Previous Post
Tweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Facebook
Read on Mobile

Sungguh Ironis! Mengapa Banyak Muslim yang Ikut Sibuk Menebar Kebencian pada DR ZAKIR NAIK?

ilustrasi


Dr. Zakir Naik (DZN) berkunjung ke Indonesia pada 31 Maret sampai 10 April 2017. Cendekiawan Muslim asal Mumbai, India ini berkunjung dalam rangka perjalanan dakwah. Ia dan timnya berkunjung dengan biaya sendiri sejak datang sampai pulang.

Panitia yang memberikan fasilitas kepada Zakir pun demikian. Semua relawan. Tanpa bayaran. Mereka hanya mengharapkan kebaikan dari upaya kecil mengenalkan Islam kepada masyarakat Indonesia yang terkenal relijius.

Ceramah Zakir Naik tentang Islam selalu mengedepankan ujaran-ujaran perdamaian, keselamatan, kesantunan, dan kelogisan. Zakir hanya berdebat ketika ditantang. Dalam setiap perdebatan, Zakir senantiasa menyampaikan dalil-dalil yang bukan hanya ilmiah, tetapi juga ilahiyah.

Dalam beberapa ceramahnya, banyak orang yang bukan Islam kemudian memilih menjadi Muslim. Mereka bersyahadat saat itu juga, setelah mendengarkan ceramah dan keterangan santun berbobot dari Zakir Naik.

Tapi namanya kebaikan, selalu ada pihak-pihak yang tidak suka dan bersikap nyinyir. Banyak yang tidak suka bahkan membenci. Banyak yang justru mencaci.

Mereka membuat ulah dengan mengusulkan agar pemerintah menindak ceramah Zakir Naik. Mereka sombong dengan menyatakan bahwa Zakir bukan ulama. Menurut mereka, Zakir hanya seorang pendebat ulung. Mereka juga menyatakan enggan mengikuti Zakir dan hanya akan mengikuti ulama dari kalangannya. Mereka lalu membandingkan Zakir dengan ulama-ulama kebanggaannya dikutip dari tarbawia.com.

Dan ujaran-ujaran kebencian lain yang tak terhitung.

Mirisnya, semuanya ujaran kebencian itu disampailan oleh orang Islam juga.

Mengapa sesama Muslim harus ‘tonjok-tonjok’an? Mengapa memilih sibuk mengkritisi orang yang dakwah dengan santun dan mengajak orang masuk ke dalam Islam yang mulia?

Penulis Purnama Cahaya Lesmana

Sumber: wajibbaca/https://www.harianpublik.com

***

Dakwah Zakir Naik dan Fenomena Golongan Terbalik

Ilustrasi cara pandang dan tanda tanya terbalik/ Ilustrasi  http://umarabduh.blog.com


(Negeri berpenduduk mayoritas Muslim, media-medianya meyeret kepada kemaksiatan dan kekufuran)

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Alhamdulillah, Allah Telah Membuat Bukti Nyata Ayat: لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَ Liyaghiidha Bihimul Kuffaar

Dulu tahun 1997 ada orang wanita bule mati di Eropa karena mobilnya kecelakaan, waktu berduaan dengan apa yang disebut lelaki slingkuhannya (?), kemudian tv-tv di Indonesia hampir semuanya kemaruk menyiarkan langsung prosesi penguburannya ala gereja, sampai2 sebagian tv Indonesia yang lagi kemaruk siarkan prosesi penguburan ala gereja itu tidak menyiarkan azan maghrib.

Di antara hasil buruknya kini, mungkin, banyak orang pacaran bahkan slingkuh seakan tak merasa berdosa. Dan pada giliran memilih pemimpin, mereka (yang telah terseret tayangan yang menyeret kepada kekufuran) itu tidak sungkan-sungkan memilih calon pemimpin yang kafir, seakan mereka merasa tak berdosa pula.

Nah, giliran ada Dr Zakir Naik dari India, dai internasional pakar perbandingan agama2 di dunia berdakwah safari di Indonesia selama 10 hari di 6 kota, April 2017, media-media yang dalam riwayatnya kemaruk terhadap penyiaran kekufuran dan bernuansa mengentengkan maksiat itu tampaknya bungkam, bagai anjing tanah terinjak (orong-orong kepidak, cep klakep tanpa suara) kata orang Jawa. Apalagi ketika Dr Zakir Naik menjawab pertanyaan mengenai memilih pemimpin kafir, lalu beliu tegaskan bahwa pilih orang kafir sebagai pemimpin itu menyalahi Al-Qur’an, di antaranya QS Al-Maidah 51; maka para munafiqin dan yang telah terracuni media-media penjaja kekufuran dengan faham campur aduk itu tampaknya mereka gerah. Lebih2 dalam kenyataan safari dakwah Dr Zakir Naik itu banyak orang yang masuk Islam bersyahadat ditalqin (dituntun ucapkan) langsung oleh Dr Zakir Naik.

ALHAMDULILLAH, ALLAH telah membuat bukti nyata ayat: لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَ liyaghiidha bihimul kuffaar [karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin)], di zaman sekarang, hingga Umat Islam terhibur senang dua kali. Tambah jumlah orang yang masuk Islam, dan tambah pula mengerti betapa geram dan gerahnya orang-orang kuffar serta munafikin yang lagi blingsatan seperti cacing kepanasan. Enak tenaaan…!

مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡ‍َٔهُۥ فَ‍َٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا ٢٩ [سورة الفتح,٢٩]

  1. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar [Al Fath29]

Kelompok yang selama ini mengidap sikap terbalik, seharusnya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (Mukminin); namun golongan terbalik justru sebaliknya: bersikap keras terhadap orang-orang Mukmin, tetapi berkasih sayang dengan kafirin; kemungkinan mereka terkena ayat itu pula.

Di saat kaum mukminin bergembira dan menyambut baik kedatangan dai yang mengakibatkan banyak orang masuk Islam itu, kelompok yang selama ini jadi golongan terbalik seperti tersebut, dikhwatirkan tergolong dalam ayat itu, yaitu yang Allah jadikan hati mereka jengkel karena melihat kekuatan orang-orang mukmin.

Betapa memalukan dan memilukannya, bila orang-orang itu tongkrongannya Islam bahkan mungkin tokoh Islam, tapi seperasaan sepenanggungan dengan orang-orang kafir musuh Allah. Dan biasanya mereka kongkalikong dengan musuh Islam yakni Syiah. Atau bersikap menyenang-nyenangkan syiah dengan cara memusuhi apa yang mereka sebut Wahabi, hanya karena yang dipoyoki dengan julukan Wahabi itu anti kemusyrikan dan bid’ah. Padahal diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu justru misi utamanya adalah memberantas kemusyrikan, dan wanti-wanti agar menjauhi bid’ah.

Oleh karena itu, terhadap mereka yang pilih join dengan kafirin dan gerah dengan misi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai dicela sedahsyat dahsyatnya, hingga Allah berfirman:

قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati [Al ‘Imran119]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.198 kali, 1 untuk hari ini)
Next Post

Related Post

Ribuan Kelompok Hindu Desak Bangun Kuil, India Perketat Keamanan Di Masjid Babri
Dalam foto yang diambil pada 6 Desember 1992, kaum muda Hindu berteriak-teriak di atas Masjid

Related Post

Na’udzubillah… Api Pesta Olahraga, Simbol Kemusyrikan Dinyalakan dan Diusung ke Mana-Mana…
ilustrasi Foto: Wartakota – Tribunnews.com Kamis (19/07/2018) kirab obor Asian Games 2018 dimulai. Mengarak obor dalam

2 thoughts on “Sungguh Ironis! Mengapa Banyak Muslim yang Ikut Sibuk Menebar Kebencian pada DR ZAKIR NAIK?”

  1. Kataori orang membenci Dr.Zakir Naik pasti diantaranya adalah :
    1. Orang Kafir
    2. Orang Munafik
    3. Ahli Bid’ah.
    4. Orang bodoh yg kena pengaruh orang ke 1 s/d 3 di atas.

  2. Mereka yg membenci itu bkn muslim tapi munafiqun…yg kelak tempatnya di neraka yg paling dasar…pembenci itu paling tidak jauh dia…yg merasa paling besar…yg hatinya dipenihi penyakit dengki dan hasad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *