Jakarta – PDI-Perjuangan didesak untuk tidak mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017.

Desakan itu datang dari Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta, Urban Poor Consortium, Serikat Becak Jakarta, dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).

Ternyata, demonstrasi ‘Tolak Ahok’ bukan hanya dari warga ibukota. Penolakan juga bergelora dari warga Jogjakarta dan Surabaya dengan tuntutan yang sama.

“Kita yang orang Jogjakarta saja menolak Ahok. Surabaya juga, rakyatnya minta ibu Risma calon Gubernur Jakarta,” teriak salah satu massa yang memegang kendali sebagai orator di depan gedung DPP PDIP.

Suasana aksi ini cukup gaduh dengan suara-suara sumbang yang tertuju kepada Ahok. Teriakan tolak Ahok pun tak henti-henti.

Massa juga membentangkan spanduk-spanduk, di antaranya bertuliskan “Kami Minta PDIP Jangan Usung Ahok.”

Bahkan, warga yang demonstrasi hampir semua mengenakan baju dengan tulisan “Bersatu Tolak Ahok Untuk Jakarta.”

“Kenapa PDI usung Ahok, apa sudah tidak ada calon yang baik. PDI Perjuangan kan partai yang memiliki banyak ada 28 kursi di DPRD.”

“Seharusnya bisa mengusung calonnya sendiri bukan malah mengusung Ahok. Kami ingin bu Mega nggak pilih Ahok,” papar orator yang diketahui berasal dari Jogjakarta.

Laporan: Fadlan Syiam Butho

By: Nebby, Aktual.com/ repelita.com

(nahimunkar.com)