Sah! Setya Novanto dari Golkar Resmi Jadi Ketua DPR.
Kronologi Ricuhnya Sidang Pemilihan Pimpinan DPR.
Pemrotes dari PDIP diingatkan soal etika.
Kenyataan gagalnya syahwat politik PDIP untuk memimpin DPR dibuktikan tadi malam (1-2 Oktober 2014) dalam sidang perdana DPR yang mengalami ricuh karena protes dari PDIP namun tetap sah. Sah! Setya Novanto dari Golkar Resmi Jadi Ketua DPR. Palu pun diketokkan, tok… tok… tok…
Ternyata setengah bulan yang lalu telah dianalisa bahwa PDIP harus gigit jari karena Syahwat Politik PDIP untuk Pimpin DPR Gagal.
Inilah analisanya, dan di bagian selanjutnya adalah berita tentang sidang perdana DPR yang memanas, kronologi kericuhan, pengesahan ketua DPR, dan komentar yang menyayangkan kurang beretikanya DIP.
***

Syahwat Politik PDIP untuk Pimpin DPR Gagal dan Terpaksa “Gigit Jari”

Posted on September 17, 2014 by kandunk |

Kesolidan Koalisi Merah Putih (KMP) tampaknya bukan sekedar wacana saja, selain menolak tawaran menteri, parpol yang tergabung dalam KMP pun memberikan pelajaran kepada koalisi yang mendukung Jokowi-JK di parlemen. Kini, ambisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju menjadi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pupus sudah. Pasalnya, bukan hanya KMP saja yang kompak, namun koalisi pendukung Jokowi-JK pun dikabarkan sudah mulai goyah. Betul sudah, istilah “salam dua jari” benar-benar telah berubah menjadi “salam gigit jari”.

Ambisi PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2014 untuk memimpin parlemen kian pupus. Tata Tertib DPR yang disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI Selasa (16/9/2014) simetris dengan UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, seperti dilansir laman Inilah, Rabu (17/9/14).
PDI Perjuangan harus gigit jari. Ambisi untuk menunda pengesahan Tatib DPR RI gagal total. Partai koalisi yang dihimpun dalam koalisi Jokowi-JK tak mampu membendung kemauan politik dari fraksi-fraksi di DPR yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Upaya lobi yang dilakukan antarfraksi juga menemukan jalan buntu. Pilihan keluar dari Sidang Paripurna menjadi pilihan terakhir bagi PDI Perjuangan. Langkah serupa juga diikuti oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) namun tidak untuk Fraksi Hanura yang tetap berada di ruang sidang./ http://silontong.com/
***

Rapat Paripurna Memanas, Anggota Dewan Naik ke Podium Pimpinan

Rabu, 01 Oktober 2014 23:56 wib | Achmad Fardiansyah – Okezone

JAKARTA– Rapat paripurna semakin malam semakin panas. Sejumlah anggota dewan yang tidak diperkenankan melakukan interupsi, memilih merangsek ke meja pimpinan DPR sementara.

Pantauan Okezone, saat pembacaan struktur fraksi di DPR, sejumlah anggota dewan sudah maju di depan meja pimpinan sidang. Namun pimpinan DPR sementara Popong Otce Djundjunan, tetap memilih untuk melanjutkan agenda sidang.

Usai Fraksi Partai Persatuan Pembangunan membacakan struktur pimpinan fraksi, suasana semakin memanas. Anggota dewan beramai-ramai naik ke atas podium pimpinan untuk menyampaikan interupsinya.

Tidak hanya belasan, kini ada puluhan anggota dewan memilih naik ke podium. Merasa tidak kondusif, sayup-sayup suara Popong pun menyatakan sidang di skors.

“Rapat di-skors karena sudah tidak kondusif,” kata Popong.

Saat ini, puluhan anggota dewan masih berada di podium pimpinan sementara. Sedangkan sejumlah petugas keamanan DPR tengah berjaga di sekeliling kursi pimpinan dewan sementara. (kem)

 

***

Sah! Setya Novanto Resmi Jadi Ketua DPR

Kamis, 02 Oktober 2014 03:20 wib | Achmad Fardiansyah – Okezone

JAKARTA – Politisi Golkar, Setya Novanto, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPR RI 2014-2019. Nama Bendahara Umum Partai Golkar itu dipilih bulat oleh enam fraksi yang ada di DPR.

Selain Setya Novanto, sejumlah politisi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) terpilih menjadi wakil ketua DPR. Mereka adalah Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), Taufik Kurnia (Fraksi PAN), dan Fahri Hamzah (Fraksi PKS).

“Ternyata dari enam fraksi ternyata semua sama, dengan demikian ada satu paket. Atas usulan enam fraksi ini apakah bisa saya menyatakan paket ini sah sebagai pimpinan DPR,” kata pimpinan sementara DPR RI, Popong Otje Djundjund, Kamis (2/10/2014).

“Sah.. Sah..,” sahut anggota dewan di gedung DPR serentak. “Tok.. Dengan demikian dapat disahkan dan selanjutnya dilakukan pelantikan pimpinan DPR,” tutur politisi tertua ini di DPR. (kem)

Inilah beritanya.

***

Kronologi Ricuhnya Sidang Paripurna Pengumuman Pimpinan Fraksi

JAKARTA – Rapat Paripurna perdana Anggota DPR RI memanas. Sidang pun berlangsung alot dan skors pun dilayangkan pimpinan DPR sementara.

Kericuhan tersebut berawal, saat pimpinan sementara DPR Popong Otce Djundjunan memberikan kesempatan membacakan nama fraksi dan strukturnya,

Fraksi Gerindra, 73 anggota:
Ketua Fraksi Ahmad muzani,
Sekretaris (Fahri zeni)

Fraksi Golkar, 90 anggota:
Ketua Fraksi Ade Komarudin

Partai Demokrat, 61 anggota:
Ketua Fraksi Edhie Baskoro Yudhoyono
Sekretaris Didik Mukriyanto
Bendahara Anton  Supratono

Fraksi PAN, 48 anggota:
Ketua Fraksi Tjatur Sapto Edi
Sekretaris Teguh Juwarno
Bendahara Dewi

Fraksi PKS, 40 anggota:
Ketua Fraksi Hidayat Nur Wahid

Fraksi PPP, 39 anggota:
Penasehat Ketua Fraksi
Ketua Fraksi Hasrul Azwar
Wakil Saifullah Tamliha
Sekretaris Arwani Thomafi

Belum tuntas fraksi PPP memaparkan strukturalnya, situasi di ruang rapat kembali memanas. Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan Masinton Pasaribu maju dan menunjuk pimpinan sidang yang dipimpin oleh Popong dan Ade Rezki Pratama.

Lantaran tak kondusif dan memang dilarang Anggota menaiki dan mendekati meja pimpinan, Popong pun mengingatkan untuk menjaga etika,  Pamdal pun dikerahkan untuk menenangkan situasi ini.

“Sidang kita skors karena situasi sudah tidak kondusfi,” kata Popong sambil mengetok palu. (kem)

Kamis, 02 Oktober 2014 00:46 wib | Achmad Fardiansyah – Okezone

***

Sidang Perdana Ricuh, DPR 2014-2019 Takkan Lebih Baik

Kamis, 02 Oktober 2014 08:20 wib | Tri Kurniawan – Okezone

JAKARTA – Kericuhan yang terjadi dalam sidang perdana DPR periode 2014-2019 sangat disesalkan. Pengamat politik, Gun Gun Heryanto, tak yakin wakil rakyat periode ini akan lebih baik dari periode sebelumnya.

Gun Gun menduga, kericuhan semalam dan dini hari tadi bukanlah akhir pertarungan anggota Koalisi Indonesia Hebat dengan Koalisi Merah Putih di parlemen. Namun, jika hal itu terus terjadi tentu harapan publik takkan terakomodir. (Klik: Skors Dicabut, Rapat Paripurna Dihujani Interupsi)

“Kalau terus berkonflik, menurut saya akan jadi penurunan lagi. Periode kemarin tak membanggakan apalagi yang periode ini,” kata Gun Gun kepada Okezone, Kamis (2/10/2014).
Melihat kericuhan semalam dan dini hari tadi, Gun Gun menilai, DPR periode ini lebih sebagai ruang transaksi dan negosiasi para elite daripada bicara produktifitas. Seharusnya, kata dia, koalisi di parlemen menjadi lecutan untuk sesuatu yang bernilai baik.

“Tetap berpegang pada etika dan adab. Interupsi boleh tapi jangan sampai kasar dan menyampaikan aspirasi dengan mengepung pimpinan DPR,” ungkapnya. (Klik: Rapat Memanas, Anggota Dewan Naik ke Podium Pimpinan)

Apa yang terjadi di DPR, lanjut dia, disaksikan masyarakat luas, karena dimuat media massa. Gun Gun berharap, anggota DPR lebih elegan dalam menyampaikan pendapat. “Harus menghormati forum. Ini (pesan) untuk semua politisi di DPR karena ini tanggung jawab bersama,” ungkapnya.(trk)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 821 kali, 1 untuk hari ini)