Syiah Kenapa Jadi Begitu Ya

Dalam Tafsir (Syiah) Manhaji al-Shadiqiin, milik Al-Kaasyaani (2/489):

مَنْ خَرَجَ مِنَ الدُّنْيَا وَلَمْ يَتَمَتَّعْ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ أَجْدَعُ
“Barang siapa yang keluar dari dunia dan belum melakukan mut’ah maka ia akan datang pada hari kiamat dalam kondisi buntung/terpotong kemaluannya.”.

Sanggahan: Padahal di hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

إِنَّكُمْ مُلَاقُو اللَّهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلًا رواه البخاري

Kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak mengenakan sandal (pelindung kaki), telanjang, berjalan kaki dan masih berkulup (belum dikhitan). [HR al Bukhari].

Referensi: https://almanhaj.or.id/3708-bilamana-hari-kebangkitan…

Edit atau hapus ini

 

Lha ancamannya di kitab syiah sampai sebegitunya, makanya sampai pentolan syiah memut’ah anak kecil hingga jerit-jerit tengah malam.

 

***

Tengah Malam Bocah Menangis dan Teriak karena Dimut’ah

Posted on 12 Agustus 2020

by Nahimunkar.org

 

Tengah Malam Bocah Menangis dan Teriak karena Dimut’ah

Ketika tiba saatnya untuk tidur dan orang-orang yang hadir sudah pada pulang kecuali tuan rumah, Imam Khomeini melihat anak perempuan yang masih kecil, umurnya sekitar empat atau lima tahun, tetapi dia sangat cantik. Imam meminta kepada bapa-nya, yaitu Sayid Shahib untuk menghadiahkan anak itu kepadanya agar dia melakukan mut’ah dengannya, maka si bapak menyetujuinya dan dia merasa sangat senang. Lalu Imam Khomeini tidur dan anak perempuan ada di pelukannya, sedangkan kami mendengar tangisan dan teriakannya! (Sayyid Hussain al-Musawi dalam bukunya Lillahi tsumma littarikh, diterjemahkan menjadi Mengapa Saya Keluar dari Syiah, Pustaka Al Kautsar, Jakarta).

***

Bejat! Syiah Berkeyakinan Bolehnya Me-Mut’ah Perempuan Secara Berjama’ah

Posted on 3 April 2017

by Nahimunkar.org


Mut’ah Berjamaah Syahla berkata, “Sebagian pemuka agama berkata padaku, ‘Boleh melangsungkan akad mut’ah secara berjamaah antara seorang perempuan dengan sekelompok laki-laki dengan jangka sementara yang tidak lewat dari beberapa jam saja! Contohnya: Jika seorang dari mereka melangsungkan akad nikah mut’ah tanpa bermasksud memasukkan, maka ia boleh melakukan segala jenis cara bersenang-senang dengan teman perempuannya tadi dengan syarat tidak boleh dimasukkan!! Begini pula yang berlaku bagi laki-laki kedua, ketiga, keempat! Yang tiap-tiap itu tidak ada masa iddahnya’!!!” (al-Mut’ah al-Mu’aqqatah, hal 147). (nisyi/syiahindonesia.com)

https://www.nahimunkar.org/bejat-syiah-berkeyakinan-bolehnya-mutah-perempuan-secara-berjamaah/

 


 Rincian Buku

Judul : Mengapa Saya Keluar dari Syiah

Penulis : Sayyid Husain Al-Musawi

No ISBN : 978-979-592-189-9

Kategori : Tokoh & Sejarah

Cover : Soft Cover

Isi : 153

Penerbit : Pustaka Al Kautsar, Jakarta.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 979 kali, 1 untuk hari ini)