No.10/2001 tentang larangan membuka restoran, warung, rombong dan sejenisnya serta makan, minum atau merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan.
    Perda No.4/2004 tentang Khatam Al-Qur’an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.
  • Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat
    a). Perda No. 11/2004 tentang tata cara pemilihan kades (materi muatanya mengatur keharusan calon dan keluarganya bisa membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).
    b). SK Bupati Dompu No KD.19.05/HM.00/1330/2004, tentang pengembangan Perda No.1 Tahun 2002. Isinya menyebutkan :
    – Kewajiban membaca Al-Qur’an bagi PNS yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.
    – Kewajiban memakai busana Muslim (Jilbab).
    – Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, Qosidah dll).
  • Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat : Instruksi Bupati Lombok Timur No.4/2003 tentang pemotongan gaji PNS/Guru 2,5% setiap bulan. [suaranasional/repelita.com]

***

Allah Ta’ala yang NamaNya Disebut dalam sumpah itu ternyata sudah memberi peringatan.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ} [الصف: 2، 3]

2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? [As Saff:2]

3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. [As Saff:3]

 

Sumpahnya Pakai Bismillah Demi Allah, tapi……. Perda-Perda yang bernafaskan agama Allah Dihapus Jokowi, padahal Perda2 itu dibuat sebelum dia jadi presiden.

Allah Ta’ala telah berfirman:

{ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا} [النساء: 61]

Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An Nisaa’ : 61).

 

Sekali lagi, mari kita ingat Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

“Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya.” Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab “La’nat Allah.” (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarh hadits nomor 1401).

Amin ya Rabbal ‘alamin.

 

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 520 kali, 1 untuk hari ini)