Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.

Siapa yang menginginkan keberkahan pada rizki, umur, dan kesehatan maka dekatlah dengan Al-Qur’an. Demikian nasehat Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali Al-Yamani, di video “Keutamaan Ahlul Qur’an” dipublish madanitv.net.

“Wahai anakku, selama engkau terhubung dengan Al-Qur’an maka keberkahan yang engkau dapatkan lebih banyak. Jika engkau terputus dari Al-Qur’an maka keberkahan lebih sedikit,” tambahnya dalam tashiah yang berlokasi di Ma’had Bina Madani, di Ciawi, Bogor Jawa Barat.

Syaikh Abdul Qawi dari lembaga Internasional Litahfidzil Qur’an di Yaman ini menyampaikan bahwa para ahlul Qur’an adalah manusia pilihan Allah, manusia yang diridhai Allah, manusia yang Allah pilih untuk mengemban Kitab-Nya. Dan Allah memilih mereka untuk mempelajari dan mengajarkan Kitab AllahSubhanahu wa Ta’ala.

Beliau mengutip firman Allah Ta’ala,

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Faathir: 32)

Salah seorang ulama berkata, seutama-utama pembagian dalam Al-Qur’an ada di ayat ini. yaitu menzalimi diri sendiri, pertengahan, berlomba dalam kebaikan.

Ini orang menzalimi dirinya sendiri, tapi termasuk ahlul Qur’an. Ini adalah orang pertengahan dalam kebaikan, dan di sana ada orang yang berlomba dalam kebaikan. Semuanya masuk ke dalam surga ‘Adn. Kenapa?

Karena mereka termasuk ahlul qur’an, karena mereka manusia pilihan Allah, manusia yang diridhai Allah, manusia yang Allah pilih untuk mengemban Kitab-Nya. Dan Allah memilih mereka untuk mempelajari dan mengajarkan Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam ayat yang disebutkan sebelumnya,

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,” (QS. Faathir: 29)

Perniagaan Ahlul Qur’an adalah perniagaan yang selalu untung. Perniagaan Ahlul Qur’an adalah perniagaan yang tidak akan merugi. Yaitu perniagaan yang tidak hilang dan rugi. Perniagaan berkembang dan senantiasa untung. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala membeli mereka, memilih mereka, dan meridhai mereka di antara para hambaNya.

Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda –sebagaimana yang aku sebutkan tadi- “Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah dan Manusia pilihan-Nya.”

Maka aku sampaikan kepada saudaraku dan pemirsa semua, kalau hanya satu hadits saja tentang keutamaan ahlul Qur’an, “sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” sungguh telah cukup. Kenapa? Karena mencakup kebaikan secara keseluruhan.

Aku katakan kepada saudaraku dan para pemirsa, “siapa yang menginginkan keberkahan hendaknya berpegang dengan Al-Qur’an. Siapa yang mengehendaki kebaikan hendaknya berpegang kepada Al-Qur’an.” Ketika seseorang berpegang dengan Al-Qur’an maka Allah tidak akan menelantarkannya. Ini adalah wasiat ulama-ulama kita, “Wahai Anak-anakkku, wahai saudaraku, berpeganglah dengan Al-Qur’an maka Allah tidak akan menelantarkanmu.” [PurWD/voa-islam.com]

Simak taushiah selengkapnya di link video berikut ini: http://www.madanitv.net/video/keutamaan-ahlul-quran.

By: voa-islam.com/Senin, 9 Rabiul Akhir 1437 H / 11 Januari 2016 14:26 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 525 kali, 1 untuk hari ini)