Gus Mus mertua pentolan liberal Ulil Abshar Abdalla menjunjung Syafii Maarif, dianggap ilmu agama Islamnya lebih tinggi dibanding Pengurus MUI.

Ada apa?

Ketika kita tengok ke belakang, jebulane (ternyata) mereka ini (Gus Mus dan Syafii Maarif) adalah sama-sama pembela aliran sesat Ahmadiyah agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad.

Yang Gus Mus (dalam membela Ahmadiyah itu) sampai disoroti dalam tulisan berjudul: Ngawurnya A. Mustofa Bisri dalam Membela Ahmadiyah.

Sedang Ahmad Syafii Maarif ketika membela aliran sesat Ahmadiyah, ditantantang orang untuk mubahalah. Tantangannya masih ada di sini: Tantangan Mubahalah untuk Ahmad Syafii Maarif dan Gus Dur 

Dalam kasus Ahok orang kafir penista Al-Qur’an, rupanya A Mustofa Bisri itu gerah dengan terperosoknya Ahmad Syafii Maarif yang namanya jatuh karena membela Ahok lewat tivi maupun tulsan.

Kenapa jatuh namanya?

Karena,  Syafii Maarif membela Ahok dan mengecam MUI tanpa argumentasi yang memadai. Hingga secara tidak langsung justru memalukan diri sendiri di hadapan khalayak ramai. Kecaman Syafii Maarif yang tidak mutu pun diblejeti, di antaranya dalam artiel ini: Wow… Ternyata Syafii Maarif Dulu Membela Ahmadiyah Pemalsu Quran, Kini Bela Ahok Penista Quran

Juga tulisan ini: Syafii Maarif Dulu Bela Gembong Liberal, Kini Bela Ahok Penista Islam 

Melihat rekannya sesama pembela aliran sesat Ahmadiyah dan liberal kini seakan jatuh tape (seperti tape singkong jatuh ke debu, kondisi jatuh yang tidak bisa ditolong lagi) seperti itu, rupanya A Mustofa Bisri krengkang-krengkang untuk menolongnya. Namun tampaknya tidak berguna juga, selain menongolkan diri bahwa masih sesetia karena “seperjuangan” dalam mendukung para penista Islam.

Silakan simak berikut ini beritanya.

***

Gus Mus Sebut Ilmu Agama Islam Buya Syafii Lebih Tinggi dari Pengurus MUI

NUSANEWS – Mantan Rois Syuriah Nahdhlatul Ulama (PBNU) KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebut ilmu agama Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) lebih tinggi dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Itu gimana Buya Syafii saja didebat dan dihujat. Ilmu agama Islam Buya itu lebih tinggi dari mereka yang di MUI,” kata Gus Mus dikutip dari CNN Indonesia.

Gus Mus mengkritik bahwa pengurus MUI itu belum tentu ulama.  “Asal jadi pengurus MUI terus kok disebut Ulama.

Juru tulis atau juru ketik seakan Ulama, terus mudah mengeluarkan fatwa dan lucunya banyak umat Islam yang mengikuti. Halal dan Haram mudah dikeluarkannya,” kata Gus Mus.

Dalam kondisi bangsa dan negara yang kini rentan diterpa oleh isu suku, agama, ras, dan antargolongan, Gus Mus berharap orang-orang di dalam MUI mau mengkoreksi diri dan merevolusi mental internal kelembagaan. (sn)*/NUSANEWS/suaranasional.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 45.773 kali, 1 untuk hari ini)