Oleh Abu Husein At-Thuwailibi

 

Inilah penyebabnya:

PERTAMA: Hadits-hadist Rasulullah tentang larangan isbal kebanyakan di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim.sedangkan Syi’ah Rafidhah sangat benci dengan Imam Bukhori Muslim dan tidak menerima Riwayat-riwayat Imam Bukhori Muslim kecuali yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.

KEDUA: Hadits-hadits tentang larangan isbal di antaranya datang dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, seorang Sahabat Nabi yang mulia yang sangat di benci oleh Syi’ah Rafidhah, karena Syi’ah Rafidhah mengkafirkan Abu Hurairah (Sahabat mulia yang paling banyak meriwayatkan Hadits Nabi). dan juga karena Syi’ah Rafidhah menganggap bahwa Abu Hurairah adalah manusia terkutuk bayaran Mu’awiyah Bin Abi Sufyan.

KETIGA: Kisah terkenal dari Umar Bin Khathab Radhiyallahu’anhu yang di riwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Shahihnya dari Amr Bin Maimun.

Suatu hari ketika Sayyidina ‘Umar menjelang wafatnya saat di tikam oleh Abu Lu’lu’ah Al-Majusi, beliau sakit parah sampai tiga hari,lalu datanglah seorang Tabib untuk memeriksa keadaan beliau, lalu sang tabib meminumkan secangkir susu ke mulut ‘Umar Radhiyallahu’anhu, akan tetapi susu itu justru tumpah lewat luka tikaman si anjing Majusi Abu Lu’lu’ah Al-Mal’un itu. Lalu sang Tabib memprediksikan bahwa keadaan beliau sudah tidak lama lagi. Sehingga datanglah kaum muslimin untuk menyalami ‘Umar dan mengucapkan salam dan do’a untuk beliau. Dan di antara orang-orang itu ada seorang pemuda yang datang mencium ‘Umar dan berkata,

“Bergembiralah wahai Amirul-Mukminin dengan kabar gembira dari Allah, karena menjadi sahabat Rasulullah dan jasa baikmu dalam Islam yang telah engkau ketahui. Kemudian engkau memegang kepemimpinan dan engkau berbuat adil serta meraih mati syahid”.

‘Umar berkomentar, ”Aku berharap itu cukup.Tidak menjadi bebanku atau menjadi milikku.”

Saat pemuda itu berbalik untuk keluar, dan ‘Umar melihat pakaian pemuda itu melewati mata kaki, beliau pun dengan nada rendah dan sangat lemah menyuruh orang-orang yang di sekitarnya, ”Panggil kembali pemuda itu, panggil kembali pemuda itu”.

Ketika pemuda itu datang maka ‘Umar menasihati pemuda itu dengan berkata, ”Wahai pemuda, angkatlah pakaianmu. Itu lebih dekat kepada Taqwa, mensucikan hatimu dan membersihkan pakaianmu”.

Lalu pemuda itu mengatakan,”Jazaakallahu Khairan Yaa Amiral-Mukminiin…”

[Kisah ini terjadi saat ‘Umar Bin Khathab Radhiyallahu’anhu dalam keadaan sekarat setelah di tikam oleh Tokoh Syi’ah Abu Lu’lu’ah Al-Majusi.

Di Riwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Shahihnya di Bab Manaaqibush-Shahabah dari Amr Bin Maimun]

Inilah sebab TERBESAR mengapa Syi’ah Rafidhah sangat membenci “Celana Cingkrang” dan bahkan sering menghina serta mengolok-olok kaum muslimin yang mengenakan “celana cingkrang”; yakni karena di samping “celana cingkrang” itu perintah Rasulullah, ia juga merupakan perintah ‘Umar Bin Khathab radhiyallahu’anhu, Sahabat mulia Rasulullah yang berhasil menaklukkan Imperium Persia Majusi.

Sehingga sudah sangat kita maklumi bahwa Syi’ah Rafidhah SANGAT MEMBENCI Sayyidina ‘Umar Bin Khathab dan bahkan mengkafirkannya. Oleh karena itu mereka menolak Hadits-hadist Nabi dan riwayat-riwayat tentang larangan isbal karena yang meriwayatkannya di antaranya adalah Sahabat-sahabat Mulia yang sangat dibenci oleh Syi’ah Rafidhah yaitu Abu Hurairah dan ‘Umar Bin Khathab Radhiyallahu’anhuma.

Oleh karena itu, hanya orang-orang Syi’ah Rafidhah yang anti dan sangat benci dengan “Celana Cingkrang” bahkan mereka mengidentikkan bahwa “celana cingkrang” adalah ciri “Teroris”. Dengan tujuan agar Ummat menjauhi Sunnah Rasulullah dan Sunnah para Sahabat-Nya yang mulia.

Adapun Kaum Muslimin, mereka ada yang bercelana cingkrang dan ada pula yang tidak, akan tetapi mereka-mereka yang tidak bercelana cingkrang tidak mencela dan menghina “Celana Cingkrang” karena mereka tau betul bahwa itu adalah Sunnah Nabinya yang mulia.

Mereka (Kaum Muslimin) hanya berselisih pendapat tentang hukumnya tapi tidak mencela dan menghujatnya, tentu berbeda dengan SYI’AH RAFIDHAH yang sangat benci dengan Sunnah Nabi dan anti dengan Sahabat Nabi.

Oleh karena itu WASPADALAH !!

(Dibaca 815 kali, 1 untuk hari ini)