syaikh adnan

DAMASKUS (gemaislam) – Lebih dari dua pekan pertempuran hebat terjadi di Qushair. Tentara militer rezim Bashar Assad yang dibantu anggota kelompok Hizbullah Libanon menggempur habis-habisan pejuang mujahidin di wilayah yang dianggap strategis oleh kedua belah pihak tersebut.

Hingga akhirnya,Rabu (5/6), rezim Bashar Assad mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguasai wilayah Qushair dan menyebutnya sebagai sebuah kemenangan yang besar. Mengutip sebuah pernyataan yang dikeluarkan media pemerintah Suriah, para mujahidin bahkan disebut sebagai bagian dari teroris.

“Tentara Suriah menguasai seluruh daerah Qushair di Provinsi Homs setelah membunuh sejumlah besar teroris dan menangkap sejumlah lainnya,” kata laporan stasiun televisi pemerintah.

Menyikapi jatuhnya wilayah Qushair, Syaikh Adnan Al-‘Ar’ur menyatakan bahwa revolusi akan terus berlanjut. Ulama salafi asal Suriah yang sering membongkar kebatilan aliran syiah ini menyebut jatuhnya Qushair tidak akan memberikan pengaruh terhadap jihad yang terjadi di Suriah.

“Peperangan yang terjadi bukanlah peperangan memperebutkan Qushair semata, tetapi peperangan antara kebenaran dan kebatilan, antara iman dan kufur” ujarnya seperti dikutip islammemo, Kamis (6/6).

Syeikh Al-‘Ar’ur juga mengingatkan bahwa dahulu Rosululloh bersama para sahabatnya juga pernah mengalami kondisi yang lebih parah, baik dalam peperangan Uhud maupun Khandaq. Namun demikian Alloh menurunkan pertolongannya bagi para hamba-Nya yang beriman. Semoga Alloh memberikan keteguhan dan kemenangan hakiki bagi para Mujahidin Suriah (arc)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.445 kali, 1 untuk hari ini)