Teman-teman ngaji sekalian, apakah kita sering mendengar atau membaca kalimat (لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ)? Arti harfiahnya ya sekadar: “Tiada rasa takut pada diri mereka dan tidak pula mereka bersedih”. Tapi tafsirannya bagaimana sih?

Sebelumnya, perlu kita berikan maklumat ke teman-teman, bahwa kalimat tersebut dalam al-Qur’an sehitungan kami (mohon jika salah dikoreksi) terbilang sejumlah 12 kali. Di Surat al-Baqarah 6 kali! Ada juga di Surat Ali Imran, Al-Ma’idah, Al-An’am, al-A’raaf, Yunus, dan al-Ahqaf. Masing-masing sekali. Nah, kalau kita perhatikan surat-surat tersebut, kita akan tahu bahwa kalimat itu tidak hanya turun di periode Makkah saja atau Madinah saja, melainkan kedua periode. Masya Allah.

Berarti: kalimat tersebut sudah berulang terpatri di dua periode. Ini menunjukkan kepentingannya berlebih dan berlangsung sejak awal hingga akhir. Al-Baqarah, Ali Imran dan al-Ma’idah turun di Madinah. Jumlah pengulangan: 8 kali. Sedangkan Al-An’aam, al-A’raaf, Yunus dan al-Ahqaf kesemuanya turun di Makkah. Jumlah pengulangan: 4 kali.

Kalau diperhatikan juga, kesemuanya dari pengulangan itu, dalam konteks penyebutan sifat-sifat orang beriman. Kalimat tersebut adalah kalimat janji dari Allah yang membuat kita menjadi tenang atas segala musibah di dunia ini.

Lalu apa maksud “Khauf” dan “Hazan/Huzn” yang dinafikan dari orang beriman di hari Kiamat nanti?

KHAUF itu artinya takut di bahasa kita. Namun maksudnya: takut akan apa yang terjadi di masa depan, yaitu saat di akhirat.
HAZAN/HUZN itu artinya sedih di bahasa kita. Namun maksudnya: sedih akan apa yang terjadi di masa lalu, yaitu saat di dunia.

Nah, kenapa orang beriman tidak takut akan masa depan mereka? Karena mereka tidak bersedih akan masa lalu mereka!

Kenapa mereka tidak bersedih akan masa lalu mereka? Karena masa lalu mereka dipenuhi: AMAL SHALEH dan TAUBAT (jika bersalah). Itulah! Masya Allah!

Apa yang membuat mereka seimbang di alam Barzakh (alam kubur nanti)? Mampu menjawab soalan dari malaikat dan amalan salehnya akan datang menemani mereka. Makanya, mereka tidak takut, tidak juga sedih. Malah gembira. Semoga Allah jadikan kita fasih menjawab soalan di kubur. Aamiin.

Tema ini kami tuturkan di kajian at-Tafsir al-Muyassar seri ke-12 kemarin pagi:

AT-TAFSIR AL-MUYASSAR (12) – “Al-Baqarah 038-040”

Simak yuk. Sambil belajar baca kitab. Insya Allah bermanfaat. Teksnya ada di video.


Hasan Al-Jaizy

(nahimunkar.com)

(Dibaca 16.869 kali, 42 untuk hari ini)