Basuki Tjahaja Purnama dan Sunny Tanuwidjaja (posmetro)


intelijen – Patut diduga cagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menjadi ‘penadah’ uang taipan dan cukong. Salah satu indikasinya, Ahok tidak berani melakukan ‘pembuktian terbalik’ soal harta yang dimiliki, sebagaimana ajakan cawagub DKI Sandiaga Uno.

Penegasan itu disampaikan aktivis politik Rahman Simatupang (04/10). “Jangan salah, Ahok punya jiwa bisnis dan selama ini punya usaha. Dan, bisa saja dia jadi calo untuk proyek reklamasi sehingga tidak berani melakukan pembuktian harta terbalik,” ungkap Rahman

Menurut Rahman, dalam kasus pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW), sebagai Ketua Yayasan RSSW, Kartini Mulyadi, mengembalikan uang Rp400 miliar dan meminta wartawan tanya ke Ahoksoal sisa uang Rp350 miliar. “Artinya ada uang yang diambil Ahok dalam kasus ini dan seharusnya KPK menyelidikinya,” papar Rahman.

Rahman mengungkapkan, di Belitung Timur, Ahok punya pulau yang ditaksir bisa bernilai miliaran rupiah. “Makanya dia tidak berani melakukan pembuktian terbalik karena ada sesuatu yang disembunyikan,” papar Rahman.

Diberitakan sebelumnya, Ahok mengatakan, ajakan Sandiaga Uno untuk pembuktian harta terbalik dianggap tidak sebanding. Sebab, kata Ahok, pembuktian harta terbalik hanya dapat dilakukan pejabat.

“Pak Sandi nantang saya itu enggak apple to apple tahu enggak, enggak kayak buah apel ditantang buat apel,” kata Ahok usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan parkir IRTI Monas, Jakarta (03/10).

“Jadi di dalam pembuktian terbalik, buat pejabat di situ ada laporan LHKPN, makanya KPK periksa saya uang dari mana sejak tahun 1999,” lanjut Ahok.

Red

Sumber : intelijen.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.063 kali, 1 untuk hari ini)