illustrasi, para penganut ajaran syiah mengibarkan bendera Husain


Syiahindonesia.com – Sebuah tayangan berita yang disiarkan di stasiun televisi Indonesiar mengenai Haji Syiah di Karbala mengundang perhatian publik.

Pasalnya dari video tersebut nampak jelas perbedaan antara Islam dan Syiah yang bersifat prinsip.

Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari raya ‘Idul Adha, dimana bagi muslim yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan rangkaian ibadah Haji di Ka’bah, Makkah Mukaramah.

Namun berbeda dengan penganut ajaran Syiah, mereka membuat tandingan dengan melaksanakan Ibadah Haji versi mereka dengan bertempatkan di Karbala sebagai penggantinya.

Selain persoalan akidah, Haji Syiah di Karbala yang baru-baru ini ramai di publish ini juga dipicu dari ketidak harmonisan hubungan antara Arab Saudi dan Iran.

Seorang Penulis terkenal, Jonru, mengomentari tindakan Syiah wukuf di Karbala.

“Pemerintah Iran melarang warganya berhaji di Mekkah, karena katanya tak ada jaminan keselamatan. Lalu mereka pun melaksanakan wukuf di Karbala. Dalam ajaran Islam, khususnya rukun Haji, wukuf itu ya di Padang Arafah, bukan di tempat lain. Jika ada yang wukuf di tempat lain, artinya itu BUKAN ajaran Islam. Saat orang-orang syiah wukuf di Karbala itu sebenarnya BUKTI YANG SANGAT TERANG-BENDERANG bahwa SYIAH BUKAN ISLAM. Ayo, buka mata Anda! Pelajari ajaran Islam dengan baik. Agar tidak mudah terkecoh oleh ajaran sesat yang menyamar sebagai ajaran Islam.” tulis Jonru dalam Fanpage nya 13/9/16. (nisyi/syiahindonesia.com)/ By: Syiah Indonesia

***

Bikin Haji Tandingan, Satu Juta Syiah Iran Tahun Ini Berhaji ke Karbala

[portalpiyungan.comOtoritas Irak mengatakan tahun ini 1437 H (2016) sekitar satu juta warga Syiah Iran mengunjungi Irak untuk melaksanakan haji, atau yang mereka sebut ‘ziarah arafah’. Mereka mengunjungi masjid Imam Husain di Karbala.

Dilansir SkyNewsArabia, Sabtu (10/9), ramainya peziarah dari Iran setelah keluarnya fatwa Ali Khomeini, pemimpin tertinggi Syiah Iran yang membolehkan berhaji ke tempat suci Syiah (masjid Imam Husain) di Karbala.

Pelaksanaan ibadah haji versi Iran ini dibiayai sendiri oleh pemerintah

Iran dengan menempatkan petugas dan pelayan jamaah haji yang didatangkan langsung dari Iran. Para pelayan jamaah haji tersebut diambil dari pihak keamanan Iran.

Menurut juru bicara kementrian dalam negeri Irak, jamaah haji dari Iran tersebut masuk melalui perbatasan di sebelah timur Irak, jumlahnya mencapai satu juta jiwa. Mereka menamakan kunjungan mereka dengan ‘ziarah arafah’, ungkap juru bicara kementerian dalam negeri Irak.

Usaha Iran memecah belah umat islam sangat terlihat dengan membelokkan ibadah haji yang seharusnya ke Makkah, Saudi Arabia menjadi ke Karbala di Irak.

Sebelum pelaksanaan ibadah haji tahun ini, terdengar pemerintahan Iran menyerang kerajaan Saudi dengan begitu keras.

Iran disinyir ‘cemburu’ melihat Saudi yang memegang kendali pelaksanaan haji umat islam sedunia, itu sebabnya saat ini Iran mengambil alih kendali kunjungan ke Karbala dan menguasai tempat suci kaum syiah tersebut terutama dari sisi ekonomi.

Sumber: SkyNewsArabia/ http://www.portalpiyungan.com/

***

video rekaman indosiar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.710 kali, 1 untuk hari ini)