Di dalam kampanyenya pada Pilpres 2014 katanya Jokowi pro rakyat, akan membela rakyat kecil. Tapi kenapa 3 hari setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden RI, tepatnya 23 Oktober 2014, justru rakyat kecil yang hanya berprofesi sebagai tukang tusuk sate, yang tidak pernah satu sen pun korupsi, merampok uang Negara, malah ditangkap dijebloskan ke penjara.

Penangkapan Muhammad Arsyad oleh kepolisian pada Kamis 23 Oktober 2014 atas laporan terkait gambar tak senonoh yang dianggap menghina Jokowi sangatlah mengada-ada. Penangkapan ini terkesan dipaksakan.

Hal tersebut seolah-olah menandakan bahwa rezim Jokowi-JK yang belum genap sebulan berkuasa sudah mulai bersikap refresif dan menutup ruang-ruang rakyat untuk berekspresi untuk menyampaikan pendapat dan kritikan.

‎Bisa jadi rakyat berfikir, jangan-jangan ke depan nantinya bukan hanya MA saja yang akan ditangkap dipenjarakan ketika mengkritik dan menghujat kepemimpinan Jokowi. Di dalam kampanyenya pada Pilpres 2014 katanya Jokowi pro rakyat, akan membela rakyat kecil. Tapi kenapa 3 hari setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden RI, tepatnya 23 Oktober 2014, justru rakyat kecil yang hanya berprofesi sebagai tukang tusuk sate, yang tidak pernah satu sen pun korupsi, merampok uang Negara, malah ditangkap dijebloskan ke penjara.

‎Sampai-sampai sekarang ini Muhammad Arsyad harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami tekanan. Jokowi harusnya bisa mencontoh SBY dimana ketika dihina,dihujat bahkan dilecehkan sekalipun tidak pernah memenjarakan, menangkap rakyat kecil dan jelata.

‎Saat ini demi rasa keadilan, kemanusiaan dan untuk menjaga demokrasi dari tirani, sebagai solidaritas anak bangsa, kami meminta kepada Presiden Jokowi bersikap legowo, Negarawan dengan mau memaafkan Muhammad Arsyad. Jokowi harus memerintahkan Kapolri untuk segera bebaskan Arsyad.

‎Oleh‎ Heru Purwoko, Aliansi Kehendak Rakyat (AKHERA)
Ari Purwanto
aktual.co, Sabtu, 01-11-2014 07:31

Arsyad tidak bermaksud menghina Jokowi, Hanya Iseng Saja

Fahrul Rohman (28), mengaku mengenal dekat dengan sosok Muhamad Arsyad (23), tukang tusuk sate yang ditangkap polisi karena menghina Presiden Jokowi.
Menurut Rohman, yang merupakan kawannya tersebut, tidak ada maksud tertentu Arsyad melakukan penghinaan tersebut.
“Bukan politis. Karena dia cuma iseng main Facebook. Dia cuma copy link gambar yang diduga menghina pak Jokowi, lalu dimasukkan ke dalam akun Facebooknya,” kata Rohman yang ditemui di kediaman Arsyad, Jalan Haji Jum RT 09/01 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (29/10/2014) siang.
Padahal, hal tersebut, juga dilakukan oleh orang banyak lainnya. Di mana saat itu sedang masa kampanye Pilpres 2014.
“Linknya itu juga di-upload pas masa kampanye. Padahal waktu itu banyak yang melakukan. Bahkan ada yang lebih parah. Tapi kenapa Asryad saja yang ditangkap. Dia juga nggak ngerti-ngerti banget dengan Facebook,” katanya.
Arsyad sendiri menurut Rohman, kerap membuka Facebook di warnet dekat rumahnya. Namun, ia tidak pernah bermaksud melakukan hal menghina.
“Saya kenal dia. Memang cuma lulus sampai SMP doang. Tapi dia juga anak muda yang rajin salat dan mengaji. Hampir setiap minggu dia rajin ikut pengajian,” katanya./http://www.aktualpost.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 442 kali, 1 untuk hari ini)