Grand Syeikh of Al Azhar Ahmed Mohammed Ahmed Eltayeb memberikan sambutan saat berkunjung di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (25/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo).


Menurut Syeikh Ahmad Ath Thayyib (Grand Syeikh Al-Azhar), penyebaran ajaran Syi’ah di wilayah Sunni akan menyebabkan konflik dan selanjutnya peperangan.

Syeikh Al Azhar Menilai ada Firqah yang Ingin Memanfaatkan Kunjungannya untuk Dijadikan Tanduk Kelompoknya

Dari Gontor, Syeikh Al Azhar Tolak Penyebaran Syiah di Wilayah Sunni

Inilah beritanya

***

Syeikh Al Azhar Menilai ada Firqah yang Ingin Memanfaatkan Kunjungannya

Jum’at, 26 Februari 2016 – 06:49 WIB

Hidayatullah.com–Ketika melakukan kunjungan di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo pada Kamis (25/2/2016) menyampaikan bahwa ada kesalahan dalam menafsiri maksud kunjungannya ke Indonesia.

“Kunjunganku di sini, amat disayangkan sekali, ditafsiri dengan penafsiran-penafsiran yang tidak benar,” Syeikh Ahmad Ath Thayyib membuka pembicaraannya, yang ditayangkan di Gontor TV.

“Kelihatannya, salah satu firqah Islam menunggu kunjungan Syeikh Al Azhar dan lantas ia (Syeikh Al Azhar-pent) bergabung dalam kelompoknya serta menjadi “tanduk” untuk klaim-klaim. Ini adalah khayalan dan tidaklah benar,” Syeikh Al Azhar menjelaskan di hadapan para hadirin.

Lantas Al Imam Al Akbar, Prof Dr. Ahmad Ath Thayib menjelaskan bahwa maskud kunjungannya adalah untuk persatuan umat Islam. Dan Al Azhar terbebas dari perpecahan dan perselisihan. Persatuan akan selalu diserukan oleh Al Azhar hingga nafas terakhir.*

Rep: Sholah Salim

Editor: Thoriq/ hidayatullah.com

***

Dari Gontor, Syeikh Al Azhar Tolak Penyebaran Syiah di Wilayah Sunni dan Takfir

Jum’at, 26 Februari 2016 – 08:20 WIB

Hidayatullah.com–Dalam kunjungannya di Universitas Darussalam Gontor pada Kamis (25/2/2016) Syeikh Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath Thayyib menjelaskan maksud kunjungannya ke Indonesia, yakni dalam rangka persatuan umat.

“Dengan demikian konsekwensinya adalah kami menolak pengkafiran kelompok atas kelompok lainnya. Amat disayangkan sekali, ada sebagian firqah tergesa-gesa dalam mengkafirkan firqah ini dan firqah itu,” Syeikh Ahmad Ath Thayyib mengatakan.

Syeikh Ahmad Ath Thayyib juga menjelaskan bahwa selama seseorang bersyahadat, shalat, membaca Al Qur`an dan berpuasa Ramadhan maka ia seorang Muslim yang nyawanya harus dilindungi.

“Sebaliknya, ada firqah yang tidak berhenti mencela Ummul Mukminin, juga merupakan ibu mereka meski mereka membenci yakni Sayidah Aisyah radhiyallahu anha. Ini tidak bisa diterima,” Syeikh Ahmad Ath Thayyib menyatakan.

Ulama madzhab Maliki yang pernah menjabat sebagai mufti Mesir ini menyampaikan bahwa pada Ramadhan lalu, dirinya meminta untuk menutup sebuah kanal televisi yang mencela para sahabat serta Imam al Bukhari. Menutut Syeikh Ahmad Ath Thayyib, pernyatan seperti itu adalah bentuk kesesatan dan menimbulkan fitnah sesama Muslim.

“Selanjutnya adalah, biarkan kita menyatakan dengan terus terang. Kita menolak penyebaran ajaran Syi’ah di negeri-negeri Ahlu Sunnah. Karena ajaran Syi’ah kita terima jika itu di negara Syi’ah. Akan tetapi adanya upaya merekrut anak-anak muda, baik dengan materi atau lainnya tidak bisa diterima,” Syeikh Ahmad Ath Thayyib menjelaskan.

Menurut Syeikh Ahmad Ath Thayyib penyebaran ajaran Syi’ah di wilayah Sunni akan menyebabkan konflik dan selanjutnya peperangan.

“Yang ketiga adalah, kita menolak intervensi dalam urusan internal negara dalam rangka madzhab, tidak hanya Syi’ah,” jelas Syeikh Ahmad Ath Thayyib.*

 Rep: Sholah Salim

Editor: Thoriq/hidayatullah.com

***

Rombongan Syeikh Al-Azhar ke Gontor

BERITA PONOROGO – Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo menerima kunjungan Grand Syekh Al-Azhar dari Mesir Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb yang di dampingi langsung Menteri Agama Drs. Lukman Hakim, Kamis (25/2/16) kemarin.

Rombongan Grand Syekh Al-Azhar dari Mesir Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb tiba di Bandara Lanud Iswahjudi Kamis Pukul 08.45 WIB dan langsung menuju Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor).

Ikut dalam rombongan Prof. Ahmad Muhammad Ahmad Al-Tayyeb, MA,  Drs. Lukman Hakim Saifudin (Menteri Agama),  Muhammad Mahmud Abdussalam (Penasehat Grend Syeikh), Abdurahmah Muhammad Musa (Penasehat Grend Syeikh),  Ali Rashid Ali Nuaimy (Sekjen Majelis Hukama), Thoriq Magdi Hasan (Sekertaris Grend Syeikh), Mustofa Abdul Hafidz Abdul Muksin (Anggota Majelis Hukama Muslimin), H.E. Bahaudin Bahjad Dassouqi (Duta Besar Mesir untuk Indonesia).

Udin Syaifudin (Sekertaris Panitia), Prof. Dr. M. Quroisy Shihab (Sekertaris Panitia), Prof Dr. Muhammadiyah Amin (Sesditjen Binmas Kemenag), Drs. HM Muzammil Basyuqi (Ketua BBMI Istiqlal), Prof. Dr. Agus Sartono (Deputi Pendidikan), KH. Hasim Musadi (Watimpres), Meri Binsar Simorangkir (KUKAI KBRI KAIRO), Dr. Muklis Hanafi (Penerjemah),Anizar Masyhadi. SS (Panitia Penerjemah), Helmi Saltian (Penerjemah),  Aqkrimul Hakim (Protokol Gontor), Dr. Abdulrahman M. Fachri, MA. (Wamenlu) dan Prof. Dr. Abdul Fatah Abdul Goni (Dekan Universitas Nashirudin).

Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Syaikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb ke Pondok Modern Darussalam Gontor kali ini bertepatan dengan peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus meresmikan Gedung University Of Darussalam Gontor Indonesia.

/ beritaekspres.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.305 kali, 1 untuk hari ini)