kajian di jakarta

JAKARTA Syaikh Abdurrazzaq Al Badr, salah seorang ulama dari Timur Tengah, untuk kesekian kalinya melakukan kunjungan tarbawiyah ke Indonesia. Beliau mengisi ceramah di masjid Istiqlal Jakarta dengan tema “Cinta Rosululloh”. Masjid Istiqlal yang merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia terlihat penuh sesak dengan kehadiran kaum muslimin dan muslimat yang ingin mengambil faedah dan pelajaran dari beliau.

Mencintai Adalah Dengan Mengikuti (Ittiba’)

Dalam kajian yang dipenuhi oleh kaum muslimin ini, Syaikh Abdurrazzaq menjelaskan bahwa mencintai Rosululloh merupakan hal yang harus ada dalam pribadi setiap muslim. Beliau juga mengatakan bahwa tanda kecintaan seseorang adalah sejauh mana ia mengikuti orang yang dicintainya. Syaikh mengutip ayat dalam surat Ali Imron 31 yang artinya : “Katakanlah (wahai Muhammad), jikalau kamu mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintaimu dan mengampunimu, Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Syaikh Abdurrazzaq kemudian menjelaskan bahwa para ulama menyebut ayat ini disebut sebagai “ayat ujian”, yakni sebagai ujian bagi siapa saja yang jujur dalam kecintaannya. Orang  yang jujur dalam mencintai Rosululloh adalah orang yang betul-betiul mengikuti (ittiba’) syariat yang beliau bawa. Orang yang hanya mendengungkan kecintaan kepada Nabi Muhammad, tetapi berlaku jauh dari syariat yang beliau bawa adalah orang yang tidak jujur dalam kecintaannya.

Selain itu, diantara tanda kecintaan seorang muslim kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam adalah dengan banyak bersholawat atas beliau, terlebih tatkala nama beliau disebutkan. Dalam sebuah riwayat, Rosululloh pernah bersabda yang artinya : “Seorang yang bakhil adalah seorang yang namaku disebutkan, namun tidak bersholawat atasku” (HR Ahmad dan An-Nasai).

Lebih lanjut Syaikh kemudian menyebutkan bahwa mengagungkan hadits-hadits Rosululloh juga merupakan tanda dari kecintaan yang jujur terhadap beliau shollallohu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya, melecehkan hadits-hadits Rosululloh sama saja dengan melecehkan beliau, karena tidaklah Rosululloh berkata melainkan berdasarkan wahyu yang berasal dari Alloh. Dalam sebuah riwayat Rosululloh bersabda yang artinya : “Barang siapa yang tidak mencintai sunnahku, maka ia tidak termasuk kedalam golonganku”

Juga diantara tanda kecintaan terhadap Rosullulloh adalah mencintai orang yang berpegang teguh dengan sunnah dan mencintai para pembawa dakwah sunnah. Terakhir, beliau menutup ceramah beliau tentang tanda-tanda cinta terhadap Rosululloh yaitu cinta terhadap islam, cinta yang diiringi dengan sikap tidak berlebih-lebihan dan tidak pula meremehkan. Ceramah kemudian disusul dengan sesi Tanya Jawab.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun gemaislam, Syaikh Abdurrazaq Al Badr akan melanjutkan kunjungannya ke beberapa wilayah di nusantara hingga beberapa hari kedepan seperti Jogja (Masjid Kampus UGM dan Ponpes Bin Baz), Surabaya (Masjid Agung Surabaya dan Ma’had Ali Al-Irsyad), Lombok, Kampar dan Pekanbaru. Selain itu, anak Syaikh Abdurrazzaq, yaitu Yahya bin Abdurrazzaq (masih duduk di bangku SD) juga direncanakan akan menyampaikan ceramah di hadapan santri-santri ponpes Binbaz Jogja. Rencananya, Syaikh Abdurrazzaq akan meninggalkan Indonesia  pada Jumat sore, 26 April 2013. (arc) Written by Gema Islam

***

Syeikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin: Cinta Nabi Butuh Pembuktian

Senin, 22 April 2013

Hidayatullah.com–Cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  sama dengan cinta kepada Allah dan merupakan sebaik-baik perbekalan untuk kehidupan akhirat.

“Namun cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam perlu pembuktian,” demikian nasihat Syeikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr pada tabligh akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (21/04/2013).

Kata Syeikh, cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  mempunyai tanda-tanda pada pelakunya. Yakni mengikuti sunnah Nabi, memperbanyak salawat yang syar’i, mempunyai rasa rindu yang kuat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam , mencintai para sahabat Nabi, mencintai para dai dan orang yang mengikuti Nabi.

Sebaliknya, kata Syeikh, yang paling berbahaya adalah orang yang membenci para dai dan pengikut sunnah. Dan ciri-ciri mereka lebih menuruti hawa nafsu, mengkritik hadits Nabi, membela bid’ah dan berpaling dari sunnah.

Syeikh Abdurrazzaq adalah adalah profesor di Universitas Islamiah Madinah, Arab Saudi. Ini adalah kunjungannya yang ketiga ke Indonesia. Tabligh akbar yang diselenggarakan Radio Rodja 756AM itu dihadiri sekitar 150 ribu orang dari kapasitas Masjid Istiqlal yang mampu menampung 200 ribu jamaah.*

 Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Cholis Akbar/ hdytllh

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.728 kali, 1 untuk hari ini)