.

 

 

Pentolan Syiah Sampang, Tajul Muluk, telah terbukti secara hukum melakukan tindak pidana menodai agama, karena menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Keputusan Pengadilan sudah sampai tingkat MA. Ternyata MA menguatklan vonis Pengadilan Tinggi Surabaya, hukuman 4 tahun penjara karena Tajul Muluk terbukti menodai agama melanggar pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

 Oleh karena itu semestinya orang-orang yang mengaku Ahlussunnah tapi miring-miring membela syiah, hendaknya menyadari kemudian mengumumkan pencabutan pendapatnya. Di antara mereka ada yang masih tercatat.

***

 

Inilah Sikap Habib Rizieq Syihab Terkait Tragedi Sampang

JAKARTA (VoA-Islam) –Peristiwa berdarah Sunnah-Syiah di Dusun Nangkernang, Sampang Madura, pada Ahad pagi, 26 Agustus 2012 lalu, mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan umat Islam termasuk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab. Beliau menyampaikan pernyataan sikap tegas atas peristiwa tersebut di situs fpi.or.id, hari ini, Selasa, 28 Agustus 2012.

Berikut ini adalah pesan Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab untuk seluruh Keluarga Besar Front Pembela Islam (FPI) :

“KONFLIK BERDARAH Sunni – Syiah tidak boleh terjadi. Sunni harus bisa menahan diri dan Syiah harus tahu diri. Artinya, Sunni tidak boleh tunjuk hidung dengan  mengkafirkan Syiah, apalagi menggeneralisir bahwa semua Syiah kafir, tapi Sunni tetap wajib mengkafirkan aneka pemikiran yang nyata-nyata kafir dari siapa pun datangnya, seperti pemikiran bahwa Al-Qur’an ada kekurangan akibat tahrif, Jibril as salah membawa risalah kepada Muhammad SAW mestinya untuk yang lain, ada umat Islam yang lebih afdhol dari Rasulullah SAW, ada Nabi Baru setelah Nabi Muhammad SAW, pengkafiran Muhajirin dan Anshor serta Shahabat lainnya yg mengikuti Muhajirin dan Anshor dengan Ihsan, apalagi mempertuhankan manusia, dan sebagainya.”

Ada pun Syiah, wajib insyaf dan sadar untuk tidak menyebar luaskan ajarannya di negeri-negeri Sunni, termasuk Indonesia, baik aqidah mau pun syariah, apalagi sikap MENISTAKAN hal-hal yang dimuliakan Sunni, agar tidak memancing konflik. Jika Sunni menahan diri dan Syiah tahu diri, maka dialog dengan ilmu dan adab dalam berbagai perbedaan Sunni dan Syiah bisa dibangun, sehingga konflik berdarah pun bisa dihindarkan.

Waspadalah, Zionis dan Salibis Internasional sedang melakukan program ADU DOMBA Sunni dan Syiah di seluruh dunia secara besar-besaran, bahkan ADU DOMBA Sunni dengan Sunni, dan Syiah dengan Syiah.

Seluruh Aktivis FPI wajib menjadi benteng Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, pecinta sejati Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya serta semua Shahabatnya, tapi tidak boleh sembarangan mengkafirkan madzhab-madzhab Islam yang ada dan diakui sejak lama oleh Ulama Salaf mau pun Khalaf dengan aneka ragam perbedaannya, apalagi melakukan penyerangan secara fisik.

Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari RA telah menetapkan Kaidah Aqidah Aswaja yaitu : Tidak mengkafirkan seorang pun dari Ahli Qiblat hanya karena perbedaan Furu’uddin atau Ushul Madzhab, baik dalam Aqidah mau pun Syariah, kecuali dalam Ushuluddin (Ushul Islam) baik dalam Aqidah mau pun Syariah. Dan Imam Al-Isfarayani RA meletakkan Kaidah Aqidah Aswaja lainnya, yaitu : Memvonis Islam terhadap seribu orang kafir dengan satu syubhat LEBIH BAIK daripada memvonis Kafir terhadap seorang muslim dengan seribu syubhat.

Ayo, jaga UKHUWWAH ISLAMIYYAH dalam perbedaan Madzhab! Bangun Dialog dengan Ilmu dan Adab sesama Madzhab Islam! Jangan saling mengkafirkan, apalagi saling menyerang dan membunuh! Stop segala bentuk penistaan terhadap  Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya serta para Shahabatnya! Rapatkan barisan dan satukan potensi untuk melawan Zionis dan Salibis Internasional! Allahu Akbar !!! ”

Jakarta, 10 Syawwal 1433 H – 28 Agustus 2012 M.

Imam Besar Front Pembela Islam

(Habib Muhammad Rizieq Syihab)

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/08/28/20375/inilah-sikap-habib-rizieq-syihab-terkait-tragedi-sampang/

***

Semakin tampak, di mana posisi Habib RS

Simak komentar terhadap Habib RS  oleh AM. Waskito dalam tulisannya yang berjudul Syiah itu dipelihara Amerika dan antek-anteknya https://www.nahimunkar.org/syiah-itu-dipelihara-amerika-dan-antek-anteknya/

Komentar yang bisa saya sampaikan: “Pak, Pak…lewat pernyataan seperti ini, kita seperti tidak pernah belajar agama saja. Bukankah konflik Sunni-Syiah sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu, sejak dakwah Abdullah bin Saba’ dimulai? Sementara isu Zionisme itu kan baru kemarin-kemarin? Masak sih, setiap ada isu konflik Sunni-Syiah, selalu dilarikan ke isu Zionisme? Apakah itu maksudnya, supaya Ahlus Sunnah di Indonesia diam-diam saja menghadapi semua provokasi dan kesesatan ajaran Syiah, karena mereka berlindung di balik isu kontra Zionisme? Selagi orang-orang sesat itu terus mencaci-maki kehormatan isteri-isteri Nabi dan para Shahabat, jangan pernah bermimpi ada perdamaian antara Sunni dan Syiah.

Pak Habib, perlu dijelaskan sedikit kepada Anda. Di mata kaum Syiah, mencaci-maki isteri Nabi dan para Shahabat adalah SOKO GURU akidah mereka. Demi Allah, akidah Syiah dibangun di atas azas ini; sehingga kalau kita berteriak-teriak selama ribuan tahun meminta Syiah untuk menghentikan caci-makinya itu, niscaya ia tidak akan terlaksana. Karena inti eksistensi Syiah ada disana. Sementara bagi kaum  Muslimin (Ahlus Sunnah), mencintai Ahlul Bait Nabi, mencintai isteri-isteri beliau, mencintai para Shahabat beliau; hal itu juga merupakan AZAS AKIDAH Ahlus Sunnah, setelah AZAS TAUHID dan AZAS SUNNAH….

(nahimunkar.com) By nahimunkar.com on 14 February 2013

***

Syiah Menodai Agama

Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang Terbukti Menodai Agama

Tajul Muluk didakwa telah melakukan penistaan agama sehingga memicu kerusuhan Sampang, Madura pada 2011 lalu. Tajul Muluk sudah divonis 2 tahun penjara oleh PN Sampang pada Juli 2012 lalu. Dia terbukti melanggar pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama.

Putusan ini diperberat menjadi 4 tahun seiring dengan keluarnya putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya pada 21 September 2012.

Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan PN Sampang dengan Nomor 69/Pid.B/2012/PN.SPG dari tuntutan 2 tahun menjadi 4 tahun  penjara. Putusan PT Surabaya yang tertuang dalam surat bernomor 481/Pid/2012/PT.Sby itu memutuskan terdakwa Tajul Muluk alias Ali Murtadha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang bersifat penodaan agama. Tajul yang semula divonis 2 tahun oleh PN Sampang bertambah menjadi 4 tahun penjara karena putusan PT. Dalam keputusan itu pengadilan tinggi berpendapat terdakwa telah memenuhi unsur pasal 156a KUHP seperti yang menjadi dakwaan JPU, yaitu melakukan tindak pidana penodaan agama.

Kemudian Tajul Muluk mengajukan kasasi, namun upaya hukum Tajul Muluk alias Ali Murtadha di Mahkamah Agung (MA) akhirnya usai. Itu menyusul lembaga hukum tertinggi negara itu menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh pemohon pada akhir tahun lalu. Keputusan itu tertuang dalam petikan putusan MA dengan Nomor 1787 K/ Pid/2012 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang tertanggal 9 Januari 2013. Hal itu diungkapkan oleh HumasPN Sampang Shihabuddin saat dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Madura terkait kasasi Tajul Muluk ke MA, kemarin (16/1 2013).

Dia mengatakan, ditolaknya permohonan kasasi Tajul Muluk, itu berarti keputusan yang berlaku saat ini adalah putusan pengadilan tinggi yang sudah dijatuhkan pada 12 Juli lalu, yaitu kurungan penjara selama 4 tahun. ”Pada dasarnya Mahkamah Agung menguatkan putusan pengadilan tinggi,” ucapnya kemarin.

Sumber:  (radar) maduraterkini.info, Submitted by admin on January 17, 2013 – 12:10

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.078 kali, 1 untuk hari ini)