Grand Syekh Al-Azhar Ahmad at-Thayyib disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Prof Quraisy Shihab/foto rpblk


Grand Syaikh Al-Azhar Kairo, Mesir, Ahmad at-Thayyib berkunjung ke Indonesia di antaranya ke kantor MUI (Majelis Ulama Indonesia), Jakarta, Senin (22/2 2016). Dalam kunjungannya itu dia berbicara masalah syiah. Dia katakan, mayoritas Syiah menghormati sahabat Rasulullah SAW.

Dia katakan, Sunni dan Syiah adalah sama-sama sayap Islam. Tentu, kita bicarakan Syiah yang moderat, ada Imamiyah, Zaidiyyah, yang memiliki kedekatan dengan Sunni, tetapi ada sekte  menyimpang dan sesat yang mengangkat isu tasyayyu’ yang mengakui risalah selain untuk Muhammad SAW, mereka itu, seperti saya katakan, menyalahi apa yang konstan dalam agama dan bisa dinyatakan keluar Islam.

Akan tetapi, sesunguhnya, sebagian perbedaan kita dengan saudara Syiah kita, adalah perbedaan nonprinsipil (furu’), kecuali dalam soal imam. Syiah percaya imam sebagai bagian pokok agama, sedangkan kita, Sunni soal itu termasuk nonprinsipil. Isu imamah juga tak membuat Syiah serta-merta keluar Islam.

“Dan ingat, perselisihan antara keduanya, Suni-Syiah inilah yang diembuskan oleh musuh Islam untuk memorak-porandakan umat, seperti saat ini yang terjadi di Suriah tak ada justifikasi meletusnya konflik tersebut, kecuali membenturkan Suni-Syiah, lihat pula Irak yang kacau balau atas dasar apa?

Konflik Suni-Syiah. Perhatikan pula Yaman. Kita sadar betul tentang peta konflik ini, karena itu sejak awal kita kampanyekan Suni dan Syiah bersaudara dan memang kita intinya bersaudara. Konflik tersebut akan terus diembuskan karena memang mereka musuh Islam tak menginginkan kita bersatu,”  katanya.     

(liht http://khazanah.republika.co.id/, Selasa, 23 Februari 2016, 06:11 WIB).

***

 Luntur dan melunturkan

Perkataan Syaikh Al-Azhar kepada MUI itu ketika kita tengok ucapan-ucapan dia sendiri dari ketika awal-awal menjadi Syaikh A-Azhar Mesir, maka berbalikan sama sekali. Padahal, yang namanya syiah waktu beliau mulai jadi Syaikh Al-Azhar dan syiah yang sekarang masih belum berubah dalam hal berhadapan dengan Islam.

Mari kita lihat pernyataan-pernyataan beliau sebelum luntur. Nanti akan tampak jelas luntrunya, dan dia tampaknya sengaja melunturkan MUI pula dalam hal syiah.

Inilah berita-berita tentang sikap Syaikh Al-Azhar ketika masih melawan syiah.

***

Syeikh Azhar: Kami akan Hadapi Setiap Upaya Penyebaran Syiah

Posted on Apr 4th, 2010

by nahimunkar.com

شيخ الأزهر: سنتصدى لأي محاولة لنشر المذهب الشيعي “لن نسمح بـ “مصيدة” شيعية للطلاب السنة“

Syeikh Azhar: Kami akan Hadapi Setiap Upaya Penyebaran Syiah

Sunday, 04 April 2010 08:01

Syeikhul Azhar yang baru mengatakan akan “membatasi” paham Syiah. Tapi tetap membolehkan belajar di Al Azhar

Hidayatullah.com–Dr Ahmad Thayyib, Syeikh Al-Azhar yang baru, Al-Azhar akan menolak setiap upaya penyebaran Syiah di negara Islam atau kepada komunitas pemuda Sunni.

Hal ini sama seperti yang dilakukan Iran terhadap semua jenis upaya untuk menyebarkan Sunni. Ini menunjukkan bahwa Al Azhar akan melanjutkan perannya dalam isu konvergensi intelektual, yang dimulai dengan madzhab Syi’ah sejak era Syeikh Al-Azhar Mahmud Shaltut, yaitu sebuah dialog yang telah mengurangi dari banyaknya ketegangan dan kepekaan.

Syeikhul Alzhar ini juga menyatakan di hadapan pers dalam program Wajeh al-Sahafa atau Meet the Press” yang dipandu seorang wartawan terkemuka Mesir,  Daud As-Syiryani, yang ditayangkan Al-Arabiah pada jam 23.00 hari Jumat (2/4) GMT.

Dr Thayyib menekankan bahwa ia akan waspada dan penuh perhatian serta akan membatalkan semua agenda politik yang dilakukan setiap pelajar Syiah yang belajar di Mesir karena ia tidak ingin masalah ini berubah menjadi perangkap “bagi anak muda Sunni”  untuk menarik mereka ke doktrin Syi’ah, yang kemudian bisa berubah menjadi Syi’ah

Syeikh Al-Azhar dalam penampilan pertamanya di TV Arab itu juga mengatakan bahwa pendekatan yang perlu dilakukan adalah pendekatan pada tingkat intelektual dan dalam batas-batas ilmiah saja. Meski demikian, pihaknya mengaku tetap menyambut baik pelajar Syi’ah untuk belajar di Universitas Al-Azhar, karena dia melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan mereka ke madzhab Sunni.

Wawancara dengan Syeikh Al-Azhar yang baru –sebagaimana ditunjuk lansung oleh Presiden Mesir, pada tanggal 19 Maret lalu– disiarkan melalui satelit dan dihadiri oleh penulis Saudi Badriya, media Mesir, redaktur Al-Wathan Sheriff Kandil, dan Jasser Jasser, Wakil editor Al-Wathan.  [sadzali/arbn/www.hidayatullah.com]

http://hidayatullah.com/berita/internasional/11281-syeikh-azhar-kami-akan-hadapi-setiap-upaya-penyebaran-syiah

الجمعة 17 ربيع الثاني 1431هـ – 02 أبريل 2010م

“لن نسمح بـ “مصيدة” شيعية للطلاب السنة”

شيخ الأزهر: سنتصدى لأي محاولة لنشر المذهب الشيعي

دبي- العربية.نت

أكد الدكتور أحمد الطيب، شيخ الأزهر الجديد، أن الأزهر سيتصدى لأي محاولة لنشر المذهب الشيعي في أي بلد إسلامي أو لنشر خلايا شيعية في أوساط الشباب السني، تماماً مثلما تتصدى “إيران” لأي محاولة لنشر المذهب السني لديها، مشيراً إلى أن الأزهر سيواصل دوره في مسألة التقريب الفكري التي بدأها مع المذهب الشيعي منذ عهد شيخ الأزهر الأسبق محمود شلتوت، وهو الحوار الذي أدى للتقليل من الكثير من التوترات والحساسيات.

وأشار الإمام الأكبر خلال مواجهته للصحافة في برنامج “واجه الصحافة” مع داود الشريان، والذي بثته العربية في تمام الساعة الحادية عشرة مساء الجمعة 2-4-2010، بتوقيت السعودية، إلى وجود توافق مع عدد كبير من العلماء الشيعة داخل إيران فيما يخص مسألة عدم التبشير لمذهب شيعي في أوساط السنة أو العكس.

وشدد الدكتور الطيب على أنه سيكون يقظاً ومنتبهاً وسيعمل على إبطال أي أجندة سياسية لأي طالب شيعي يدرس في مصر، فهو لا يريد أن يتحول الأمر لـ”مصيدة” للشباب السني للتحول للمذهب الشيعي وتتحول بعدها إلى بؤرة ، ثم مركز شيعي يعقبه قتال، فهذا أمر لا يمت للإسلام أو للفكر بصلة.

وقال شيخ الأزهر في أول ظهور تلفزيوني له عبر قناة عربية، غير مصرية، على أن التقارب هو تقارب على المستوى الفكري وفي الحدود العلمية فقط، وأنه يرحب بدراسة الطلاب الشيعة في الأزهر لأنه يرى في ذلك فرصة لتعرفهم على المذهب السني.

يذكر أن المواجهة مع شيخ الأزهر الجديد، والذي عين بقرار جمهوري من الرئيس المصري، يوم 19 آذار (مارس) الماضي، تمت عبر الأقمار الاصطناعية، وشارك فيها أيضاً الكاتبة السعودية بدرية البشر، والإعلامي المصري ومدير تحرير الوطن السعودية شريف قنديل، وجاسر الجاسر نائب رئيس تحرير الوطن.

http://www.alarabiya.net/articles/2010/04/02/104746.html

***

Al-Azhar Serukan Agar Iran Tidak Sebarkan Syiah di Negara Sunni

Posted on Feb 6th, 2013

by nahimunkar.com

Rabu, 06 Feb 2013

syaikh al Azhar-ahmad dinejad

KAIRO.MESIR.(voa-islam.com) – Selasa (05/02/13] Syaikhul Azhar, Dr Ahmad Ath-Thayyib, mengundang presiden Iran, Mahmud Ahmadi Nejad, dalam konferensi di tempat para Syaikh AL-Azhar, Kairo.

Beliau menyeru kepada Iran agar tidak intervensi dalam urusan – urusan Negara teluk, terutama Bahrain. Dalam pernyatan Al-Azhar dikatakan bahwa Syaikh Ahmad Ath-Thayyib meminta Ahmadi Nejad agar memberikan hak – hak kepada Ahlusunnah yang berada di Iran dan di Ahwaz.

Syaikh Al-Azhar itu juga menegaskan bahwa ia menolak gelombang syiah di Negara – Negara Sunni. Ahmadi Nejad mengunjungi Mesir untuk menghadiri KTT Islam yang akan dilaksanakan pada hari Rabu.

Tercatat bahwa kunjungan presiden Iran ke Mesir adalah merupakan yang pertama kali semenjak revolusi Khomaini pada tahun 1979.[usamah/imo]

***

شيخ الأزهر يدعو نجاد لعدم التدخل قي شؤون دول الخليج

Tuesday 05 February 2013

مفكرة الاسلام: دعا شيخ الأزهر أحمد الطيب الرئيس الإيراني محمود أحمدي نجاد يوم الثلاثاء في اجتماع بمشيخة الأزهر في القاهرة إلى عدم التدخل قي شؤون دول الخليج العربية خاصة البحرين.

وقال الأزهر في بيان إن الشيخ أحمد الطيب طالب أحمدي نجاد بمنح “أهل السنة والجماعة في إيران -وبخاصة في إقليم الأهواز- حقوقهم الكاملة كمواطنين.”

وأضاف أن شيخ الأزهر أبلغ الرئيس الإيراني برفض الأزهر “المد الشيعي” في الدول السنية.
ويزور أحمدي نجاد مصر لحضور مؤتمر القمة الإسلامية الذي يبدأ يوم الاربعاء.
وهذه أول زيارة لرئيس إيراني للقاهرة منذ قيام ثورة الخميني عام 1979 .

وتتعرض دول الخليج لحملة تهديدات مستمرة من جانب إيران سواء من خلال الضغوط العسكرية أو الدبلوماسية لاسيما بعد المواقف الخليجية التي انحازت لمعاناة الشعب السوري في مواجهة بشار الأسد الذي يتمتع بدعم واسع النطاق من نظام الملالي الحاكم في طهران.

http://www.islammemo.cc/akhbar/arab/2013/02/05/164093.html

***

Syaikh Al-Azhar Tolak Penyebaran Syiah di Dunia Islam

Posted on Okt 1st, 2011

by nahimunkar.com

Dari Indonesia diperkirakan sekitar 6.000-7.000 orang belajar Syiah di Iran

شيخ الأزهر يؤكد رفضه للمد الشيعى فى الدول الإسلامية السنية

ritual_syiah

Acara Asyura: Syi’ah menyeleweng dari Islam/ myalicherif.com

  • Syaikh Al-Azhar Ahmad al-Thayyib menolak semua upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di Mesir dan negara-negara Islam lainnya.
  • Syiah melakukan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad dan tokoh-tokoh Sunni lainnya. Hal ini telah berkembang banyak, dimulai dengan tulisan-tulisan di sana-sini mempertanyakan keyakinan muslim Sunni dan kemudian menghina Sayyidah Aisyah Ra, isteri Rasulullah saw.
  • Ada saluran TV satelit yang ditujukan untuk mengutuk dan menghina para sahabat Nabi SAW, menghina Sunni dan bahkan mengklaim Al-Quran telah dipalsukan.
  • Di Indonesia diberitakan, pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran, datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran. Perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang. (REPUBLIKA.CO.ID, Kamis, 03 Maret 2011 16:18 WIB).

Inilah berita-berita  yang memperingatkan bahaya aliran sesat syiah, baik peringatan keras dari Al-Azhar Mesir maupun dari DPR Indonesia.

***

Al-Azhar: Kami Tidak Akan Tinggal Diam dalam Hadapi Penghinaan Syi’ah

Imam Agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Thayyib mengatakan pada Kamis kemarin 929/9) bahwa ia menolak semua upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di Mesir dan negara-negara Islam lainnya, pada saat Syiah melakukan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad dan tokoh-tokoh Sunni lainnya.

Pernyataan itu dibuat selama pertemuan dengan delegasi yang mewakili Lembaga Al-Hakim di Lebanon dan beberapa perwakilan dari Dewan Tertinggi Islam di Irak.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis kemarin, Al-Azhar mengatakan pertemuan itu ditujukan dalam upaya Al-Azhar untuk mendamaikan perbedaan sekte dan doktrin dalam Islam.

Thayyib mengatakan kendala pertama adalah adanya upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di negara-negara Sunni, khususnya di Mesir, rumah bagi Al-Azhar, otoritas keagamaan tertinggi di dunia Muslim Sunni.

“Saya pikir ada motif tersembunyi di balik upaya ini, yang tidak satu orang pun akan menyetujuinya,” kata Thayyib. “Hal ini telah berkembang banyak, dimulai dengan tulisan-tulisan di sana-sini mempertanyakan keyakinan muslim Sunni dan kemudian menghina Sayyidah Aisyah Ra.”

Thayyib melanjutkan dengan mengatakan bahwa “Al-Azhar sejauh ini telah berusaha menjaga kesatuan umat Islam, tetapi jika situasi ini dibiarkan, Al-Azhar memiliki pilihan ideologis.”

Dia menambahkan bahwa hambatan kedua adalah adanya saluran TV satelit yang ditujukan untuk mengutuk dan menghina para sahabat nabi SAW, menghina Sunni dan bahkan mengklaim Al-Quran telah dipalsukan.(fq/amay)

ERAMUSLIM > DUNIA

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/al-azhar-kami-tidak-akan-tinggal-diam-dalam-hadapi-pelanggaran-syiah.htm
Publikasi: Jumat, 30/09/2011 12:39 WIB

***

Ribuan Pemuda Belajar di Iran, Polri Diminta Waspadai Syiah

Kamis, 03 Maret 2011 16:18 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Anggota Komisi VIII, Ali Maschan Musa, mengatakan Polri juga harus ikut memerhatikan aliran Syiah selain mewaspadai penyebaran Ahmadiyah di Indonesia. Saat ini, kata dia, ada ribuan pemuda-pemuda Indonesia yang belajar Syiah langsung di Iran. Beberapa tahun lagi mereka akan kembali.

“Saya tahun 2007 ke Iran dan bertemu dengan beberapa anak-anak Indonesia di sana yang belajar Syiah. Mereka nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya,” kata Ali dalam rapat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (3/3).

Kondisi macam itu, kata Ali, juga harus menjadi perhatian Polri ke depan. Ali berharap kejadian kekerasan Cikeusik yang melibatkan Ahmadiyah dan kelompok masyarakat bulan lalu tidak terulang lagi. “Kalau memang kembali, mereka (pelajar Indonesia di Iran) itu akan menjadi pekerjaan Polri,” katanya.

Ali mengatakan adanya pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran itu datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. “Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran itu. Saya perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang,” katanya.

Ito Sumardi menganggap informasi dari Ali Maschan Musa merupakan masukan yang baik bagi Polri. Namun, Ito mengatakan Polri perlu kepastian mengenai paham Syiah itu diperbolehkan di Indonesia atau tidak. “Ini masukan yang bagus,” ujarnya singkat.

Redaktur: Didi Purwadi

Reporter: M Ikhsan Shiddieqy

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/03/167288-ribuan-pemuda-belajar-di-iran-polri-diminta-waspadai-syiah

***

شيخ الأزهر يؤكد رفضه للمد الشيعى فى الدول الإسلامية السنية

الخميس: 29 سبتمبر 2011 , الساعة 2:53 مساء

القاهرة ـ آ ش أ : جدد الدكتور أحمد الطيب شيخ الأزهر الشريف الخميس رفضه للتوجه الشيعى فى الدول الإسلامية، وكذلك محاولات أصحاب المذهب الشيعى للإساءة إلى أصحاب الرسول صلى الله عليه وسلم ورموز أهل السنة.

وجاءت تصريحات الطيب خلال إستقباله وفدا يمثل مؤسسة “الحكيم” بلبنان، وبعض الممثلين عن المجلس الأعلى العراقى.

وذكر الطيب أن الأزهر الذى بدأ مشروع التفاهم بين المذاهب مستعد دائما للدفع به إلي الأمام، داعيا إلي انتهاج الصراحة في التعامل لعدة أسباب.

وأرجع شيخ الأزهر سبب دعوته هذه إلي المحاولات الكثيرة فى نشر مذهب الشيعة فى بلاد السنة وبخاصة فى مصر، في إشارة إلي الكتب التي يتم توزيعها في بلدان العالم الإسلامي.

ورأي أن هناك جهات تقف وراء كل ذلك، وما آلت إليه الأمور من تشكيك في إيمان سيدنا أبى بكر وعمر ثم سب أم المؤمنين عائشة رضى الله عنها.

وأضاف الطيب أن الأزهر يحاول ضبط النفس حيال كل هذه التجاوزات، محذرا من تحرك الأزهر للدفاع عن أهل السنة والجماعة في حال لم يتم السيطرة علي مثل هذه الأفكار.
ولمح إلي أن القنوات الفضائية المخصصة لشتم وسب الصحابة رضى الله 

عنهم وإتهام أهل السنة وراء تصاعد الأزمة بين السنة والشيعة، مؤكدا أن الأزهر بوصفه “قلعة أهل السنة والجماعة” لن يقف كالمتفرج حيال كل ذلك.

وجدد تأكيده علي وقوف الأزهر بالمرصاد لهذا المد الغريب، مشيرا إلي أن ما يقدم فى القنوات الشيعية يخدم إسرائيل والغرب ويفتت الأمة الإسلامية.

ودعا المراجع الدينية فى النجف وقم إلي التبرأ من كل من يسب الصحابة الكرام والسيدة عائشة رضى الله عنها، من أجل الحفاظ على وحدة الأمة الإسلامية.

http://www.moheet.com/2011/09/29/%

(nahimunkar.com)

***

Peringatan dalam Al-Qur’an

Ada sebuah perumpamaan dari Allah yang membuat kita tercengang. Betapa hinanya orang-orang alim atau berilmu yang tergelincir dengan pengetahuann hingga membuatnya dirinya menjadi rendah. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan ilmunya untuk mendapatkan harta dunia belaka, serta untuk mendapatkan kedudukan di mata makhluk. Allah Ta’ala berfirman:....lagi

{ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (175) وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (176) سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ } [الأعراف: 175 – 177]

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat lalim.” (QS. Al-A’raf, 7: 175-177).

Ayat ini mengisahkan tentang Bal’am bin Ba’ura, seorang dari Bani Israil di zaman dahulu yang dikaruniai ilmu, tapi hatinya cenderung kepada harta dunia. (Abu Abdillah Fatih Falestin, Perumpamaan Orang Alim yang Tergelincir dengan Ilmunya Dicatat oleh ustazcyber.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10.934 kali, 1 untuk hari ini)