Betapa kontars dan berbalikannya, taun 2016 KH Ma’ruf Amin selaku pemimpin MUI prihatin dan menyoroti larisnya kondom menjelang tahun baru. Seharusnya, KH Ma’ruf Amin kini lebih tinggi lagi ‘teriaknya’ masalah marak dan penyalahgunaan kondom menjelang tahun baru 2019. Karena, diberitakan, Asataghfirullah… Jelang Tahun Baru 2019, Jumlah Pembeli Kondom di Purwakarta 5 Kali Lipat.

Eh, ternyata kini setelah KH Ma’ruf Amin berpolitik praktis sebagai calon wakil presiden Jokowi untuk pilpres 2019, belum terdengar keprihatinan mengenai kondom di tahun baru semacam itu dari mulutnya. Justru yang tersebar adalah ucapannya yang menggegerkan Umat Islam, bernilai rusak pikirannya sekaligus mempermainkan agama, yaitu ketika KH Ma’ruf Amin (selaku dari kaum Kristiani? ) beredar videonya dengan perkataan, “kepada saudara-saudara, kami dari kaum Kristiani, kami sampaikan selamat Hari Natal dan Tahun Baru, semoga berbahagia,” ucap Ma’ruf Amin.

Video:

Keruan saja kemudian Ma’ruf Amin dinilai sebagai rusak pikirannya dan sekaligus mempermainkan agama. Inilah beritanya.

***

Omongan Ma’ruf Amin Soal Ucapkan Selamat Natal, Rusak Cara Berfikirnya Sekaligus Mempermainkan Agama

Ma’ruf Amin berkilah, yang diharamkan MUI itu ikut/ menghadiri perayaan natal. Kalau soal mengucapkan selamat natal, tidak.

Ma’ruf Amin saat menjadi bintang tamu dalam acara talkshow Rosi bertajuk ‘Jalan Politik Ma’ruf Amin’ mengatakan:

“Tidak ada fatwa MUI yang menyatakan (mengucapkan selamat natal) itu (haram). Yang MUI itu tidak boleh mengikuti upacara peribabadatannya,” ucap Ma’ruf Amin saat menjawab pertanyaan dari pemandu acara, Rosiana Silalahi, diberitakan pojoksatu.id, Rabu, 26 Desember 2018 | 13:11 WIB.

https://www.nahimunkar.org/kh-maruf-amin-dan-oknum-mui-ketularan-bohong-ingkari-fatwa-mui-sendiri-soal-haramnya-mengucapkan-selamat-natal/?

***

Tahun 2016, KH Ma’ruf Amin Menyoroti maraknya dan penyalahgunaan kondom menjelang tahun baru 2017.

Inilah beritanya.

***

MUI SOROTI MARAKNYA PENYALAHGUNAAN KONDOM JELANG TAHUN BARU

by Yari December 27, 2016

Makassar, KABAROKE — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, menyoroti maraknya peredaran dan penyalahgunaan alat kontrasepsi seperti kondom menjelang tahun baru. Ia meminta agar kepolisian bisa mencegah penyalahgunaan dan peredaran kondom tersebut yang berimplikasi pada rusaknya generasi bangsa.

Ma’ruf mengatakan jelang tahun baru fenomena penyalahgunaan alat kontrasepsi oleh remaja setiap tahun terus meningkat. Padahal, peredaran alat kontrasepsi seperti kondom sudah dibatasi peredarannya.

“Alat kontrasepsi itu kan diperuntukkan untuk yang membutuhkan. Untuk supaya menjarangkan kehamilan,” kata Ma’ruf Amin usai membuka Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulawesi Selatan, di Hotel Sahid Jaya Makassar, Selasa, 27 Desember 2016.

Pihak kepolisian menurutnya harus mengambil tindakan pencegahan terkait fenomena tersebut.

 “Kalau itu digunakan untuk berbuat (layaknya pasangan suami-istri) untuk supaya mencegah tidak hamil itu disalahgunakan namanya. Kalau sudah ada informasi dan ada laporan, kita minta kepada pihak kepolisian untuk bertindak,” ujarnya. (Yasir)/ http://kabaroke.com

 ***

Asataghfirullah… Jelang Tahun Baru, Jumlah Pembeli Kondom di Purwakarta 5 Kali Lipat

Astaghfirullah, daerah yang pernah suasannya gerah bagi Umat Islam karena dibangun banyak patung ini mengalami lonjakan larisnya kondom menjelang apa yang disebut perayaan tahun baru.

Penjaga apotik di Purwakarta Jawa Barat mengaku, sampai 5 kali lipat jumlah pembeli kondom saat menjelang tahu  baru 2019.

Menukil pemberitaan Jabar News, salah seorang karyawan apotek di Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta, Azis Muslim, menyatakan jika permintaan kondom beberapa hari terakhir terus meningkat dibanding hari biasa.

“Kami hanya menyediakan. Soal untuk apa kondom itu, ya saya tidak tahu,” ucapnya, Sabtu (29/12/2018)

“Kami jujur saja tidak tahu soal fenomena tersebut. Ada kenaikan sih, ya kurang lebih lima kali lipat. Hanya kami berharap kondom tersebut bukan untuk dipakai seks bebas,” ungkap Azis.

Untuk pembelinya, lanjut dia, mulai dari anak muda sampai orang tua. Mereka sepertinya memang sengaja membeli alat kontrasepsi tersebut. Mereka membeli dengan beragam merk./ jabarnews.com by Dede Suherlan  29 Desember 2018, 20:00

Penjual di apotik itu hanya mengemukakan harapannya, agar bukan untuk seks bebas alias zina.

Perlu diketahui, zina adalah sangat terlarang dalam islam, termasuk dosa besar, dan sangat merusak moral serta diancam azab secara merata.

Merajalelanya zina telah diancam oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي  أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali, lantas mereka melakukan kemaksiatan (zina) secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit wabah dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, dari Ibnu Umar, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

Bila para pemimpin diam saja terhadap kenyataan yang membahayakan bagi masyarakat seperti itu, maka ancaman lebih dahsyat pun ada.

***

Kondom Laris Manis Jelang Tahun Baru, Nih Datanya

JPNN.com – Penjualan kondom di Kalimantan Barat jelang pergantian tahun meningkat tajam.

Terutama kondom yang dijual toko di dekat hotel atau penginapan.

Misalnya di Indomaret yang berada di Jalan RE Martadinata.

Di minimarket itu, sebanyak 20 kotak kondom dari sepuluh merek terjual.

Peningkatan juga terjadi di Indomaret di Jalan Gajah Mada.

Sebanyak 39 kotak dari sebelas merek dibeli warga.

“Malam tahun baru nanti lebih banyak lagi yang membeli,” kata penjaga toko yang namanya tak mau disebutkan kepada Rakyat Kalbar, Jumat (30/12).

Penjualan kondom di Indomaret lain di Jalan Gajah Mada juga meningkat.

Sebanyak 44 kotak terjual sepanjang 24-30 Desember.

Bahkan, Jumat (10/12) kemarin, sebelas kotak berhasil dijual.

 “Mereka yang membeli alat kontrasepsi tersebut konsumennya beragam. Ada yang muda maupun tua,” ujar penjaga toko.

Sedangkan di Indomaret Jalan Hijas, terhitung 24-30 Desember, kondom yang terjual sebanyak hanya sebelas kotak.

Menurut karyawan toko, konsumen yang datang biasanya wanita.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Pontianak meminta pemilik motel atau hotel tak memberikan kesempatan kepada tamu untuk menjalankan aksi kejahatannya di penginapan.

Khususnya pengunjung yang akan melakukan perbuatan tak semestinya.

Salah satu caranya adalah dengan memasang CCTV.

“Jika masih bandel, tak mau ikut aturan, maka usahanya akan kami tutup,” terang Wakil Wali Kota Edi Rusdi Kamtono. (rakyat kalbar)/ http://www.jpnn.com

***

Azab karena Membiarkan Kemunkaran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهِ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ

Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).

Nabi saw. menjelaskan, maraknya zina dan riba sebagai penyebab kehancuran sebuah masyarakat. Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ الله‏ِ

Apabila zina dan riba telah tampak di suatu kampung, sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah bagi mereka. (HR ath-Thabarani dan al-Hakim).

Membiarkan merajalelanya kemunkaran akan mengakibatkan kerusakan. Kerusakan, atau azab yang terjadi akibat perbuatan maksiat atau munkar itu tidak hanya menimpa pelakunya, namun juga orang lain yang tidak terlibat langsung. Realitas ini digambarkan Rasulullah saw. dengan sabdanya:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ اللهِ وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةِ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِيْ أَسْفَلَهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا ِفي نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيِدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعاً

Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, “Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita.” Apabila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika mereka mencegah orang-orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelamatkan semuanya. (HR al-Bukhari).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 789 kali, 1 untuk hari ini)