Ilustrasi-Surat_83465723675

Ilustrasi: anneahira.com

Assalamu’alaikum wr wb

BILA selama ini ada yang mencurigai MUI cenderung cari untung melalui sertifikasi halal, sehingga berusaha digembosi dengan membangun lembaga tandingan, itu karena ada oknum di dalamnya yang punya kecenderungan cari untung. Salah satu oknum tersebut adalah yang pernah mengatakan bahwa aliran dan paham sesat LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) sudah memasuki paradigma baru, padahal masih dalam kesesatan dan mengkafirkan umat Islam di luar kelompok mereka. (lihat FRIH: LDII lembaga dusta, yakini selain jamaahnya wajib masuk neraka, 20 January 2013, nahimunkar.com

https://www.nahimunkar.org/frih-ldii-lembaga-dusta-yakini-selain-jamaahnya-wajib-masuk-neraka/ ).

Sesungguhnya MUI diharapkan umat Islam sebagai lembaga yang menjaga akidah umat, namun kenyataannya di dalam lembaga ini terdapat sejumlah oknum yang menjadi pembela aliran sesat seperti syi’ah, LDII dan sebagainya. Meski mereka yang tergolong oknum ini jumlahnya sedikit, namun punya peran penting. Sehingga keputusan strategis MUI ada kalanya didominasi oleh sikap oknum minoritas ini.

Jadi, ketika umat Islam membaca berita bahwa MUI terpeleset kasus golden traders, sebagian umat tidak kaget. Pastilah ini karena perbuatan oknum minoritas tadi, sementara yang mayoritas apakah ‘lemah iman” atau memang mendua?

Kasus golden traders ini membuat kredibilitas MUI di mata umat kian menurun, sekaligus menjadi pintu masuk bagi kalangan yang selama ini menginginkan MUI agar dibubarkan.

Sebelumnya umat Islam juga sempat jengah dengan sikap MUI yang begitu mudah merekomendasikan industri lembaga keuangan dengan label syari’ah. Padahal, lembaga keuangan berlabel syari’ah tadi, tetap mendasarkan operasinya dengan perhitungan bunga bank (interest) yang oleh umat Islam disebut riba.

Sudah saatnya MUI membersihkan diri dari oknum-oknum yang suka cari untung dan suka memanfaatkan wewenangnya untuk keuntungan sesaat.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Abu Farhan, Jakarta Barat

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 672 kali, 1 untuk hari ini)