Direktur Riset Median, Sudarto.


Sudarto menilai, faktor ekonomi menjadi alasan utama publik karena dampaknya yang dirasakan langsung.

China dianggap sebagai ancaman terbesar Indonesia berdasarkan laporan hasil survei Media Survei Nasional (Median) mengenai persepsi publik terhadap ancaman dari luar negeri.

Direktur Riset Median, Sudarto, mengatakan, hasil itu diperoleh dari 1.000 responden yang diajukan pertanyaan acak atau tidak diberikan daftar pilihan jawaban.

China berada di urutan pertama dengan prosentase 22,7 persen, kemudian disusul Amerika Serikat yang dianggap sebagai ancaman terbesar dengan prosentase sebanyak 14,1 persen.

Sudarto menyampaikan, alasan China dianggap sebagai ancaman terbesar, pertama karena faktor penguasaan ekonomi dalam negeri sebesar 31,2 persen. Lalu produk China yang terlalu dominan disebut 23,7 persen.

“Kemudian alasan Komunis 7,5 persen, banyak orang Tionghoa di Indonesia 6,5 persen, serta membawa pornografi dan narkoba 6,4 persen,” ujarnya saat konferensi pers di Resto Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Sudarto menilai, faktor ekonomi menjadi alasan utama publik karena dampaknya yang dirasakan langsung.

Survei itu merupakan kesatuan dari survei yang dilakukan pada 14 hingga 22 September lalu, menggunakan teknik multistage random sampling warga yang termasuk dalam kategori pemilih, dengan margin of error sebesar 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur / hidayatullah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 414 kali, 1 untuk hari ini)