.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pendiri dan pengasuh website tanya jawab Islam yang terkenal di dunia www.islamqa.com, mengimami shalat jenazah untuk anaknya, Anas, yang secara tragis ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Ummu Anas, ibu dari Anas, menuliskan puisi berikut untuk anaknya dalam bahasa Arab*:

Kesedihan yang berlimpah menyelimuti kami, di manakah air mata yang dapat menghibur kami?
Kami tidaklah menangisi penderitaan kami karena takdir, kami malah menelan kesedihan kami seperti menelan pil pahit.
Tidak ada keberatan terhadap takdir yang menimpa kami, tidak pula kami keberatan dengan ketetapan Sang Pencipta kami.
Namun, seiring dengan kepergian tubuhnya yang terbungkus, hati-hati kami pun terluka karena kepedihan yang mendalam.
Ya Allah, ampunilah air mata kami untuk Anas, karena dialah bintang penunjuk kami dalam kegelapan.
Ya Tuhan kami, berkatilah tempat peristirahatannya dan karuniakanlah kepada kami kesabaran sebagai pendamping kami dalam kesulitan.

*) Puisi tersebut admin terjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Versi Inggris oleh Dr. Bilal Philips:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152342686759089&set=a.416616544088.176678.228528829088
Mohon maaf jika terdapat penerjemahan yang kurang tepat.
Kematian dapat tiba kapan saja dan di mana saja. Sudahkah kita siap menghadapinya?
Klik like and share…

Via: Islam Itu Indah

(nahimunkar.com)