Ilustrasi, Protes Masyarakat Soal Freeport. (Dok. Sindo).


Inilah beritanya.

***

Suropati Ungkap Tiga Pejabat Diduga Pendukung Freeport

JAKARTA – Pejabat pemerintah yang mendukung perpanjangan kontrak PT Freeport di Indonesia dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Ada tiga pejabat di pemerintah yang dituding sebagai pihak yang mendukung perpanjangan kontrak tersebut.

Solidaritas untuk Pergerakan Aktifis Indonesia (Suropati) menyebutkan tiga pejabat tersebut adalah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Saudaranya (JK) bertemu bos Freeport, lakukan kongkalikong,” ujar koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi yang tergabung dalam Suropati, Ibrahim, di depan Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016).

Dia sangat menyayangkan tiga pejabat pemerintah ini ikut mendukung perpanjangan kontrak perusahaan tambang besar asal Amerika Serikat itu di Indonesia. “Freeport telah menginjak-injak harkat dan martabat Indonesia,” ucapnya.

Baca: Pertemuan Keluarga JK-Elite Freeport Perlu Ditelusuri.

By: nasional.sindonews.com/Rakhmatulloh, Senin,  18 Januari 2016  −  18:32 WIB

***

Freeport Bentuk Penjajahan di Indonesia

JAKARTA – Indonesia mengalami penjajahan oleh kepentingan bangsa asing. Indikasinya kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dikuasai pihak asing.

Aktivis Solidaritas Untuk Pergerakan Aktifis Indonesia (Suropati), Ibrahim mengungkapkan salah satu bentuk penjajahan itu dengan diperpanjangnya kontrak perusahaan tambang besat asal Amerka Serikat, PT Freeport di Indonesia.

“Tuntutan kami, usir Freeport dari bumi Indonesia. Rebut kembali kedaulatan tambang kita,” ujar Ibrahim dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Kamis (14/1/2016).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus tegas terhadap menterinya yang dinilai dalam kebijakannya lebih condong menguntungkan pihak asing. “Bongkar semua skandal kongkalikong terkait Freeport,” tandasnya.

By:nasional.sindonews.com/Alfani Roosy Andinni, Kamis,  14 Januari 2016  −  16:00 WIB

***

Keberadaan Freeport di Indonesia Hanya Untungkan Pihak Asing

Protes Masyarakat Soal Freeport

Ilustrasi, Protes Masyarakat Soal Freeport. (Dok. Sindo).

JAKARTA – Desakan untuk mengusir keberadaan PT Freeport di Indonesia terus bergulir. Keberadaan perusahaan tambang emas besar asal Amerika Serikat itu diyakini hanya menguntungkan pihak asing dan anteknya yang ada di Indonesia.

Aktivis dari Solidaritas untuk Pergerakan Aktifis Indonesia (Suropati), Ibrahim berjanji segera mendatangi Istana Wakil Presiden untuk menyampaikan tuntutan tersebut.

“Tuntutan kami, usir Freeport dari bumi Indonesia, rebut kembali kedaulatan tambang kita. Pecat, Rini Soemarno dan Sudirman Said,” tegas Ibrahim dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Senin (18/1/2016).

Pihaknya juga mendesak, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berani segera menghentikan impor konsentrat PT Freeport yang dianggap melanggar UU Nomor 4 Tahun 1999 Tentang Minerba. “Bongkar semua skandal kongkalikong terkait Freeport,” ucapnya.

Baca: Megawati Ingin Jokowi Tinjau Ulang Kontrak Karya PT Freeport.

By: nasional.sindonews.com/Saiful Munir, Senin,  18 Januari 2016  −  11:35 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.533 kali, 1 untuk hari ini)