Inilah beritanya.

***

Seperti Iran, Kaum Syiah Indonesia Baru Mulai Puasa Ramadhan Hari Selasa Ini

[portalpiyungan.com] Kaum Syiah di Indonesia memulai puasa Ramadhan 1437 H pada hari ini, Selasa (7/6/2016).

Kendati demikian, kelompok Ahlul Bait Indonesia (ABI) memerintahkan kepada jamaahnya untuk berpuasa Sunnah pada hari Senin. Puasa itu diniatkan sebagai puasa sunnah Sya’ban atau puasa qadha.

Melalui laman resmi organisasi Syiah di Indonesia, ahlulbaitindonesia.or.id, diumumkan bahwa kaum yang menyebut diri sebagai ahlul bait ini mengeluarkan rilis sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli alaa Muhammad wa ali Muhammad
Berdasarkan beberapa hal berikut:
1) Berbagai kriteria visibilitas hilal yang diterima secara luas di dunia
2) Estimasi dan kalkulasi Ilmiah yang dilakukan oleh beberapa lembaga otoritas keagamaan AB.
3) Tim lapangan yang tidak berhasil melihat hilal.
Maka, sesuai kaidah fikih Ahlulbait, Sidang Dewan Itsbat Hilal ABI pada tanggal 5 Juni 2016 menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Selasa 7 Juni 2016.
Namun demikian disunnahkan kepada semua pengikut MAZHAB AHLULBAIT untuk melakukan puasa pada hari senin 6 Juni 2016 dengan niat melaksanakan puasa sunnah Sya’ban atau qadha’.

Koordinator Sidang Itsbat ABI

Abdullah Beik

Mengetahui Ketua Dewan Syura ABI

Dr. Umar Shahab,MA

***

Sebagaimana diketahui, Iran memulai 1 Ramadhan 1437 H bertepatan dengan Selasa (7/6/2016).

Sedangkan mayoritas umat Islam di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Indonesia, Malaysia, Yaman, Qatar, Kuwait, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Afghanistan, Palestina dan sejumlah negara lainnya telah memulai hari pertama puasa pada hari Senin (06/06).

Sumber: portalpiyungan.com/ Selasa, 07 Juni 2016

 ***

Syiah bermaksiat kepada Nabi Muhammad saw

Riwayat At-Tirmidzi (686), An-Nasai (2188) dari Ammar bin Yasir radhhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يَشُكُّ فِيهِ النَّاسُ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Siapa yang puasa pada hari yang diragukan (masuk atau belum satu Ramadhan) oleh orang-orang maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Abal Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan pengumuman ABI “disunnahkan kepada semua pengikut MAZHAB AHLULBAIT untuk melakukan puasa pada hari senin 6 Juni 2016 dengan niat melaksanakan puasa sunnah Sya’ban” itu berrti syiah ini mengumumkan untuk bermaksiat kepada Nabi Muhammad saw.

Maka sungguh memukul bangsa Indonesia dan akan menjerumuskan untuk bermaksiat kepada Nabi Muhammad saw, ketika Menag Lukman akan kerjasama dengan syiah Iran untuk menggarap pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia.

***

Syiah Iran dan Menag Lukman Mau Obok-Obok Pesantren dan Pendidikan Islam

Syiah Iran dan Menag Lukman

digantung

Suguhan Jelang Ramadhan Mengusik Umat Islam: Menag Lukman “Bermesraan” dengan Manusia Syiah Iran

Inilh beritanya.

***

Kementerian Agama RI

Iran Ajak Indonesia Kerjasama Bidang Pendidikan

Jakarta (Pinmas) —- Republik Iran mengajak Indonesia untuk bekerjasama dalam pengembangan pendidikan agama, baik pendidikan tinggi maupun pesantren. Kerjasama ini dinilai penting dalam upaya bersama membangun kembali peradaban Islam.

Undangan kerjasama ini disampaikan oleh Kepala Hubungan Internasional Hauzah Ilmiyah Clom – Iran Prof Dr. Muhammad Hasan Zamani saat bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantornya, Jakarta, Jumat (03/06). Dalam kunjungannya, Zamani didampingi oleh Imam Besar Mahzab Syafii Iran Abdul Baist Qitali, dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Dr Muhammadi. Turut serta dalam rombongan, Direktur perwakilan Al-Musthafa International University Iran, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra, Sekretaris Direktur Al-Musthafa dan Kepala PR Al-Musthafa International University.

Selain itu, Zamani juga mengundang ulama di Indonesia untuk melihat lembaga-lembaga pendidikan di Iran. Menag Lukman menyambut baik undangan tersebut dan memandang perlu jalinan kerjasama di bidang pendidikan. Menag berharap, melalui kerjasama tersebut, dapat terjalin pandangan yang sama mengenai Islam.

Kepada Zamani dan rombongan, Menag menyatakan bahwa saat ini Kementerian Agama tengah berupaya memperbaharui kurikulum Ma’had Aly sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang berbasis di pesantren. Menag juga berencana untuk membentuk tim dalam rangka menjalin hubungan kerjasama di bidang pendidikan terutama pada jenjang doktoral (S3).

Menag yang dalam kesempatan tersebut didampingi Dirjen Bimas Islam Machasin, Direktur Penerangan Agama Islam Muchtar Ali, dan Kepuslitbang Kehidupan Keagamaan Muharra Marzuki mengapresiasi kunjungan para tokoh Iran. Menurutnya, Iran merupakan salah satu negara yang berperan penting dalam membangun peradaban dunia. (didah/mkd/mkd)/ www.facebook.com/KementerianAgamaRI

***

Membangun peradaban dunia atau membantai Umat Islam?

Silakan baca ini.

***

PANCUNG DAN PANCUNG SELALU MENIMPA MUSLIM SUNNI DI IRAN

digantung

Sudah maklum bagi para pengamat timur tengah bahwa Iran adalah penjajah negeri Ahwaz dan pencaplok pulau di Bahrain dan berusaha untuk ekspansi menguasai timur tengah dan dunia Islam. maka tidak heran jika ahlussunnah yang ada di dalam Iran tertindas. Di ibu kota Iran yang katanya negara Islam itu ternyata tidak bada satu masjid milik sunni dan tidak boleh membangun masjid sunni . dan banyak ulama dipancung dan dipenjara atas tuduhan wahabi sesat atau pemberontak.

Yang terbaru adalah 2 warga sunni dari suku al-Ballusy dipancung oleh Persia majusi seperti yang diberitakan oleh wesal chanal pada 23 desember 2015.

Semoga Allah merahmati kedua muslim korban kekejaman rezim Syiah Rafidhah Iran, dan memasukkan keduanya ke dalam surganya bersama para syuhada` lainnya. Aamiin.

Sumber: gensyiah.com/7 January 2016

***

Mengingkari sumpahnya dan merugikan Islam

وَإِن نَّكَثُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُم مِّنۢ بَعۡدِ عَهۡدِهِمۡ وَطَعَنُواْ فِي دِينِكُمۡ فَقَٰتِلُوٓاْ أَئِمَّةَ ٱلۡكُفۡرِ إِنَّهُمۡ لَآ أَيۡمَٰنَ لَهُمۡ لَعَلَّهُمۡ يَنتَهُونَ ١٢ [سورة التوبة, ١٢]

 (12) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti [At Tawbah,12]

***

Hukum Puasa Hari Syakk

by nahimunkar.com,  Jun 23rd, 2014

Puasa Hari Syakk

النهي عن تقدم رمضان بصوم يوم أو يومين

 Larangan puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan

Soal:

Aku dengar bahwa kita tidak boleh puasa sebelum Ramadhan, apakah itu benar?

Jawab:

Terdapat hadits-hadits dari Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam yang melarang puasa pada pertengahan kedua dari bulan Sya’ban, kecuali dalam dua keadaan:

Pertama: orang yang sudah memiliki kebiasaan puasa, misalnya orang yang memiliki kebiasaan: berpuasa Senin dan Kamis misalnya, maka dia (boleh) berpuasa pada hari keduanya (Senin da Kamis) walau sudah pada pertengahan kedua dari Bulan Sya’ban.

Kedua: Jika ia menyambung paruh kedua dari Bulan Sya’ban dari pertengahan pertama. Dia memulai puasa pada paruh awal Sya’ban dan meneruskan puasa hingga masuk Ramadhan, ini boleh.

Di antara hadits-hadits ini, yang diriwayatkan Al-Bukhari (1914), Muslim (1082) dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْ }

Jangan kalian dahului Ramadhan dengan puasa sehari dan jangan pula dua hari kecuali orang yang tadinya sudah puasa suatu puasa maka hendaklah dia berpuasa.

Dan riwayat Abu Dawud (3237), At-Tirmidzi (738), Ibnu Majah (1651) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

( إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا ) . صححه الألباني في صحيح الترمذي (590) .

Jika telah tengah Sya’ban maka kalian jangan puasa. (hadits dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi 590).

Imam An-Nawawi berkata: Sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam:

( لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ ) .

“Jangan kalian dahului Ramadhan dengan puasa sehari dan jangan pula dua hari kecuali orang yang tadinya sudah puasa suatu puasa maka hendaklah dia berpuasa”; itu di dalamnya ada penjelasan larangan puasa sehari atau dua hari menjelang Ramadhan bagi orang yang tidak terdapat kebiasaan baginya atau tidak pula menyambungnya dengan puasa sebelumnya. Maka jika dia tidak menyambungnya dan tidak pula menjumpai kebiasaan puasa (sebelumnya) maka (puasa setelah pertengahan Sya’ban) itu adalah haram. Selesai.

Riwayat At-Tirmidzi (686), An-Nasai (2188) dari Ammar bin Yasir radhhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يَشُكُّ فِيهِ النَّاسُ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Siapa yang puasa pada hari yang diragukan (masuk atau belum satu Ramadhan) oleh orang-orang maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Abal Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ِAl-Hafidh (Ibnu Hajar Al-‘Asqolani) dalam Kitab Fat-hul Bari berkata: (Perkataan Ammar bin Yasir itu) dijadikan dalil dengannya atas pengharaman puasa pada hari syakk (ragu, sudah masuk Ramadhan atau belum), karena sahabat itu tidak berkata yang demikian dari arah pendapatnya sendiri. Selesai.

Hari syakk itu adalah tanggal 30 Sya’ban jika hilal (bulan sabit) belum terlihat karena awan atau semacamnya, dan disebut hari syakk karena mengandung kemungkinan tanggal 30 Sya’ban dan mungkin pula awal Ramadhan. Maka diharamkan puasa pada hari syakk itu kecuali bagi orang yang sudah biasa berpuasa sebelumnya.

An-Nawawi rahimahullah berkata dalam Kitab Al-Majmu’ (6/ 400) tentang hukum puasa pada hari syakk:

Adapun jika puasanya sunnat, bila memiliki sebab karena sudah jadi kebiasaannya puasa setahun, atau puasa sehari dan berbuka sehari, atau puasa hari-hari tertentu seperti hari Senin dan Kamis, lalu kebetulan ketemu hari syakk maka boleh berpuasa tanpa ada perbedaan pendapat antara para sahabat kami (madzhab Syafi’I)…dalilnya:

Hadits Abu Hurairah:

( لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ ) .

“Jangan kalian dahului Ramadhan dengan puasa sehari dan jangan pula dua hari kecuali orang yang tadinya sudah puasa suatu puasa maka hendaklah dia berpuasa”. Apabila tidak ada sebab, maka berpuasa pada hari syakk itu haram. Selesai (dengan ada perubahan redaksional).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata dalam syarahnya terhadap hadits:

: ( لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْم وَلا يَوْمَيْن)

Jangan kalian dahului Ramadhan dengan puasa sehari dan jangan pula dua hari kecuali orang yang tadinya sudah puasa suatu puasa maka hendaklah dia berpuasa”: para ulama berbeda pendapat dalam larangan ini, apakah itu larangan haram atau makruh. Yang benar adalah haram, terutama pada hari syakk, yang diragukan padanya (sudah datang Ramadhan atau belum). Selesai (Syarah Riyadhus Shalihin 3/ 394).

Atas dasar ini, maka puasa pada paruh kedua dari Bulan Sya’ban terbagi jadi dua:

Pertama: Puasa dari hari ke enam belas sampai 28 Sya’ban ini makruh kecuali bagi orang yang menepati kebiasaannya (sebelumnya).

Kedua: Puasa pada hari syakk, atau sebelum Ramadhan sehari atau dua hari, maka ini haram kecuali bagi orang yang menepati kebiasaannya (sebelumnya).

Wallahu a’lam.

الكتاب : فتاوى الإسلام سؤال وجواب

بإشراف : الشيخ محمد صالح المنجد

(Kitab Fatawa al-Islam Sual wa Jawab, dengan bimbingan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid,  sumber: www.islam-qa.com).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 391 kali, 1 untuk hari ini)