Foto prtlpygn


Telah banyak diketahui bahwa aliran sesat syiah tidak mewajibkan shalat Jum’at. Kini ternyata beredar buku Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP terbitan Erlangga yang menyebut shalat jum’at shalat sunnah (bukan shalat wajib). Padahal dalam Islam, shalat Jum’at adalah shalat wajib bagi kaum laki-laki.

Isi buku tersebut pada Halaman 57 tertulis “Salat sunah adalah semua salat selain salat fardu, lima waktu, diantaranya adalah salat Jumat, salat Jenazah, dan salat sunah rawatib.”

Itu jelas menyesatkan, dan telah meresahkan pihak pendidikan dan para ulama di Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara.

Buku itu terbitan Erlangga. Beberapa waktu lalu buku terbitan Erlangga bermuatan syiah pernah menghebohkan pula. Awas Buku Agama Berbau Syi’ah Oleh Terbitan Erlangga Berkeliaran https://www.nahimunkar.org/awas-buku-agama-berbau-syiah-oleh-terbitan-erlangga-berkeliaran/

Untuk mengetahui penemuan terbaru, buku PAI yang menganggap shalat Jumat shalat sunnat, inilah beritanya.

***

 Buku PAI SMP Menyesatkan Beredar di Palas

SIBUHUAN (Berita): Buku Pelajaran Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbitan Erlangga 2007 yang diduga menyesatkan beredar di Kab. Padanglawas (Palas) dengan Judul Buku Ayo Belajar Agama Islam untuk SMP Kelas VIII, materi pelajaran tentang Shalat wajib dikatakan Shalat Sunat.

Dikutib dalam isi buku tersebut pada Halaman 57 dimana di tertulis “Salat sunah adalah semua salat selain salat fardu, lima waktu, diantaranya adalah salat Jumat, salat Jenazah, dan salat sunah rawatib, “.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palas, H. Sehat Muda LC. MA melalui Sekretaris Umum Ustad Ismail Nasution LC, kepada Berita, (25/1) mengatakan, isi buku tersebut jelas sangat menyesatkan. Kenapa Shalat Jumat dan Shalat Jenazah dikatakan Shalat Sunat, kalau Shalat Rawatib memang benar merupakan Shalat Sunat.
Dijelaskannya, yang benar adalah Shalat Jumat merupakan Shalat yang wajib bagi laki-laki Dewasa dan merupakan Fardhu A’in, dan Shalat Jenazah adalah Fardhu Kifayah atau kewajiban bersama, namun bila sudah sebahagian melaksanakan maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.
Ditambahkannya, ia berharap dan menyarankan agar pembedahan lebih lanjut buku itu dilakukan, karena dikhawatirkan masih ada poin materi lain yang menyesatkan. Kemudian, diharapkan kepada pihak terkait seharusnya sebelum buku di distribusikan ke Sekolah alangkah baiknya diseminarkan terlebih dahulu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palas Dra. H. Hamidah Pasaribu M. Ap melalui Kabid Dikdas Akhir Daulay, menanggapi temuan buku yang diduga menyesatkan itu mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan kebijakan terkait buku itu. Sebab, ia belum mengetahui kebenaran buku tersebut walaupun buku sudah ditunjukkan wartawan.
“Untuk masalah ini, saya belum bisa memberikan keterangan. Tunggulah dulu saya panggil Kepsek dan Guru Agama yang bersangkutan, setelah mereka mengatakan benar menyesatkan baru kita serahkan keputusannya kepada Kadis, apakah semua buku yang beredar di Palas ditarik atau bagaimana kita proses dulu, “. Ungkap Kabid.
Sementara itu, sesuai Informasi yang diterima Berita, Minggu (24/1) dari beberapa guru di SMP Aek Nabara dan Sibuhuan, meminta nama mereka tidak dipublikasikan, mengaku pertama kali menemukan kejanggalan materi pelajaran agama itu di Sekolah tempat mereka mengajar.
Katanya, ditemukan adanya materi pelajaran yang diduga telah menyimpang atau menyesatkan. Kemudian ia juga telah mendiskusikan hal itu kepada rekannya yang lain dan penilaian rekannya juga sama.
“Kita berharap kepada Dinas Pendidkan Palas, agar segera menarik buku terbitan Erlangga itu, dan pihak Erlangga mengganti atau revisi kembali buku yang diduga menyesatkan ini, “. Ungkap beberapa Guru PAI itu. (tio)/

By: beritasore.com/Januari 26, 2016 

(nahimunkar.com)