foto ilustrasi


Teheran  – Pemerintah Iran menutup sebuah masjid di ibukota Teheran karena menjadi tempat berkumpul warga Sunni untuk Salat Tarawih. Masjid di kawasan Yaftabad, barat laut Teheran, itu dipenuhi jamaah hingga mencapai seribu ketika malam Ramadhan.

Penyegelan ini terjadi pada Jumat lalu (02/06). Pihak berwenang setempat beralasan tempat tersebut harus ditutup karena melaksanakan Salat Tarawih.

Berdasarkan laporan harian Mesir Al-Mishriyoun, melansir dari portal yang fokus memperhatikan perkembangan Sunni di Iran ‘Bayan’, pengurus masjid Rasul Maulawi mengungkapkan bahwa hal itu terjadi sebagai upaya pengikut Syiah garis keras di peradilan Iran balas dendam terhadap warga Sunni./ .[kib/fatur]

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.com)

***

Penyegelan masjid Islam (Sunni) itu terjadi sepekan setelah polisi Iran dan polisi Indonesia bertanda tangan kerjasama

Penyegelan Masjid Islam (Sunni) oleh pemerintah syiah Iran di Teheran itu terjadi, hanya berjarak sepekan setelah polisi Iran dan polisi Indonesia bertanda tangan kerjasama.

Lihat berita ini kembali: Pemerintah Iran menutup sebuah masjid di ibukota Teheran karena menjadi tempat berkumpul warga Sunni untuk Salat Tarawih. Masjid di kawasan Yaftabad, barat laut Teheran, itu dipenuhi jamaah hingga mencapai seribu ketika malam Ramadhan.

Penyegelan ini terjadi pada Jumat lalu (02/06). Pihak berwenang setempat beralasan tempat tersebut harus ditutup karena melaksanakan Salat Tarawih./ laporan harian Mesir Al-Mishriyoun.

(Sepekan sebelumnya, beritanya ini):

***

Pertemuan Kepala Kepolisian Iran dengan Kapolri Tito Karnavian di Teheran

by Nahimunkar.com,  29 Mei 2017

Menurut Kantor Berita ABNA, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian disambut oleh mitranya Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Hossein Ashtari  dalam kunjungannya ke Teheran Republik Islam Iran kamis (25/5).

Dalam pertemuan tersebut ditanda tangani beberapa dokumen di bidang peningkatan kerjasama oleh Kepala Polisi Iran dan Indonesia. / id.abna24.com

***

(Dengan adanya kerjasama, mbok ya nyuara, “Jangan disegel dong, Masjid Umat Islam… kan Umat Islam melaksanakan ibadah shalat taraweh itu merupakan keyakinan yang menjadi hak asasi yang wajib dilindungi…”. atau nyuara apa kek… ).

Pak Kapolri hendaknya menenggang pula rasa dan perasaan Ummat Islam dunia, terutama Indonesia. Karena persoalan keyakinan Islam yang dimusuhi Syiah itu bukan masalah remeh temeh, tapi sudah sampai ke arah Lakum diinukum waliya diin.

Yang masih ragu bahwa syiah itu memusuhi Islam, silakan simak baik2 berita itu. syiah memang cangkangnya Islam, tapi isinya majusi. pengamalannya, zina ajaran nabi palsu majusi bernama mazdak diwarisi syiah dengan diganti nama menjadi nikah mut’ah, yang sejatinya ya zina-zina juga. silakan baca di buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Nabi-nabi Palsu dan para penyesat Ummat. Bisa juga dibaca di sini https://www.nahimunkar.org/nabi-palsu-majusi-mazdak…/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.209 kali, 1 untuk hari ini)