Hasan Al-Jaizy

Di dalam al-Qur’an, secara ringkas temanya hanya 3 (TIGA), yaitu: imma:

==>[1] TAUHID (Aqidah), yang imma Tauhid Ilmy Khabary (Rububiyyah dan Asma-Shifat Allah), imma Tauhid Irady Thalaby (Tauhid Uluhiyyah atau Ilahiyyah atau Ibadah), imma:
==>[2] HUKUM (Amr dan Nahy; perintah dan larangan), yang kita ketahui: menerapkannya adalah merupakan penerapan hak-hak TAUHID dan penyempurnaannya, imma:
==>[3] KHABAR (kisah dan cerita tentang masa lampau, atau masa depan seperti Kiamat, Surga, Neraka dan lainnya), yang selalu berkaitan dengan TAUHID.

Harus kita fahami bahwa tidak ada satu pun cerita dalam al-Qur’an kecuali pasti berkenaan dengan TAUHID. Karena cerita-cerita dalam al-Qur’an, imma tentang kehidupan dan balasan terhadap Ahli Tauhid, dan imma tentang kehidupan dan balasan terhadap Ahli Syirik atau Ahli Kufr.

Kalimat-kalimat kami di atas, merupakan konklusi Ibnu Qayyim al-Jauziyyah yang disitir oleh Syaikh Shalih al-Fauzan dalam muqaddimah kitab al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad. Kami mendambakan, setiap muslim pun memiliki pemetaan yang seperti itu pula terhadap al-Qur’an; agar kian meningkat tauhidnya kala membaca dan merenungi ayat-ayat Allah yang bersifat syar’iyyah. Dan itulah yang kami bahas di kajian berikut. Semoga Allah jadikan kajian al-Irsyad ini sebagai salah satu kajian yang bermanfaat buat kaum Muslimin. Aamiin.

AL-IRSYAD ILA SHAHIH AL-I’TIQAD (14) – “الأمر والنهي والخبر في القرآن”

(nahimunkar.com)

(Dibaca 691 kali, 1 untuk hari ini)