• Hingga acara selesai pada pukul 20.30 wib, tak ada pasangan Capres-Cawapres ataupun Tim Sukses yang datang. Isi tabligh akbar pun tak ada ajakan untuk memilih salah satu Capres-Cawapres, tulis gemaislam.com. 

JAKARTA (gemaislam) – Tabligh akbar Syaikh Ali Hasan Al Halabi di masjid Istiqlal pada Ahad (22/6/2014) berjalan dengan lancar. Acara yang dihadiri 50 ribu orang ini dimulai 15 menit setelah sholat Ashar berjamaah.

Beberapa hari sebelum acara tabligh akbar, beredar kabar bahwa pengajian besar yang disampaikan ulama kharismatik Timur Tengah ini adalah sebuah deklarasi kepada salah satu pasangan Capres-Cawapres.

Akibat beredar isu yang tak jelas darimana datangnya itu, banyak para penuntut ilmu syar’i yang semula berencana hadir untuk mengambil faidah, membatalkan diri. Bahkan ada sebagian kalangan yang menganjurkan untuk tidak menghadiri acara tersebut karena disangka bermuatan politis.

Sebenarnya, ketua panitia tabligh akbar, Ustadz Basuni Iskandar sejak beberapa hari sebelum acara menegaskan bahwa pihak panitia tidak mengundang pasangan Capres-Cawapres. Tetapi kabar tak sedap terus menerpa.

Ditemui dimasjid Istiqlal pada Ahad (22/6/2014), Ustadz Basuni menegaskan ulang bahwa acara tabligh akbar bukanlah deklarasi atau dukung-mendukung salah satu Capres, tetapi murni dakwah.

“Acara ini murni dakwah, untuk menyebarkan ilmu kepada kaum muslimin, sebenarnya rencana mengadakan sudah lama, tetapi Allah menakdirkan baru saat ini terlaksana,” kata Ustadz Basuni kepada gemaislam.com.

Lagian, kata Ustadz Basuni, berita deklarasi itu jelas mustahil, karena masjid tidak mungkin digunakan untuk hal itu.

“Itu berita tidak benar, ini kan masjid, dalam undang-undang, masjid tidak boleh digunakan untuk tempat kampanye,” ujarnya sambil tersenyum.

Dan ternyata betul, hingga acara selesai pada pukul 20.30 wib, tak ada pasangan Capres-Cawapres ataupun Tim Sukses yang datang. Isi tabligh akbar pun tak ada ajakan untuk memilih salah satu Capres-Cawapres, hanya saja Syaikh Ali Hasan mengajak untuk memilih calon pemimpin yang lebih maslahat atau yang mafsadatnya lebih kecil untuk umat Islam. (bms)/ gemaislam.com.

***

Rekaman tabligh akbar Syaikh Ali Hasan murid Syaikh Nasiruddin Al-Albani dengan penerjemah Ustadz Firanda Andirja, kemudian disiarkan pula di Radio Rodja. Sampai naskah ini ditulis, Selasa 24/6 2014, menjelang dzuhur, radio da’wah di Cilengsi Bogor itu sedang menyiarkan tabligh Akbar Syaikh Ali Hasan tersebut.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 806 kali, 1 untuk hari ini)