Kabar Persyarikatannews
Berdasarkan SK PP No: 124/KEP/l.0 /D/2015 , Berikut ini adalah susunan Pimpinan Pusat Muhammadiyah :

Ketua Umum: Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
Ketua Bidang Tarjih, Tajdid dan Tabligh : Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc.,M.Ag.
Ketua Bidang Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi : Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum.
Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik : Dr. H.M. Busyro Muqoddas, SH., M.H.
Ketua Bidang Ekonomi, Kewirausahaan, dan UMKM : Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag.
Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Litbang : Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP.
Ketua Bidang Hubungan Antaragama & Peradaban : Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni
Ketua Bidang Pustaka, Informasi, dan Komunikasi : Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si.
Ketua Bidang Wakaf dan Kehartabendaan : Drs. H. M. Goodwill Zubir
Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat, LH, Kebencanaan, ZIS : Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A.
Ketua Bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri : Prof. Dr. Bahtiar Effendy
Ketua Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial : dr. H. Agus Taufiqurrohman, M.Kes, Sp.S.
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak : Dra. Hj. Noordjannah Djohantini. MM., M.Si.

Sekretaris Umum: Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed,
Sekretaris : Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.

Bendahara Umum: Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd.
Bendahara : Drs. H. Marpuji Ali, M.SI.

sangpencerah.com

***

Allah Ta’ala telah memberi petunjuk dalam Al-Qur’anul Karim

Membela kebaikan akan berpahala, membela keburukan akan berdosa

Membela Islam akan berpahala, membela perusak dan musuh Islam serta aliran-aliran sesat akan berdosa.

مَّن يَشۡفَعۡ شَفَٰعَةً حَسَنَةٗ يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٞ مِّنۡهَاۖ وَمَن يَشۡفَعۡ شَفَٰعَةٗ سَيِّئَةٗ يَكُن لَّهُۥ كِفۡلٞ مِّنۡهَاۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ مُّقِيتٗا ٨٥ [سورة النساء,٨٥]

  1. Barangsiapa yang memberikan syafa´at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa´at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu [An Nisa”85]

Keimanan terancam ketika berkasih-sayang dengan kafirin, musuh-musuh Islam, perusak Islam dan semacamnya seperti aliran sesat syiah, ahmadiyah, LDII (lihat rekomendasi MUI https://www.nahimunkar.org/rekomendasi-mui-untuk-pembubaran-ahmadiyah-ldii-dan-sebagainya-2/ ), Inkar Sunnah, sepilis (sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme) dan lainnya.

لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ [سورة الـمجادلـة,٢٢]

  1. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya [Al Mujadilah22]

Menghalangi ditegakkannya Islam, sifat munafik

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيۡتَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودٗا ٦١ [سورة النساء,٦١]

  1. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [An Nisa”61]

Celaan terhadap sikap Bani Israel dan semacamnya yang memilih kesesatan

{وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ } [الأعراف: 146]

وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ ١٤٦ [سورة الأعراف,١٤٦]

Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya [Al A’raf146]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٢٠٨ [سورة البقرة,٢٠٨]

  1. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu [Al Baqarah208]

 

التفسير الواضح (1/ 125)

المعنى:

يا أيها الذين آمنوا من أهل الكتاب استسلموا لله- تعالى- وأطيعوه ظاهرا وباطنا، وادخلوا في الإسلام كله، ولا تخلطوا به غيره، فإنه

روى أن عبد الله بن سلام استأذن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم أن يقيم على السبت وأن يقرأ من التوراة في صلاته في الليل

Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman dari ahli kitab, pasrahlah kepada Allah Ta’ala dan taatilah Dia secara lahir maupun batin, dan masuklah kedalam Islam secara total (keseluruhan), dan jangan kalian campuri Islam itu dengan lainnya, karena (ayat ini turun berkenaan dengan) diriwayatkan bahwa Abdullah bin Salam (tokoh Yahudi yang masuk Islam), dia minta izin kepada Rasulullah shallalah ‘alihi wa sallam untuk mendirikan (ibadah) Sabat, dan untuk membaca Taurat dalam Shalat malamnya. (Tafsir Al-Wadhih الحجازي، محمد محمود  1/125).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 25.276 kali, 4 untuk hari ini)