Tagar ‘Mendikbud Dicari Mahasiswa’ Trending, Ini Penjelasan BEM SI

Bukan kali pertama ini Nadiem dicari mahasiswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Dok.IDN Times/Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

 

Jakarta, – Tagar #Mendikbuddicarimahasiswa ramai berseliweran di media sosial Twitter. Seruan aksi media ini diinisiasi oleh Akun Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan akun-akun organisasi mahasiswa lainnya.

Koordinator Isu Pendidikan Tinggi BEM SI Lugas Ichtiar menjelaskan, seruan ini berangkat dari permintaan para mahasiswa untuk melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, hingga kini hal itu tak kunjung terjadi.

“Kami meminta Kemendikbud untuk audiensi, kita sudah kirimkan surat permohonan audiensi, lalu kita kirim langsung ke kontak person dari Sekjen Kemendikbud, nah cuma dalam berlangsungnya hingga sekarang itu belum ada respons dari pihak Kemendikbud,” kata Lugas kepada IDN Times, Selasa (2/6).

Baca Juga: Heboh Tagar Mendikbud Dicari Mahasiswa Trending di Twitter, Ada Apa?

1. Masalah mahasiswa di tengah pandemik

Lugas menjelaskan, ada beberapa isu yang ingin diangkat dan dinarasikan mahasiswa kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Masalah yang mereka tuntut terbagi dalam dua kategori yakni pendidikan tinggi serta pendidikan dasar dan menegah. Salah satu isu yang dibahas adalah permasalahan 
Uang Kuliah Tunggal (UKT) di tengah pandemik COVID-19.

“Siswa tidak menerima fasilitas dari kampus, karena kita hanya belajar dari kuliah daring, kita tidak menikmati fasilitas kampus, akibatnya, pertanyaannya ke mana uang kuliah yang sudah kita bayarkan, sedangkan kuliah hanya beberapa kali tatap muka,” ujar dia.

2. Deretan masalah yang ingin disuarakan mahasiswa kepada Mendikbud

Berikut adalah garis besar permasalahan yang ingin mereka suarakan kepada Mendikbud Nadiem Makarim.

Mulai dari masalah pendidikan tinggi seperti pembebasan atau relaksasi biaya kuliah, bantuan kuota internet, kesehatan, dan logistik bagi mahasiswa yang terdampak COVID-19.

“Ada teman-teman mahasiswa yang masih bertahan di kampus yang ngekos,” kata dia.

3. Isu dana BOS, UN 2020 hingga ketidaksiapan PJJ

Selain itu, tuntutan mereka di bidang pendidikan dasar dan menengah adalah terkait pemotongan dana abadi pendidikan, pembatalan Ujian Nasional 2020, dan penyusunan filosofi pendidikan, katalisasi, serta penerimaan peserta didik baru.

Serta terkait isu dana BOS dan kesejahteraan guru, hingga ketidaksiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Karena masalah dan tuntutan ini, tagar #Mendikbuddicarimahasiswa ramai di Twitter sejak pukul 12.00 hingga 15.00 WIB.

4. Bukan kali pertama Nadiem dicari

Ini bukanlah kali pertama Nadiem Makarim dicari oleh mahasiswa untuk diajak audiensi. Nadiem juga pernah dicari pada 29 April 2020 untuk melakukan audiensi terbatas dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, yang beragendakan penyampaian aspirasi yang tertuang dalam kajian BEM SI.

Aspirasi ini janjinya akan dibawa di rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Kemendikbud pada tanggal 4 Mei 2020. Kajian dan tuntutan juga sudah diterima oleh Ketua Komisi X DPR RI.

Pada tanggal 29 April 2020 juga telah dilayangkan Surat Permohonan Audiensi yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Sekjen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ainun Na’im.

“Kami telah menempuh tiga cara agar Surat Pemohonan Audiensi kami sampai pada Menteri dan Sekjen Kemendikbud RI, yaitu dengan mengirimkan surat fisik melalui Pos Indonesia, lalu kami juga mengirimkan Surat Permohonan Audiensi melalui media aplikasi pengirim surel, dan kami juga mengirim pesan dan Surat Permohonan Audiensi melalui akun WhatsApp Sekjend Kemendikbud RI,” Tulis akun Instagram @bem_si.

Namun, karena tidak ada respons dari Kemendikbud begitu juga menterinya, mahasiswa pun melakukan seruan di media sosial.

Lia Hutasoit 

 

IDN Times 02 Juni 2020

(nahimunkar.org)

(Dibaca 519 kali, 1 untuk hari ini)