Inilah beritanya.

***

Presiden Libanon: Hizbullah Merupakan Ancaman bagi Kedaulatan Negara

BEIRUT – Pemerintah Libanon mengatakan milisi bersenjata Hizbullah yang bermarkas di selatan Beirut merupakan ancaman bagi kedaulatan negara itu. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Libanon, Michel Sleiman, dalam malam perayaan kemerdekaan Libanon pada Jumat (22/11) kemarin.

Perayaan kemerdekaan Libanon diselenggarakan dua hari setelah penyerangan terhadap Kedutaan Besar Iran di Beirut oleh kelompok jihadis yang berafiliasi dengan Al Qaeda, Brigade Abdullah Azzam.

Brigade Abdullah Azzam mengatakan dalam pernyataan yang diunggah di dunia maya bahwa mereka menyerang Iran karena telah menjadi sekutu utama Basyar Asad, sama seperti Hizbullah.

Dalam pidatonya yang disampaikan di Prancis, Sleiman mengritik operasi militer Hizbullah yang berlangsung terus menerus dilakukan di luar Libanon dan terutama keterlibatan langsung mereka di Suriah.

“Sebuah negara yang independen tidak bisa didirikan jika ada kelompok di Libanon yang menyatakan ‘merdeka’ dari negara tersebut, atau mereka berusaha berlepas dari konsensus nasional dengan memutuskan untuk menyeberangi batas negara dan terlibat dalam konflik bersenjata di negeri orang. Itu mengancam keutuhan nasional dan kedamaian sipil,” kata Sleiman dalam pidato yang disiarkan di stasiun televisi, seperti dikutip dari harian Libanon Daily Star.

Hizbullah dalam pernyataan resminya mengatakan keterlibatan mereka di Suriah adalah untuk melindungi sebuah makam keramat yang dianggap sebagai makam Zainab radhiyallahu anha. Padahal makam tersebut terletak di Haramain.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, beberapa waktu yang lalu bahkan mengatakan kelompoknya akan terus membantu Asad memerangi umat Muslimin selama tenaga mereka masih dibutuhkan oleh rezim Suriah. Persenjataan Hizbullah yang lumayan canggih juga menjadi ancaman tersendiri bagi Libanon.

Menurut Sleiman, militer Libanon seharusnya memiliki kontrol penuh atas penggunaan dan kepemilikian senjata di dalam negerinya. Jika negara dan militer gagal, lanjut Sleiman, maka yang akan timbul hanyalah kekacauan, pelanggaran hukum dan ancaman keamanan.

“Kecuali pasukan militer sebagai satu-satunya pemegang kebijakan masalah senjata dan kelompok pertahanan berada di bawah pengawasan otoritas,” kata Sleiman. (ul/Al Arabiya) BUMISYAM | Posted On 23/11/2013 10:47am By : Daulat F. Yanuar

***

Syiah di Indonesia ancaman bagi aqidah dan keamanan

Gambaran tentang ancaman syiah terhadap aqidah umat Islam dan keamanan di Indonesia di antaranya dapat dibaca di artikel: Awas Bahaya!!! Syiah Indonesia Mempersiapkan Kekuatan Militer Untuk Membantai Muslim https://www.nahimunkar.org/awas-bahaya-syiah-indonesia-mempersiapkan-kekuatan-militer-untuk-membantai-muslim/

Empat Serangan Syi’ah kepada Umat Islam Indonesia

https://www.nahimunkar.org/empat-serangan-syiah-kepada-umat-islam-indonesia/

Tahun Lalu Syiah Puger Jember Membacok, Kini Membunuh

Tahun lalu Syiah Puger Jember Jawa Timur membacok orang Muslim. Kini lebih brutal lagi yakni membunuh. Yang dibacok kepalanya tahun kemarin, kini dibunuh oleh Syiah.

https://www.nahimunkar.org/tahun-lalu-syiah-puger-jember-membacok-kini-membunuh/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 798 kali, 1 untuk hari ini)