Alamatnya Saja Fiktif di Bekasi.

(Menurut penelusuran jawapos) Jalan Haji Kirinkeman Rawa Bacang, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang dicatut menjadi alamat redaksi Tabloid Indonesia Barokah. (Yessika/JawaPos.com).

Islam tidak mengajarkan untuk bersikap seperti siluman begitu. Jangan mengaku-aku ‘membumikan Islam…’ ketika caramu cara gendruwo begitu. Itu sama dengan kamu menginjak-injak Islam untuk menyenang-nyenangkan yang kau jilat. Jutaan umat Islam akan mengutukmu. Tapi rupanya sudah kau perhitungkan, memang tingkahmu tidak pantas, sehingga harus tiru gendruwo.

Bila yang mimpin Indonesia ini atau yang berwenang kini nalarnya cukup (dan saya kira ya cukup lah), maka kau selayaknya diperkarakan karena telah mencatut nama Indonesia. Juga Pemda/ Pemkot Bekasi selayaknya memeperkarakan kamu, karena wilayahnya telah kamu catut.

Silakan simak berita ini.

***

Kisah Penelusuran Alamat Redaksi Tabloid Barokah yang Ternyata Fiktif

Jalan Haji Kirinkeman Rawa Bacang, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang dicatut menjadi alamat redaksi Tabloid Indonesia Barokah. (Yessika/JawaPos.com)

JawaPos.com – Tabloid Indonesia Barokah menggegerkan masyarakat di sekitar wilayah Jawa Barat, khususnya daerah Kuningan, Ciamis, hingga Tasikmalaya. Kemunculannya di tengah kontestasi Pemilu 2019 itu mengingatkan publik pada majalah Obor Rakyat yang juga viral pada Pemilu 2014 lalu.

Namun berbeda dengan Obor Rakyat, tabloid tersebut dinilai menyudutkan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Untuk memastikan keberadaannya, JawaPos.com mencoba menelusuri alamat redaksi tabloid Indonesia Barokah di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/1). Alamat itu sesuai yang tercantum pada salah satu bagian tabloid.

Dari hasil sementara, sedikitnya ada tujuh masjid di Solo yang sudah menerima pengiriman tabloid Indonesia Barokah. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Penulusuran diawali dengan pencarian alamat melalui aplikasi Google Maps. Ketika ditulis Jalan Haji Kerenkemi, tak ada satu pun lokasi yang ditemukan. Ternyata, nama jalan yang tertera di redaksi sebenarnya tidak sesuai.

Akhirnya, JawaPos.com terlebih dahulu menuju Kampung Rawa Bacang, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Namun anehnya, sepanjang perjalanan, nama jalan tersebut tidak ditemui.

Aplikasi tersebut pun berhenti di suatu masjid kompleks Mabes TNI setempat atau yang lebih dikenal dengan ‘Hankam’. Di salah satu minimarket, warga setempat memberi arah bahwa ada kekeliruan pada nama jalannya.

“Bukan Jalan Kerenkemi, ada di sini Jalan Kirinkeman. Masih lurus sekitar 1 kilometer,” ujar warga kepada JawaPos.com.

Ternyata benar, Jalan Haji Kirinkeman ada pada aplikasi Google Maps. Ketika sampai di lokasi yang dimaksud, jalan tersebut merupakan gang kecil yang hanya bisa memuat dua sepeda motor ataupun satu mobil. Jalannya pun menanjak ke atas, tidak sejajar dengan jalan raya yang sebelumnya dilintasi.

Jalan Haji Kirinkeman memiliki panjang kurang lebih 100 meter dan di dalamnya terdapat kawasan perumahan dan cluster Villa Naira. Jalan tersebut masuk dalam wilayah RT 07/13, Kampung Rawa Bacang, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Pengurus RT setempat Sarsono mengatakan, alamat redaksi tabloid Indonesia Barokah memang mengarah pada alamat wilayah lingkungannya. Dia mengetahui hal tersebut lantaran sudah banyak didatangi berbagai unsur untuk menanyakan kebenaran alamat tabloid yang membuat Bawaslu bereaksi.

“Saya sejak dua hari lalu sudah banyak didatangi pihak kepolisian, Bawaslu Kecamatan, sama dari polsek,” kata Sarsono di sekitar Jalan Haji Kirinkeman.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada warganya yang memiliki usaha bidang penerbitan maupun percetakan. Pihak internalnya bahkan sudah melakukan penelusuran terhadap alamat itu.

“Kalau di sini kebanyakan (warga memiliki usaha bidang) kuliner, bengkel, toko kelontong. Makanya saya kaget, jadi memang enggak ada usaha percetakan atau tabloid di wilayah saya,” tegas dia.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah menunggu hasil kajian dari Dewan Pers dan mendata tempat ditemukannya tabloid tersebut.

Tak hanya di Kota Bekasi, Bawaslu Solo juga terus menyisir sejumlah wilayah terkait peredaran tabloid Indonesia Barokah. Pasalnya, selain di Jawa Barat, tabloid itu juga beredar di sejumlah daerah Jawa Tengah.

Dari hasil sementara, sedikitnya ada tujuh masjid di Solo yang sudah menerima pengiriman tabloid tersebut. Lima masjid di antaranya berada di wilayah Mojosongo, Jebres, dan dua masjid lain ada di wilayah Serengan.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Yesika Dinta
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Sumber : jawapos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 485 kali, 1 untuk hari ini)